Keutamaan Membaca Al Qur’an
Keutamaan Membaca Al Qur’an Sebagian orang malas membaca Al Quran padahal di dalam terdapat petunjuk untuk hidup di dunia. Sebagian orang merasa tidak punya waktu untuk membaca Al Quran padahal di dalamnya terdapat pahala yang besar. Sebagian orang merasa tidak sanggup belajar Al Quran karena sulit katanya, padahal membacanya sangat mudah dan sangat mendatangkan kebaikan. Mari perhatikan hal-hal berikut: Membaca Al Quran adalah perdagangan yang tidak pernah merugi {الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ (29) لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ (30)} “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. “Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29-30). Ibnu Katsir rahimahullah berkata, قال قتادة رحمه الله: كان مُطَرف، رحمه الله، إذا قرأ هذه الآية يقول: هذه آية القراء “Qatadah (wafat: 118 H) rahimahullah berkata, “Mutharrif bin Abdullah (Tabi’in, wafat 95H) jika membaca ayat ini beliau berkata: “Ini adalah ayat orang-orang yang suka membaca Al Quran” (Lihat kitab Tafsir Al Quran Al Azhim). Asy Syaukani (w: 1281H) rahimahullah berkata, أي: يستمرّون على تلاوته ، ويداومونها “Maksudnya adalah terus menerus membacanya dan menjadi kebiasaannya”(Lihat kitab Tafsir Fath Al Qadir). Dari manakah sisi tidak meruginya perdagangan dengan membaca Al Quran? Satu hurufnya diganjar dengan 1 kebaikan dan dilipatkan menjadi 10 kebaikan. عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم– « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ ». “Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469) عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بن مسعود رضى الله عنه قَالَ : تَعَلَّمُوا هَذَا الْقُرْآنَ ، فَإِنَّكُمْ تُؤْجَرُونَ بِتِلاَوَتِهِ بِكُلِّ حَرْفٍ عَشْرَ حَسَنَاتٍ ، أَمَا إِنِّى لاَ أَقُولُ بِ الم وَلَكِنْ بِأَلِفٍ وَلاَمٍ وَمِيمٍ بِكُلِّ حَرْفٍ عَشْرُ حَسَنَاتٍ. “Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Pelajarilah Al Quran ini, karena sesungguhnya kalian diganjar dengan membacanya setiap hurufnya 10 kebaikan, aku tidak mengatakan itu untuk الم , akan tetapi untuk untuk Alif, Laam, Miim, setiap hurufnya sepuluh kebaikan.” (Atsar riwayat Ad Darimy dan disebutkan di dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, no. 660). Dan hadits ini sangat menunjukan dengan jelas, bahwa muslim siapapun yang membaca Al Quran baik paham atau tidak paham, maka dia akan mendapatkan ganjaran pahala sebagaimana yang dijanjikan. Dan sesungguhnya kemuliaan Allah Ta’ala itu Maha Luas, meliputi seluruh makhluk, baik orang Arab atau ‘Ajam (yang bukan Arab), baik yang bisa bahasa Arab atau tidak. Kebaikan akan menghapuskan kesalahan.{إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ} [هود: 114] “Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (QS. Hud: 114) Setiap kali bertambah kuantitas bacaan, bertambah pula ganjaran pahala dari Allah. عنْ تَمِيمٍ الدَّارِىِّ رضى الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم– « مَنْ قَرَأَ بِمِائَةِ آيَةٍ فِى لَيْلَةٍ كُتِبَ لَهُ قُنُوتُ لَيْلَةٍ» “Tamim Ad Dary radhiyalahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala shalat sepanjang malam.” (HR. Ahmad dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6468). Bacaan Al Quran akan bertambah agung dan mulia jika terjadi di dalam shalat. عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم– « أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ إِذَا رَجَعَ إِلَى أَهْلِهِ أَنْ يَجِدَ فِيهِ ثَلاَثَ خَلِفَاتٍ عِظَامٍ سِمَانٍ قُلْنَا نَعَمْ. قَالَ « فَثَلاَثُ آيَاتٍ يَقْرَأُ بِهِنَّ أَحَدُكُمْ فِى صَلاَتِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلاَثِ خَلِفَاتٍ عِظَامٍ سِمَانٍ “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Maukah salah seorang dari kalian jika dia kembali ke rumahnya mendapati di dalamnya 3 onta yang hamil, gemuk serta besar?” Kami (para shahabat) menjawab: “Iya”, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Salah seorang dari kalian membaca tiga ayat di dalam shalat lebih baik baginya daripada mendapatkan tiga onta yang hamil, gemuk dan besar.” (HR. Muslim). Membaca Al Quran bagaimanapun akan mendatangkan kebaikan عَنْ عَائِشَةَ رضى الله عنها قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم– « الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ » “Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang yang lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala” (HR. Muslim). Membaca Al Quran akan mendatangkan syafa’at عَنْ أَبي أُمَامَةَ الْبَاهِلِىُّ رضى الله عنه قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم– يَقُولُ « اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ “Abu Umamah Al Bahily radhiyallahu ‘anhu berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bacalah Al Quran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya” (HR. Muslim). Masih banyak lagi keutamaan-keutamaan yang memotivasi seseorang untuk memperbanyak bacaan Al Quran terutama di bulan membaca Al Quran. Dan pada tulisan kali ini hanya menyebutkan sebagian kecil keutamaan dari membaca Al Quran bukan untuk menyebutkan seluruh keutamaannya. Dan ternyata generasi yang diridhai Allah itu, adalah mereka orang-orang yang giat dan semangat membaca Al Quran bahkan mereka mempunyai jadwal tersendiri untuk baca Al Quran. عَنْ أَبِى مُوسَى رضى الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم– « إِنِّى لأَعْرِفُ أَصْوَاتَ رُفْقَةِ الأَشْعَرِيِّينَ بِالْقُرْآنِ حِينَ يَدْخُلُونَ بِاللَّيْلِ وَأَعْرِفُ مَنَازِلَهُمْ مِنْ أَصْوَاتِهِمْ بِالْقُرْآنِ بِاللَّيْلِ وَإِنْ كُنْتُ لَمْ أَرَ مَنَازِلَهُمْ حِينَ نَزَلُوا بِالنَّهَارِ…» “Abu Musa Al Asy’ary radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya aku benar-benar mengetahui suara kelompok orang-orang keturunan Asy’ary dengan bacaan Al Quran, jika mereka memasuki waktu malam
Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Menyambut Bulan Suci Ramadhan Segala puji bagi Allah, Rabb alam semesta. Shalawat dan salam kepada nabi dan rasul yang paling mulia, Muhammad bin ‘Abdillah, serta kepada keluarga dan para sahabatnya. Amma ba’du, Tulisan ini ditujukan untuk semua muslim yang akan bertemu dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat wal afiat, agar dapat memanfaatkan bulan tersebut dalam ketaatan pada Allah Ta’ala. Semoga melalui tulisan ini dapat menjadi sarana untuk membangkitkan sema ngat di dalam jiwa seorang mu’min dalam beribadah kepada Allah di bulan yg mulia ini. Maka penulis memohon kepada Allah Ta’ala agar diberikan taufik dan jalan yang lurus serta menjadikan amal ini ikhlas hanya karena mengharap WajahNya Yang Mulia semata. Dan semoga Allah mencurahkan shalawat atas junjungan kita, Muhammad, dan kepada keluarganya serta seluruh sahabatnya. Bagaimanakah Seharusnya Kita Menyambut Ramadhan? Pertanyaan: Apa saja cara-cara yang benar untuk menyambut bulan yang mulia ini? Seorang muslim seharusnya tidak lalai terhadap momen-momen untuk beribadah, bahkan seharusnya ia termasuk orang yang berlomba-lomba dan bersaing (untuk mendapatkan kebaikan) didalamnya. Allah Ta’ala berfirman, وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ )المطففين : 