8 Tips Hidup Sehat Ala Rasul

Sumber foto : http://naturalcrystalxku.blogspot.co.id “Sesungguhnya telah ada dalam diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (al-Ahzab [33]: 21). Banyak yang mengatakan sehat itu mahal, padahal justru sehat itu murah, sakit lah yang mahal! Penting bagi kita untuk melakukan tindakan pencegahan sebelum sakit. Salah satunya adalah dengan mencontoh apa-apa yang dilakukan oleh Rasulullah. “Dua nikmat yang sering kali manusia tertipu oleh keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang”. (HR. Bukhari no. 6412). Ketika Kaisar romawi mengirimkan bantuan dokter ke Madinah, ternyata selama setahun dokter tersebut kesulitan menemukan orang yang sakit. Dokter tersebut bertanya kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tentang rahasia kaum muslimin yang sangat jarang mengalami sakit. Seumur hidupnya, Rasulullah hanya pernah mengalami sakit dua kali sakit. Pertama, ketika diracun oleh seorang wanita Yahudi yang menghidangkan makanan kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam di Madinah. Kedua, ketika menjelang wafatnya. Apa sajakah tips kesehatan Rasulullah? 1.Rasulullah SAW cepat tidur dan cepat bangun Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tidak menganjurkan umatnya untuk begadang. Hal itu yang melatari beliau tidak menyukai berbincang-bincang dan makan sesudah waktu isya. Jika sudah waktunya tidur, maka Rasulullah SAW akan cepat tidur. Tidur yang tepat di malam hari kira-kira adalah seusai istirahat setelah shalat Isya, kurang lebih pukul 21.30. Kemudian kira-kira pukul 03.00 sudah bangun di pertiga malam untuk shalat malam. Dengan demikian waktu yang digunakan untuk tidur adalah kurang dari delapan jam. Dalam konteks ini, penggunaan waktu 24 jam dalam satu hari satu malam, adalah sepertiga untuk bekerja, sepertiga untuk beribadah kepada Allah, dan sepertiga lagi adalah untuk tidur yang cukup. Tentu saja, perbandingan ini tidaklah kaku, melainkan dalam pengertian dalam keseimbangan. 2. Rasulullah sering berpuasa “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa… Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” Puasa luar biasa ajaib karena dapat menyembuhkan ratusan jenis penyakit lainnya seperti: – Tekanan darah tinggi – Penyakit diabetes – Penyakit asma dan saluran pernapasan – Penyakit jantung dan pengerasan arteri – Puasa menyembuhkan penyakit hati tanpa efek samping – Menyembuhkan penyakit kulit khususnya alergi dan al-okzma kronis – Puasa mencegah penyakit paru-paru – Mencegah penyakit kanker – Puasa dianggap sejata paling ampuh dalam dunia kedokteran 3. Tidak pemarah Nasihat Rasulullah:”Jangan marah”, diulangi tiga kali. Ini menunjukkan hakikat kekuatan seseorang bukanlah terletak pada jasad, tetapi pada kebersihan jiwa. Tidak mudah marah juga terbukti menyehatkan tubuh. 4. Jaga kebersihan Rasulullah SAW senantiasa tampak bersih dan rapi. Setiap kamis atau jumat, beliau mencukur rambut halus di pipi, memotong kuku, bersiwak, serta memakai minyak wangi . Rosul juga sangat menjaga kebersihan mulut dan gigi melalui sunah Beliau bersiwaq sampai sekarang dianut oleh umatnya. 5. Menjaga Pola Makan Di pagi hari pula Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam membuka menu sarapannya dengan segelas air yang dicampur dengan sesendok madu asli. Pada dasarnya, madu bisa menjadi obat berbagai penyakit. Ditinjau dari ilmu kesehatan, madu berfungsi untuk membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus dan menyembuhkan sembelit, wasir dan peradangan.  “Minuman yang paling disukai Rasulullah saw adalah minuman manis yang dingin.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi `Umar, dari Sufyan, dari Ma’mar, dari Zuhairi, dari `Urwah, yang bersumber dari `Aisyah r.a.) Masuk waktu dhuha (pagi menjelang siang), Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam senantiasa mengonsumsi tujuh butih kurma ajwa’ (matang). Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda, “Barang siapa yang makan tujuh butir kurma, maka akan terlindungi dari racun”. Hal itu terbuki ketika seorang wanita Yahudi menaruh racun dalam makanan Rasulullah pada sebuah percobaan pembunuhan di perang khaibar. Racun yang tertelan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam kemudian dinetralisir oleh zat-zat yang terkandung dalam kurma. Salah seorang sahabat, Bisyir ibu al Barra’ yang ikut makan tersebut akhirnya meninggal, tetapi Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam selamat dari racun tersebut. “Rasulullah saw bersabda: “Makanlah minyak zaitun dan berminyaklah dengannya. Sesungguhnya ia berasal dari pohon yang diberkahi.”(Diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan, dari Abu Ahmad az Zubair, dan diriwayatkan pula oleh Abu Nu’aim, keduanya menerima dari Sufyan, dari ` Abdullah bin `Isa, dari seorang laki-laki ahli syam yang bernama Atha’, yang bersumber dari Abi Usaid r.a.) Di malam hari, menu utama makan malam Rasulullah adalah sayur-sayuran. Secara umum, sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama yaitu menguatkan daya tahan tubuh dan melindungi dari serangan penyakit. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tidak langsung tidur setelah makan malam. Beliau beraktivitas terlebih dahulu supaya makanan yang dikonsumsi masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah dicerna. Caranya juga bisa dengan shalat. 6. Berolahraga Rasulullah pun melakukan berbagai jenis olahraga yang menunjukkan bahwa tubuh beliau tidak hanya sehat tetapi juga kuat. Beliau pernah berlomba lari, bertanding gulat, juga memanah. Rasulullah bersabda : “Ketahuilah bahwa yang dimaksud kekuatan itu adalah memanah, beliau mengucapkannya tiga kali.” (HR. Muslim). Di dalam hadits lain juga dijelaskan : “Kamu harus belajar memanah, karena memanah itu termasuk sebaik-baik permainanmu.” (HR. Bazzar dan Thabrani). 7. Bersosialisasi Sebuah studi di Harvard School of Public Health menemukan bahwa pria berusia 70-an tahun yang memiliki hubungan sosial yang baik memiliki kemungkinan lebih kecil mengalami kerusakan atau penyakit jantung. Kita semua mengetahui bahwa Rasulullah memiliki banyak sahabat dan senantiasa menjaga silaturahim dengan karib kerabat serta bertetangga dengan baik, bersosialisasi juga merupakan salah satu tips menjaga kesehatan ala Rasulullah yang patut kita tiru. 8. Berbekam Said bin Jubir  berkata dari Ibn Abbas r.a bahwa Rasulullah saw bersabda: “Kesembuhan dapat diperoleh dengan tiga cara: pertama dengan meminum madu (dengan obat herbal), kedua dengan berbekam/hijamah, dan ketiga dengan (terapi) besi panas. Dan aku tidak menganjurkan umatku untuk melakukan pengobatan dengan besi panas.” (HR. Bukhori)  *dari berbagai sumber Artikel diambil dari :http://www.ummi-online.com/

