Keutaman Membaca Bismilah
Keutaman Membaca Bismilah “BISMILLAH” Demikianlah lafadz dari bacaan Basmallah yang memiliki arti “Dengan menyebut Nama Allah. Banyak sekali keutamaan saat kita membaca kalimat suci tersebut. Islam telah mensyariatkan untuk membaca kalimat mulia tersebut setiap kali kita hendak melakukan aktivitas apaun. Mengapa? Ada banyak sekali hikmah yang berada di balik bacaan Basmallah diantaranya adalah permohonan pertolongan kepada Allah SWT serta pengharapan kepada Allah SWT atas barakah-Nya. Bacaan Basmallah juga merupakan ajaran Allah SWT kepada para Nabi dan Rasulnya. Hal tersebut bisa dilihat dari berbagai peristiwa yang tercantum di dalam Al-quran, seperti dalam Surat Hud ayat 41, di sana Allah berfirman : وَقَالَ ارْكَبُوا فِيهَا بِسْمِ اللَّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌرَحِيمٌ Artinya “Dan Nuh berkata: “Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya.” Sesungguhnya Rabb-ku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Dalam surat An- Naml ayat 30, Allah SWT juga berfirman : إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ Artinya “Sesungguhnya surat itu dari Sulaiman, dan sesungguhnya (isi)nya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” Allah juga memerintahkan kepada Nabi Muhammad shalallahu Alaihi Wassalam ketika beliau pertama kali menerima wahyu di gua Hiro, yaitu : اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ Artinya “Bacalah dengan (menyebut) nama Rabb-mu yang Menciptakan.” (QS. Al- Alaq ayat 1) Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam menganjurkan kepada seluruh umat muslim untuk membaca basmallah setiap kali mengawali suatu amalan ataupun aktivitas sehari-hari. Karena bacaan tersebut memiliki berbagai keutamaan, seperti : Basmallah merupakan kalimat pembukaan dalam Al-Qur’an Allah selaluu membuka Kitab Al-Qur’an yang agung dengan bacaan basmallah. Selain itu, seluruh surat-surat yang terdapat dalam Al-Qur’an kecuali surat At Taubah, diawali dengan bacaan Basmallah. Basmallah merupakan pemula untuk berbagai bentuk ibadah, seperti wudhu, mandi, dan lain sebagainya. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda : لَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى عَلَيْه Artinya “Tidak ada wudhu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah (membaca basmalah).” (HR. Abu Daud) Karena berwudhu merupakan salah satu syarat dalam melaksanakan shalat, baik itu shalat wajib, maupun shalat sunnah, maka dari itu sebelum niat wudhu utamakan baca basmallah. Basmallah merupakan perisai dari adanya gangguan syaitan Syaitan dan bala tentaranya yang bertujuan untuk memperdaya manusia dari jalan kebenaran akan terperdaya ketika dibacakan basmallah. Rasulullah Shalallahu Alaihi wassalam bersabda: “Barang siapa yang membaca (بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ) pada setiap hari di waktu shubuh dan sore sebanyak tiga kali maka tidak akan memudharatkan baginya sesuatu apa pun.” (HR. At Tirmidzi) Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam mengajarkan pada umatnya untuk selalu membaca basmallah ketika hendak melakukan segala aktivitas atau kegiatan, seperti : Sebelum makan dan minum Mereka yang mendahului kegiatan makan dan minum dengan membaca basmallah maka dapat mencegah syaitan untuk turut serta memakan apa yang kita makan. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda : إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ Artinya: “Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”.” (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi) Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam juga bersabda : إِنَّ الشَّيْطَانَ لَيَسْتَحِلُّ الطَّعَامَ الَّذِى لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ Artinya “Sesungguhnya setan dibolehkan makan makanan yang tidak dibacakan nama Allah ketika hendak dimakan.”(HR. Abu Daud) Sebelum tidur Hudzaifah radhiallahu ‘anhu pernah berkata: “Kebiasaan (sunnah) Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam ketika hendak tidur, beliau membaca (بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا) yang artinya Dengan menyebut nama-Mu Ya Allah, aku mati dan aku hidup.” (HR. Al Bukhari dan Muslim) Sebelum berhubungan badan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda : لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِىَ أَهْلَهُ قَالَ: “بِاسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا“، فَإِنَّهُإِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِى ذَلِكَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا Artinya: “Jika salah seorang dari kalian (suami) ketika ingin menggauli istrinya, dan dia membaca doa: ‘Dengan (menyebut) nama Allah, …dst’, kemudian jika Allah menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan intim tersebut, maka setan tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut selamanya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Ketika keluar rumah Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata: “Sesungguhnya Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bila seseorang keluar dari rumahnya, lalu ia membaca (بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ) yang artiny “Dengan nama Allah, aku bertawakkal hanya kepada Allah, tiada daya dan upaya kecuali dengan izin Allah.” Maka dikatakan padanya: “Engkau telah mendapat petunjuk, engkau tercukupi dan engkau telah terjaga (terbentengi),” sehingga para setan lari darinya. Setan yang lain berkata: “Bagaimana urusanmu dengan seseorang yang telah mendapat petunjuk, tercukupi, dan terbentengi?” (HR. Abu Dawud) Ketika hendak membuka pakaian atau masuk ke WC Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda : سَتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيُنِ الجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ: إِذَا دَخَلَ أَحَدُهُمُ الخَلَاءَ، أَنْ يَقُولَ: بِسْمِ اللَّهِ Artinya “Penghalang antara mata jin dengan aurat bani Adam, apabila kalian masuk kamar kecil, ucapkanlah bismillah.” (HR. Turmudzi) Ketika hendak menutup makanan atau menyimpan barang-barang berharga Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda : غَطُّوا الْإِنَاءَ، وَأَوْكُوا السِّقَاءَ، وَأَغْلِقُوا الْبَابَ، وأطفؤا السِّرَاجَ، فإن الشَّيْطَانَ لَا يَحُلُّ سِقَاءً، ولا يَفْتَحُ بَابًا، ولا يَكْشِفُ إِنَاءً، فَإِنْ لم يَجِدْ أحدكم إلا أَنْ يَعْرُضَ على إِنَائِهِ عُودًا وَيَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ، فَلْيَفْعَلْ Artinya: “tutuplah bejana, ikatlah geribah (tempat menyimpan air yang terbuat dari kulit), tutuplah pintu, matikanlah lentera (lampu api), karena sesungguhnya setan tidak mampu membuka geribah yang terikat, tidak dapat membuka pintu, dan tidak juga dapat menyingkap bejanan yang tertutup. Bila engkau tidak mendapatkan tutup kecuali hanya dengan melintangkan di atas bejananya sebatang ranting, dan menyebut nama Allah, hendaknya dia lakukan.” (HR. Muslim) Ketika hendak masuk rumah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda : إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ، فَذَكَرَ اللهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: لَا مَبِيتَ لَكُمْ، وَلَا عَشَاءَ، وَإِذَا دَخَلَ، فَلَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ دُخُولِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ، وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ Artinya: “Jika seseorang masuk rumahnya dan dia mengingat nama Allah ketika masuk dan ketika makan, maka setan akan berteriak: ‘Tidak ada tempat menginap