26) “Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berloma-lomba.” (QS. Al-Muthaffifiin:26) Maka bersemangatlah wahai saudara-saudara muslim dalam menyambut Ramadhan dengan cara-cara yang benar sebagaimana berikut ini: 1. Berdo’a agar Allah mempertemukan dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat dan kuat, serta dalam keadaan bersemangat beribadah kepada Allah, seperti ibadah puasa, sholat dan dzikir. Telah diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, bahwa dia berkata, adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila memasuki bulan Rajab, beliau berdoa, اللهم بارك لنافي رجب وشعبان وبلغنا رمضان “Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban serta pertemukanlah kami dengan Ramadhan.” (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)Catatan: Syaikh Al-Albani rahimahullah mendhaifkan hadits ini dalam kitab Dha’if al-Jaami‘ (4395) dan tidak mengomentarinya dalam kitab Al-Misykaah. Demikian juga generasi terbaik terdahulu (as-salaf ash-shalih) berdoa agar Allah menyampaikan mereka pada bulan Ramadhan dan menerima amal-amal mereka. Maka apabila telah tampak hilal bulan Ramadhan, berdoalah pada Allah: الله أكبر اللهم أهله علينا بالأمن والإيمان والسلامة والإسلام , والتوفيق لما تحبوترضى ربي وربك الله “Allah Maha Besar, ya Allah terbitkanlah bulan sabit itu untuk kami dengan aman dan dalam keimanan, dengan penuh keselamatan dan dalam keislaman, dengan taufik agar kami melakukan yang disukai dan diridhai oleh Rabbku dan Rabbmu, yaitu Allah.” (HR. At-Tirmidzi dan Ad-Darimi, dishahihkan oleh Ibnu Hayyan) 2. Bersyukur pada Allah dan memuji-Nya atas dipertemukannya dengan bulan Ramadhan. Imam An-Nawawi rahimahullah berkata dalam kitabnya Al-Adzkaar, “Ketahuilah, dianjurkan bagi siapa saja yang mendapatkan suatu nikmat atau dihindarkan dari kemurkaan Allah, untuk bersujud syukur kepada Allah Ta’ala, atau memuji Allah (sesuai dengan apa yg telah diberikan-Nya).” Dan sesungguhnya di antara nikmat yang paling besar dari Allah atas seorang hamba adalah taufiq untuk melaksanakan ketaatan. Selain dipertemukan dengan bulan Ramadhan, nikmat agung lainnya adalah berupa kesehatan yang baik. Maka ini pun menuntut untuk bersyukur dan memuji Allah Sang Pemberi Nikmat lagi Pemberi Keutamaan dengan nikmat tersebut. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak dan pantas bagi keagungan Wajah-Nya dan keagungan kekuasaan-Nya. 3. Bergembira dan berbahagia dengan datangnya bulan Ramadhan. Telah ada contoh dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau dahulu memberi berita gembira pada para sahabatnya dengan kedatangan Ramadhan. Beliau bersabda, جاءكم شهر رمضان, شهر رمضان شهرمبارك كتب الله عليكم صيامه فيهتفتح أبواب الجنان وتغلق فيه أبواب الجحيم… الحديث “Telah datang pada kalian bulan Ramadhan, bulan Ramadhan bulan yang diberkahi, Allah telah mewajibkan atas kalian untuk berpuasa didalamnya. Pada bulan itu dibukakan pintu-pintu surga serta ditutup pintu-pintu neraka….” (HR. Ahmad) Dan sungguh demikian pula as-salaf ash-shalih dari kalangan sahabat dan tabi’in, mereka sangat perhatian dengan bulan Ramadhan dan bergembira dengan kedatangannya. Maka kebahagiaan manakah yang lebih agung dibandingkan dengan berita dekatnya bulan Ramadhan, moment untuk melakukan kebaikan serta diturunkannya rahmat? 