Awan pun Berpihak kepada Pemberi Sedekah

Ilustrasi. Sumber Foto : http://microsite.grid.id/fotokita/photopia/?p=detail-foto&id=1000 Banyak kisah tentang keutamaan bersedekah. Dalam beragam cerita itu, Allah SWT memberikan ganjaran melimpah bagi siapa pun pemberi sedekah selama disertai keihlasan, tanpa mengungkit dan menggunjing, serta tak diikuti perbuatan riya atau syirik. Kisah berikut ini mengajarkan kita pentingnya mengeluarkan sebagian harta dari pendapatan yang kita peroleh. Baik sebagai seorang petani, pengusaha, maupun seorang profesional yang memiliki penghasilan lebih dari cukup. Dengan bersedekah, Allah akan menjaga dan memberikan keberkahan harta yang dimilikinya. Seperti dikisahkan dalam buku Kisah-Kisah yang Menunjukkan Keutamaan Amal karangan Dr Umar Sulaiman al-Asqor, cendekiawan Muslim asal Yordania. Ia mengisahkan, ada seorang petani yang kebunnya telah dijaga oleh Allah SWT dari kekeringan hanya karena dia ikhlas dan istiqamah mengeluarkan hasil taninya sesuai yang diperintahkan-Nya. Kisah yang diriwayatkan oleh Muslim dalam bab Zuhd wa ar-Raqaq, pasal sedekah ini, membeberkan suatu ketika ada seorang petani yang sedang berteduh di sebuah pohon untuk menghindari sengatan matahari. Ini ia lakukan setelah menggarap lahannya yang sudah lama tidak dialiri air. Tanah-tanah di wilayah itu terbengkalai karena kekeringan. Sudah hampir satu setengah tahun tidak turun hujan. Dalam keadaan lelah dan penuh harap, setelah menggarap lahannya, hujan turun. Dalam istirahatnya itu, kedua matanya pun terpejam, ia tertidur. Belum lama ia memejamkan mata, tiba-tiba ada suara, Siramilah kebun si fulan. Ia terperanjat dan berpikir terhadap seruan, Siramilah kebun si fulan. Nama si fulan memang asing di telinganya, tapi merupakan satu profesinya sebagai seorang petani yang setiap hari sama-sama berangkat pada pagi hari menggarap lahan yang masing-masing dimilikinya. Di tengah harapannya akan turun hujan, ia bertanya-tanya mengapa mesti kebun si fulan yang mesti disirami dan bukan kebunnya seperti kondisi sekarang ini. Tentunya semua petani di sini membutuhkan siraman air, katanya menggerutu dalam hatinya. Tanpa banyak kata, ia mencari sumber suara dengan nada seruan itu. Hingga akhirnya ia menemukPetani yang mengikuti awan tadi itu langsung bertanya kepada petani yang sedang mengaliri air dengan cangkulnya.  Atas izin Allah, awan itu menumpahkan air dengan bebatuan hitam. Batu-batu hitam itu seketika membentuk saluran air. Petani itu terus menelusuri jalan air itu dan ternyata ada seorang laki-laki, sama-sama petani, sedang mengurai-urai tanah yang teraliri air dengan cangkulnya. Petani yang mengikuti awan tadi itu langsung bertanya kepada petani yang sedang mengaliri air dengan cangkulnya. “Wahai hamba Allah, siapa namamu?” tanyanya. Petani yang sedang mengaliri itu menjawab, ”Saya fulan bin fulan. Wahai hamba Allah, mengapa kamu bertanya tentang namaku,” katanya balik bertanya sambil menghentikan sesaat kegiatan mencangkulnya. ”Sungguh aku mendengar suara di awan di mana airnya adalah yang mengalir ke lahanmu dan sebelumnya awan itu berkata, Siramilah kebun fulan, yaitu namamu,” katanya. ”O, seperti itu yang kamu dengar. Apakah Anda wahai hamba Allah tidak salah mendengar?” katanya.an suara dari gumpalan awan hitam menuju suatu daerah yang tidak jauh dari tempatnya beristirahat tadi. ”Demi Allah, saya tidak salah mendengar. Untuk itu, saya sampai ke lahan milikimu ini,” katanya. ”Jika demikian, mungkin itu kebetulan,’‘ kata si fulan itu. Si petani yang mengikuti awan itu bertanya lagi. ”Memang apa yang kamu lakukan padanya?” katanya. Lalu si fulan itu spontan menjawab, ‘‘Karena kamu mengatakan itu, aku melihat hasil kebunku yang cukup baik. Sepertiganya aku sedekahkan, sepertiganya aku makan bersama keluargaku, dan sepertiga sisanya aku kembalikan kepadanya (ditanam),” katanya. Kita sebagai umat Muslim mengetahui bahwa sedekah menjaga harta, menumbuhkannya, dan memberkahinya. Si fulan ini telah memberikan nafkah kepada keluarganya yang telah menjadi kewajiban di samping telah memelihara kebun dengan pengolahan yang baik. Setelah membagi hasil taninya untuk keluarga, sedekah, dan ditanam kembali pemilik kebun yang namanya disebut awan ini adalah petani Muslim yang telah mengetahui hak Tuhan atasnya. Sehingga, Allah meridhainya sebagai petani yang tidak pandai mengolah lahan, tapi juga pandai membagi harta untuk diberikan kepada keluarga dan disedekahkan. Sumber: http://khazanah.republika.co.id/awan-pun-berpihak-kepada-pemberi-sedekah