4. Bertekad serta membuat program agar memperoleh kebaikan yang banyak di bulan Ramadhan. Kebanyakan dari manusia, bahkan dari kalangan yang berkomitmen untuk agama ini (beragama Islam), membuat program yang sangat serius untuk urusan dunia mereka, akan tetapi sangat sedikit dari mereka yang membuat program sedemikian bagusnya untuk urusan akhirat. Hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran terhadap tugas seorang mu’min dalam hidup ini, dan lupa atau bahkan melupakan bahwa seorang muslim memiliki kesempatan yang banyak untuk dekat dengan Allah untuk mendidik jiwanya sehingga ia bisa lebih kokoh dalam ibadah. Di antara program akhirat adalah program menyibukkan diri di bulan Ramadhan dengan ketaatan dan ibadah. Seharusnya seorang muslim membuat rencana-rencana amal yang akan dikerjakan pada siang dan malam Ramadhan. Dan tulisan yang anda baca ini, membantu anda untuk meraih pahala Ramadhan melalui ketaatan pada-Nya, dengan ijin Allah Ta’ala. 5. Bertekad dengan sungguh-sungguh untuk memperoleh pahala di bulan Ramadhan serta menyusun waktunya (membuat jadwal) untuk beramal shalih. Barangsiapa yang menepati janjinya pada Allah maka Allah pun akan menepati janji-Nya serta menolongnya untuk taat dan memudahkan baginya jalan kebaikan. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, فَلَوْ صَدَقُوا اللَّهَ لَكَانَ خَيْراً لَهُمْ )محمد : 21( “Maka seandainya mereka benar-benar beriman pada Allah, maka sungguh itu lebih baik bagi mereka.” (QS. Muhammad:21) 6. Berbekal ilmu dan pemahaman terhadap hukum-hukum di bulan Ramadhan. Wajib atas seorang yang beriman untuk beribadah kepada Allah dilandasi dengan ilmu, dan tidak ada alasan untuk tidak mengetahui kewajiban-kewajiban yang diwajibkan Allah atas hamba-hamba-Nya. Di antara kewajiban itu adalah puasa di bulan Ramadhan. Sudah sepantasnya bagi seorang muslim belajar untuk mengetahui perkara-perkara puasa serta hukum-hukumnya sebelum ia melaksanakannya (sebelum datang bulan Ramadhan), agar puasanya sah dan diterima Allah Ta’ala. فَاسْأَلوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لاتَعْلَمُونَ) الأنبياء :7( “Maka bertanyalah pada orang-orang yang berilmu jika kalian tidak mengetahui.” (QS. Al-Anbiya’:7) 7. Wajib pula bertekad untuk meninggalkan dosa-dosa dan kejelekan, serta bertaubat dengan sungguh-sungguh dari seluruh dosa, berhenti melakukannya serta tidak mengulanginya lagi. Karena bulan Ramadhan adalah bulan taubat. Barangsiapa yang tidak bertaubat di dalamnya, maka kapankah lagi ia akan bertaubat? Allah Ta’ala berfirman, وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ) النور : 31( “Dan bertaubatlah kalian semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kalian beruntung.” (QS. An-Nur: 31) 8. Mempersiapkan jasmani dan rohani dengan membaca dan menelaah buku-buku serta tulisan-tulisan, serta mendengarkan ceramah-ceramah islamiyah yang menjelaskan tentang puasa dan hukum-hukumnya, agar jiwa
UAS Sampaikan Tips Sehat Ala Rasul, Apa Saja?
Ustaz Abdul Somad menyampaikan tausiyah di hadapan ratusan jamaah di Masjid Asy-Syifa RSCM. Dalam tausiyahnya, UAS mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang sehat dan kuat. Pada saat Perang Badar, Rasulullah menempuh jarak 150 km dari Madinah menuju Badar. Dalam perang melawan pasukan kafir Quraisy itu, Rasulullah menjadi panglima perang sembari menunggang kuda. Menunggang kuda bukan perkara mudah, pasalnya, satu jam menunggang kuda bisa sama dengan melakukan olahraga push up sebanyak 1.000 kali. “Yang lebih hebat, saat itu usia Rasulullah tidak muda lagi, yakni 55 tahun,” kata dia. Kemudian ketika melakukan haji wada, Nabi SAW memotong 63 ekor unta dengan tangannya sendiri. Setelah itu, Nabi menyerahkan hewan kurban selebihnya (37 ekor) kepada Sayyidina Ali untuk disembelihnya. Rasul lantas memerintahkan daging kurban itu diberikan kepada masakin(orang-orang miskin). “Nabi SAW itu sehat dan kaya,” kata Ustaz Somad. Lalu, di mana letak kunci sehat Nabi Muhammad SAW? Yang pertama, kata UAS, makanlah. Namun, UAS mengingatkan bahwa Nabi SAW makannya sedikit. Di sela-sela ceramahnya, UAS mengatakan bahwa Nabi SAW tidak pernah mengonsumsi santan, jenis makanan yang justru digemari sebagian besar masyarakat Indonesia. “Segala penyakit berasal dari santan. Barulah saya paham, karena Nabi tidak pernah makan santan. Orang arab menyebut kelapa sebagai ‘Jauzun Hindiyyun’. Jauzun artinya keras, dan Hindiyyun artinya india. Artinya, kelapa adalah barang antik yang tidak tumbuh di Arab,” lanjutnya. Meski Nabi SAW memakan kambing, Nabi menurut UAS, tidak memiliki penyakit darah tinggi. UAS mengklaim tidak ada hadis yang menyebutkan Nabi SAW mengalami darah tinggi. Di Maroko, masyarakat di sana umumnya mengolah kambing dengan cara dibakar. Sementara itu, dalam Islam, UAS mengatakan hewan hendaknya dipotong dengan mengucap basmallah terlebih dahulu dan darahnya kemudian dibersihkan. Menurut UAS, hewan yang telah dipotong dan hendak dimakan haruslah dibersihkan darahnya. Pasalnya, segala sumber penyakit berasal dari darah hewan tersebut. Selanjutnya, UAS mengatakan Muslim hendaknya menjaga makanan yang bisa mengundang penyakit. Karena dalam Alquran sendiri, terdapat do’a meminta keselamatan atas agama dan jasad (tubuh). UAS menekankan untuk menghindari konsumsi gula berlebihan, yang dikatakannya juga bisa menjadi asal muasal penyakit. “Penyakit muncul akibat ulah perbuatan manusia,” katanya. Segala penyakit ada di lambung. Karena itu, menurut UAS, Rasulullah dan para sahabat sangat menjaga lambung mereka dengan tidak sembarang mengonsumsi makanan. Di zaman sekarang ini, banyak jenis makanan yang memakai bahan pengawet yang berbahaya. Misalnya sering kita jumpai, ikan yang tidak dikerubuni lalat atau apel yang tidak mudah busuk dengan belatung lantaran diberi zat pestisida. Selain makanan dan minuman Nabi SAW yang sehat dan terjaga, Nabi juga selalu mengonsumsi madu. Nabi SAW menceritakan madu dan hewan yang memproduksi madu. Seperti disebutkan dalam Alquran, lebah yang menghasilkan madu mendapat tempat istimewa dalam surah an-Nahl. Dikatakan UAS, lebah hanya memakan makanan yang baik, yaitu saripati bunga, dan hanya mengeluarkan yang baik, yaitu madu. Lebah pun tidak pernah hinggap di ranting, tetapi hinggap di batang pohon yang besar. “Kata Nabi, jaga makananmu yang halalan thoyyiban. Islam mengajarkan untuk memakan makanan yang baik juga halal,” tambahnya. Sumber : https://www.republika.co.id
Sedekah Merubah Takdir
Merubah Takdir suatu hari, malaikat maut mendatangi nabi Ibrahim a.s, lalu bertanya :malaikat : “siapa anak muda yang tadi mendatangimu wahai ibrahim ?nabi Ibrahim : itu tadi sahabatku & sekaligus muridku. malaikat : ada apa dia datang menemuimu..?nabi Ibrahim : dia ingin menyampaikan akan menikah besok pagi.malaikat: wahai ibrahim, sayang sekali, umur anak itu tidak akan sampai besok pagi. Habis berkata seperti itu, malaikat maut pun pergi meninggalkan nabi Ibrahim.Hampir saja nabi Ibrahim a.s tergerak untuk memberitahu anak muda tersebut, guna menyegerakan pernikahannya malam itu juga, dan memberitahu tentang kematiannya. Tetapi langkahnya terhenti. Nabi Ibrahim a.s memilih kematian tetap menjadi rahasia Allah.. Esok paginya, nabi Ibrahim a.s ternyata melihat & menyaksikan anak muda tersebut melangsungkan pernikahannya. Haripun berganti, minggu berganti, bulan berganti, & tahun pun berganti tahun, nabi Ibrahim a.s malah melihat anak