Perbedaan Infak dan Sedekah

Assalamualaikum wr wb, Prof Amin Suma yang saya hormati, saya sering bingung dengan istilah infak dan sedekah. Sebenarnya, apakah perbedaan antara infak dan sedekah? Manakah yang lebih utama di antara keduanya? Mohon penjelasannya. Terima kasih. Nina Rawamangun, Jakarta Timur Waalaikumussalam Wr Wb, Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, disebutkan pengertian infak dan sedekah. Infak adalah harta yang dikeluarkan oleh seseorang atau badan usaha di luar zakat untuk kemaslahatan umum. Sedangkan, sedekah adalah harta atau nonharta yang dikeluarkan oleh seseorang atau badan usaha di luar zakat untuk kemaslahatan umum. Dari masing-masing definisi infak dan sedekah di atas, dapatlah dipahami bahwa antara infak dan sedekah pada satu sisi terdapat persamaan, namun pada sisi yang lain juga terdapat perbedaan antara keduanya. Persamaan antara sedekah dan infak terutama terletak pada keduanya yang digunakan untuk sebutan atau nama bagi harta kekayaan tertentu yang dikeluarkan oleh pemiliknya, yakni munfik untuk infak dan mutashaddiq untuk sedekah. Persamaan lainnya antara infak dan sedekah ialah juga terletak pada peruntukkan dana keduanya (infak dan sedekah) yang dikeluarkan itu sama-sama digunakan untuk kemaslahatan umum. Adapun perbedaan antara keduanya (infak dan sedekah), terutama terletak pada ruang lingkupnya masing-masing. Bila infak terbatas atau dibatasi bentuknya hanya dalam lapangan harta benda kekayaan, sedangkan sedekah, sebagaimana terbaca dalam pengertiannya, meliputi harta dan nonharta sekaligus.  Dengan kalimat lain, sedekah memiliki cakupan objek yang lebih umum dan lebih luas dibandingkan dengan objek infak. Bahkan, zakat hanya terbatas pada harta benda kekayaan, khususnya uang. Sedangkan sedekah, di samping meliputi harta, termasuk uang, juga bisa meliputi hal-hal yang bersifat  nonharta, misalnya, tutur kata yang baik, senyuman yang tulus, dan lain-lain yang bisa digolongkan ke dalam sedekah. Sesuai dengan surah al-Baqarah (2) ayat 26 dan hadis Nabi Muhammad SAW yang menyatakan, “kullu ma’rufin shadaqah” (Setiap [sesuatu] yang makruf (baik) itu adalah sedekah). Maka sedekah tampak memiliki jangkauan yang lebih umum dan lebih luas, meskipun kebanyakan masyarakat tetap saja memandang sedekah selalu terkait dengan urusan ekonomi, khususnya uang. Meski demikian, sebagaimana dikemukakan al-Raghib al-Ashfahani, sama halnya dengan sedekah yang meliputi harta maupun nonharta, infak juga terkadang bisa digunakan untuk harta (al-mal) dan nonharta (ghair al-mal).  Maknanya, infak dan sedekah tampak lebih banyak persamaannya daripada perbedaannya. Boleh jadi ini pula yang menyebabkan banyak orang yang kerap menyatakan atau terutama menuliskan kata infak diserupakan dengan sedekah, misalnya, ketika menyebutkan kata  infak/sedekah (menggunakan garis miring) meskipun kerap pula menuliskannya dengan mengunakan kata “dan” yakni “infak dan sedekah.” Yang jelas, sama halnya dengan kata sedekah yang meliputi sedekah wajib, yakni zakat dan sedekah sunah/tathawwu’, kata infak juga meliputi infak wajib dan infak tathawwu’/sunah. Untuk menjawab pertanyaan Nina terkait mana yang lebih utama antara infak dan sedekah, yang pasti keduanya sama-sama sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW, sebagaimana dijumpai dalam banyak hadis, baik hadis tentang infak maupun hadis tentang sedekah. Demikian jawabannya Nina, selamat memperbanyak sedekah dan/atau infak ya! Terima kasih. Sumber : http://www.republika.co.id/perbedaan-infak-dan-sedekah