muda ini panjang umurnya sehingga usianya 70 tahun.. Nabi ibrahim a.s pun bertanya kepada malaikat maut, kenapa malaikat berbohong tempoh hari, menyampaikan jika anak muda itu akan mati besok pagi, ternyata tidak mati, bahkan umurnya panjang.. malaikat maut : dirinya memang akan mencabut nyawa anak muda tersebut, kerana Allah menahannya, dan kenapa Allah swt menahan tanganku untuk tidak mencabut nyawa anak muda itu (dahulu)…? Ketahuilah wahai Ibrahim, bahwa di malam menjelang pernikahannya, anak muda tersebut menyedekahkan 7 dirham untuk anak2 yatim, lalu anak2 yatim mendoakan nya. Allah mengganti setiap dirham 10 th dan aku di perintah kan oleh Allah, untuk tdk mencabut nyawa anak muda tersebut sebelum usianya 70 th. Dan inilah yang membuat Allah memutuskan untuk memanjangkan umur anak muda tersebut, hingga engkau masih melihatnya hidup.. Kematian memang di tangan Allah swt, justru itu, memajukan dan memundurkan kematian adalah hak Allah. Dan Allah memberitahu lewat kalam rasulnya, Muhammad saw bahwa sedekah itu bisa memanjangkan umur. Wallahu’alam Bishawab Sumber: http://sengketahati.blogspot.com saudaraku, marilah kita perbanyak bersedekah. Salurkan Zakat, Infaq dan Sedekah Anda melalui Lembaga Amil Zakat Dompet Amal Insani (LAZDAI) 💳Rekening Donasi:BNI Syariah 028 5076 892 an Yayasan Amal Insani Konfirmasi ke 0812 7946 227 (Esa) 🚙Layanan Jemput Zakat, Infaq dan Sedekah0821 7601 9865 (Nurul) ☎Info Program : 0812 7944 115 (Nur Handoyo)
Sedekah dan Segudang Manfaatnya
Suatu hari ada seorang pengemis mengetuk pintu rumah Rasulullah Saw. Pengemis itu berkata: ” saya pengemis ingin meminta sedekah dari Rasulullah.” Rasulullah bersabda: ” Wahai Aisyah berikan baju itu kepada pengemis itu”. Sayyidah Aisyah pun akhirnya melaksanakan perintah Nabi. Dengan hati yang sangat gembira, pengemis itu menerima pemberian beliau, dan langsung pergi ke pasar serta berseru di keramaian orang di pasar: ” Siapa yang mau membeli baju Rasulullah? “. Maka dengan cepat berkumpullah orang-orang, dan semua ingin membelinya. Ada seorang yang buta mendengar seruan tersebut, lalu menyuruh budaknya agar membelinya dengan harga berapapun yang diminta, dan ia berkata kepada budaknya: jika kamu berhasil mendapatkannya, maka kamu merdeka. Akhirnya budak itupun berhasil mendapatkannya. Kemudian diserahkanlah baju itu pada tuannya yang buta tadi. Alangkah gemberinya si buta tersebut, dengan memegang baju Rasulullah yang didapat, orang buta tersebut kemudian berdoa dan berkata: ” Yaa Rabb dengan hak Rasulullah dan berkat baju yg suci ini maka kembalikanlah pandanganku”. MaaSyaa Allah…dengan izin Allah, spontan orang tersebut dapat melihat kembali. Keesokan harinya, iapun pergi menghadap Rasulullah dengan penuh gembira dan berkata: ” Wahai Rasulullah… pandanganku sudah kembali dan aku kembalikan baju anda sebagai hadiah dariku”. Sebelumnya orang itu menceritakan kejadiannya sehingga Rasulullah pun tertawa hingga tampak gigi gerahamnya. Kemudian Rasulullah bersabda kepada Sayyidah Aisyah: ” Perhatikanlah baju itu wahai Aisyah, dengan berkahNya, ia telah mengkayakan orang yang miskin,Menyembuhkan yang buta,Memerdekakan budak dan kembali lagi kepada kita.” Subhanallah… Al-Imam as-Suyuti menyebutkan dalam salah satu kitabnya bahwa pahala shadaqah itu ada 5 macam: أَنَّ ثَوَابَ الصَّدَقَةِ خَمْسَةُ أَنْوَاعٍ : وَاحِدَةٌ بِعَشْرَةٍ وَهِيَ عَلَى صَحِيْحِ الْجِسْمِ ، وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِيْنَ وَهِيَ عَلَى الْأَعْمَى وَالْمُبْتَلَى ، وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِمِائَةٍ وَهِيَ عَلَى ذِي قَرَابَةٍ مُحْتَاجٍ ، وَوَاحِدَةٌ بِمِائَةِ أَلْفٍ وَهِيَ عَلَى الْأَبَوَيْنِ ، وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِمِائَةِ أَلْفٍ وَهِيَ عَلَى عَالِمٍ أَوْ فَقِيْهٍ اهـ(كتاب بغية المسترشدين) ” Sesungguhnya pahala bersedekah itu ada lima kategori : 1) Satu dibalas sepuluh (1:10) yaitu bersedekah kepada orang yang sehat jasmani. 