Manfaat Sedekah dengan Secuil Kurma

Sedekah adalah salah satu pintu dari beberapa pintu kebaikan dan juga merupakan ibadah. Allah subhanahu wa ta’ala tidak menghitung dari banyak atau sedikitnya jumlah sedekah. Tetapi rasa iklhas karena mengharapkan ridha Allah itu yang diperhitungkan. Siapapun yang bersedekah dengan niat tersebut Allah menjanjikannya banyak kebaikan. Bahkan disebutkan, seseorang yang bersedekah dengan setengah buah kurma dapat menyelamatkannya dari api neraka. Sebagian orang bertanya , “Apa manfaat setengah buah kurma? Adakah harganya di sisi Allah? “Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala aka melipat gandakan pahala sedekah. “Salah satu dari kalian akan berdiri di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala tanpa adanya penghalang (antara dirinya dan Allah) dan tidak ada penerjemah yang akan menerjemahkan untuknya. Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala bertanya kepadanya, ‘Apakah aku tidak memberimu harta? Ia menjawab, ‘Ya’. Allah bertanya lagi, ‘Apakah aku tidak mengutus seorang utusan kepadamu? Jawabnya singkat, ‘Ya’. Ia pun melihat ke kanan, dan tidak melihat apa pun kecuali neraka. Kemudian melihat ke kiri, dan tidak melhat apa pun kecuali neraka. Maka disebutkan dlam sebuah riwayat, “Bersedekahlah salah satu dari kalian. Agar terhindar dari api neraka. Walaupun dengan secuil kurma. Apabila tidak mempunyai secuil kurma, cukuplah bersedekah dengan kalimat yang baik.”   Karena sesungguhnya semua perbuatan amal baik atau buruk dicatat dan diperhitungkan sekecil apapun. Jadi bersedekahlah dengan apapun yang dimilki. Bersedakah tidak harus berupa uang atau barang, tetapi cukup dengan perbuatan atau kalimat kebaikan yang mana akan menjadi penyelamat di akhirat. “Dan aku melihat seorang laki-laki dari umatku ketakutan melihat jilatan api neraka. Ia mengusir (jilatan tersebut) dari wajahnya dengan menggunakan tangannya. Kemudian datanglah amalan sedekah laki-laki tersebut. Amalan itu pun menghalangi dan melindungi wajah serta kepalanya (dari jilatan api neraka). (Tafsir Ibnu Katsir)Sumber : http://www.republika.co.id/manfaat-sedekah-dengan-secuil-kurma

Penerapan Zakat Sebelum Islam

Menurut Ahmad Azhar Basyir, zakat sudah pernah dilaksanakan sebelum kedatangan agama Islam. Kegiatan yang dilakukan serupa zakat telah dikenal di kalangan bangsa-bangsa Timur kuno di Asia, khususnya di kalangan umat beragama. Hal ini terjadi atas adanya pandangan hidup di kalangan bangsa-bangsa Timur bahwa meninggalkan kesenangan duniawi merupakan perbuatan terpuji dan bersifat kesalehan. Sebaliknya, memiliki kekayaan duniawi akan menghalangi orang untuk memperoleh kebahagiaan hidup di surga. Dalam Alquran, secara tegas disebutkan, setiap nabi dan rasul yang diutus oleh Allah senantiasa memerintahkan umatnya untuk menyembah Allah, mendirikan shalat, serta menunaikan zakat. Lihat surah Maryam [19] ayat 30-31 dan 55; surah Al-Anbiya [21]: 73; serta Al-Bayyinah [98]: 5. Nabi Ibrahim, Ismail, Ishaq, dan Ya’qub sudah diperintahkan menunaikan zakat. Begitu pula dengan rasul-rasul lainnya, seperti Musa, Isa, dan Muhammad SAW. Semuanya diperintahkan untuk menunaikan zakat sebagai sebuah syariat yang diwajibkan atas diri mereka dan umatnya untuk menyantuni kaum yang lemah sekaligus membersihkan harta yang mereka miliki. Tentu saja, masing-masing nabi dan rasul itu berbeda-beda dalam mengeluarkan zakatnya. Ada yang berupa harta milik, harta perniagaan, hasil usaha, ternak, emas, perak, dan lainnya. Dalam syariat Nabi Musa AS, zakat sudah dikenal, tetapi hanya dikenakan terhadap kekayaan yang berupa binatang ternak, seperti sapi, kambing, dan unta. Zakat yang wajib dikeluarkan adalah 10 persen dari nisab yang ditentukan. Bahkan, Nabi Musa AS memerintahkan Qarun, orang yang kaya raya. Ia diperintahkan untuk mengeluarkan zakat. Ibnu Katsir dalam kitabnya al-Bidayah wa an-Nihayah menjelaskan, awalnya Qarun hanya orang biasa. Namun, akhirnya ia diberikan harta yang dikelolanya yang kemudian menjadi berlimpah. Ketika memiliki banyak harta, ia diperintahkan untuk mengeluarkan sebagian yang dimilikinya untuk orang-orang miskin (Lihat QS Al-Qashash [28]: 70-80). Bangsa Arab jahiliyah mengenal sistem sedekah khusus, sebagaimana disebutkan dalam Alquran surah Al-An’am [6] ayat 136. Dan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah, lalu mereka berkata, sesuai dengan persangkaan mereka, ‘Ini untuk Allah dan ini untuk berhala-berhala kami.’ Maka, saji-sajian yang diperuntukkan bagi berhala-berhala mereka tidak sampai kepada Allah dan yang diperuntukkan bagi Allah akan sampai kepada berhala-berhala mereka. Amat buruklah ketetapan mereka itu.”Sumber : http://khazanah.republika.co.id/

Ini Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Bersedekah

Ilustrasi. Dok. Lazdai Banyak orang yang menyebutkan bahwa bersedekah bisa membuat kita mengalami banyak hal yang positif. Sebagai contoh, sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat berhasil membuktikan bahwa dengan rajin bersedekah atau menolong orang lain, maka kita akan cenderung lebih berbahagia dan memiliki kesehatan psikis yang lebih baik jika dibandingkan dengan yang menerima sedekah atau bahkan yang jarang bersedekah. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Dalam penelitian ini, sejumlah peserta diberi 5 Dollar Amerika Serikat, jumlah yang setara dengan Rp 73 ribu. Uang ini diminta untuk dibelanjakan untuk kebutuhan dirinya sendiri dan dibelikan hadiah untuk orang lain. Setelahnya, mereka dicek kondisi otaknya. Hasilnya adalah, para partisipan yang menyedekahkan uang tersebut justru lebih bahagia jika dibandingkan dengan mereka yang membelanjakannya untuk kepentingan sendiri. Menurut para peneliti, syaraf kebahagiaan yang ada pada otak orang yang bersedekah menjadi lebih aktif seakan-akan menyala sehingga menandakan bahwa pemberinya sangat berbahagia setelah melakukannya. Saat kita berbagi, hormon endorphin di dalam tubuh akan cenderung dilepaskan dengan jumlah yang lebih banyak. Selain itu, hormon oksitosin yang berperan dalam membuat kita lebih berempati juga meningkat jumlahnya. Yang menarik adalah, sensasi bahagia ini bisa bertahan hingga dua jam lamanya. Bahkan, kebahagiaan dan empati ini bisa menular pada orang yang diberi sedekah sehingga menginspirasinya untuk bisa bersedekah pada orang lain. Penelitian lainnya bahkan menyebutkan bahwa mereka yang rajin membantu orang lain, termasuk teman dan tetangganya, cenderung menurunkan resiko kematian hingga 5 tahun. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kemampuan daya tahan tubuh sehingga resiko untuk terkena penyakit mematikan juga menurun. Jadi, siapa bilang berbuat baik tidak ada gunanya bagi kesehatan? Sumber artikel : http://doktersehat.com/ternyata-tubuh-mengalami-hal-ini-saat-kita-bersedekah/#ixzz572zfjfFi

Manfaat Minyak Zaitun

“Konsumsilah minyak zaitun dan gunakan sebagai minyak rambut, karena minyak zaitun dibuat dari pohon yang penuh berkah.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah). Fungsi minyak zaitun: Mengurangi kolesterol berbahaya tanpa mengurangi kandungan kolesterol yang bermanfaat. Mengurangi risiko penyumbatan (trombosis) dan penebalan (ateriosklerosis) pembuluh darah. Mengurangi pemakaian obat-obatan penurun tekanan darah tinggi. Mengurangi serangan kanker. Melindungi dari serangan kanker payudara. Sesendok makan minyak zaitun setiap hari mengurangi risiko kanker payudara sampai pada kadar 45%. Menurunkan risiko kanker rahim sampai 26%. Pengkonsumsian buah-buahan, sayuran, dan minyak zaitun memiliki peran penting dalam melindungi tubuh dari kanker kolon. Penggunaan minyak zaitun sebagai krim kulit setelah berenang melindungi terjadinya kanker kulit (melanoma) Berpengaruh positif melindungi tubuh dari kanker lambung dan mengurangi risiko tukak lambung. Mengandung lemak terbaik yang seharusnya dikonsumsi manusia seperti yang terdapat dalam ASI. Penggunaan sebagai minyak rambut mampu membunuh kutu dalam waktu beberapa jam saja. Setiap penyakit itu ada obatnya, seperti hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya: “Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, melainkan Dia menurunkan obatnya.”(HR. Bukhari dan Muslim) Setiap kali Allah menurunkan penyakit, Allah pasti menurunkan penyembuhnya. Hanya ada orang yang mengetahuinya dan ada yang tidak mengetahuinya. Jauh sebelum ilmu pengetahuan berkembang pesat, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamsudah mengetahui dan menerapkan pengobatan yang terbukti kemanjurannya.

Selamat dan Sukses Atas Terpilihnya Ketua dan Sekjen FOZ 2018 – 2021

LAZDAI LAMPUNG sebagai salah satu Lembaga dalam gerakan zakat Indonesia mendukung penuh salah satu keputusan yang dihasilkan Munas FOZ di Lombok pada tgl 1-3 Februari 2018 yakni menetapkan *Bambang Suherman – DD)* sebagai _Ketua Umum FOZ_ dan Saya ( *Nana Sudiana – IZI*) sebagai _Sekjend FOZ periode 2018-2021_.  Semoga dengan amanah ini bisa berkontribusi lebih luas lagi bagi kebaikan melalui dakwah zakat.aamiin

Sekolah Komputer Gratis Lazdai Luluskan 30 Orang Pemuda Siap Mandiri

LAZDAINEWS – Alhamdulillahirobbil ‘alamin, setelah dilaunching pada tanggal 15 Mei 2017 lalu, akhirnya 30 orang siswa Program Pemberdayaan ZIS berwujud Sekolah Komputer Gratis Rumah Pemberdayaan Dhuafa (RPD) LAZDAI Spirit Centre (LSC) Angkatan ke-10 Kelas Desain Grafis dan Multi Media dilepas dan resmi ditutup dengan wisuda pada hari Senin tanggal 29 Januari 2018 lalu. Acara wisuda siswa RPD angkatan ke-10 juga diadakan sekaligus dengan peresmian (Launching) siswa RPD angkatan ke-11 sebanyak 26 orang dari berbagai asal daerah di Provinsi Lampung. Sambutan mewakili undangan donatur dan LAZ disampaikan oleh Bapak A. Husni, Camat Langkapura Kota Bandarlampung. Adapun untuk motivator penyemangat disampaikan oleh Bapak H. Yusuf Effendi, SE. Hadir juga dalam acara ini Ustadz KH Nazir Hasan (DDII Lampung), Herman (LAZ Rumah Yatim), H. Sulaiman Bardan (Kemenag Kota), Babinkamtibmas Langkapura, segenap pengurus LAZDAI Lampung. Alumni RPD yang berasal dari berbagai daerah lulus dengan berbekal Life Skill Komputer Desain Grafis dan Multimedia, berakhlak karimah dan siap mandiri. Alhamdulillah, bahkan dari ke-30 siswa tersebut, sudah ada 24 orang yang bekerja di tempat-tempat mereka magang sebelumnya.    RPD LSC merupakan salah satu program unggulan LAZDAI dalam pemberdayaan ZIS dari para donatur dalam bentuk membina generasi muda putus sekolah tingkat SMP/SMA yang tidak bisa melanjutkan pendidikan formal ke jenjang berikutnya, yang kemudian  dididik di Gedung LAZDAI Centre, diarahkan dan di bekali dengan kemampuan dasar komputer dan wawasan hidup selama 6 bulan dilanjutkan  dengan magang selama 2 bulan. Program ini berjalan sejak tahun 2010 dan sudah meluluskan total 209 orang alumni yang tersebar dan berprofesi mulai dari pengusaha muda, guru, karyawan, pekerja sosial dan lainnya.  “LSC (LAZDAI Spirit Centre) adalah tempat menggembleng mereka yang rerata usia muda, energik, agen perubahan dan calon pemimpin masa depan negeri ini. Maka kami sangat semangat mengerjakan proyek amal ini, “ ungkap Joni Warman, Kepala Sekolah RPD LSC. Menjadi anak sholeh dan mandiri itulah target kami terhadap para pemuda. Dan atas nama LAZDAI Lampung kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak baik donatur korporasi maupun perorangan dan amil yang berkontribusi apapun terhadap program ini, dari mulai awal seleksi hingga wisuda. Sungguh ini akan dibalas Allah SWT dengan balasan yang lebih baik, insyaaAllah aamiin,” ucap H. Yusuf Effendi,SE selaku Direktur LAZDAI Lampung. Semoga kegiatan ini terus berjalan sebagi wujud kontribusi Lembaga Amil Zakat dalam membangun ummat kepada kehidupan yang lebih baik menyongsong masa depan gemilang. aamiin