2) Satu dibalas sembilan puluh (1:90) yaitu bersedekah terhadap orang buta, orang cacat atau tertimpa musibah, termasuk anak yatim dan piatu. 3) Satu dibalas sembilan ratus (1:900) yaitu bersedekah kepada kerabat yang sangat membutuhkan. 4) Satu dibalas seratus ribu (1: 100.000) yaitu sedekah kepada kedua orangtua. 5) Satu dibalas sembilan ratus ribu (1 : 900.000) yaitu bersedekah kepada orang yg alim atau ahli fiqih.[Kitab Bughyatul Musytarsyidin]. Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk bermurah hati, suka bersedekah dengan ikhlas. Aamiiiin… Salurkan Zakat, Infaq dan Sedekah Anda melalui Lembaga Amil Zakat Dompet Amal Insani (LAZDAI) 💳Rekening Donasi:BNI Syariah 028 5076 892 an Yayasan Amal Insani Konfirmasi ke 0812 7946 227 (Esa) 🚙Layanan Jemput Zakat, Infaq dan Sedekah0821 7601 9865 (Nurul) ☎Info Program : 0812 7944 115 (Nur Handoyo) fb. lazdai lampungIG. lazdaizakat
Ragu untuk Berkurban?
ilustrasi qurban Sebentar lagi Idul Adha. Berarti sebentar lagi harus menyiapkan hewan qurban. Bagi Pepi, seorang kepala rumah tangga yang hidup dengan 1 anak gaji pas – pasan, harga kambing minimal Rp. 1.500.000 sudah tergolong lumayan “memukul” untuk ukuran kantongnya. Terutama untuk saat ini. Banyak kebutuhan rumah tangga yang harus dibeli untuk bulan ini. Diantaranya adalah Pepi sudah terlanjur berjanji untuk membelikan sepeda untuk ulang tahun anaknya. Walau sebenarnya uang di tabungan masih cukup untuk beli kambing, jika dipaksakan tentunya. Namun pada suatu siang, Pepi menerima BBM dari seorang teman, dan langsung merubah pikiran Pepi untuk 100% berniat membeli kambing qurban. Saat itu juga. Sebelumnya, juga sudah disentil oleh seorang ustad pada sebuah pengajian. “Tahun lalu nggak qurban kambing. Tahun ini nggak qurban juga? Kemana aja lho selama setahun ini? Dikemanain aja rejeki lho selama setahun kemarin? Anda termasuk yang masih merasa ragu untuk berqurban karena uang pas – pasan? Baca cerita yang menusuk ini (kisah ini terjadi beberapa tahun yang lalu) : Cerita Penjual Hewan Qurban (oleh: Bobby Herwibowo) Setelah melayani pembeli, Saya melihat seorang ibu sedang memperhatikan dagangan kami. Dilihat dari penampilannya sepertinya dia tidak akan beli. Namun Saya coba hampiri dan menawarkan. ‚” Silahkan bu..” “Kalau yang itu berapa bang?‚ Ibu itu menunjuk kambing yang paling agak kecil. “Kalau yang itu harganya Rp 600ribu bu”, jawab Pepi. “Harga pasnya berapa?” “500ribu deh. Kalau mau silahkan..” “Uang Saya Cuma ada 450ribu, boleh gak?” Waduh..Saya bingung, karena itu harga modal kami, akhirnya Saya berembug. ”Bismillah ambilah Bu,“ kata Saya. Saya pun mengantar kambing ibu. Ketika sampai di rumah ibu tersebut, Saya terkejut..! “Astaghfirullaah.. Allahu Akbar..!” Terasa mengigil seluruh badan Saya ketika melihat keadaan rumah ibu tersebut. Ibu itu hanya tinggal bertiga dengan ibu dan satu orang anaknya di rumah gubuk berlantai tanah. Saya tidak melihat tempat tidur/kasur, yang ada hanya dipan kayu beralas tikar lusuh. Diatas dipan, sedang tertidur seorang nenek tua kurus. ”Mak.. bangun mak, nih liat Sumi bawa apa…” Perempuan tua itu terbangun. “Mak, Sumi udah beliin kambing buat emak qurban, ntar kita bawa ke Masjid ya mak…” Orang tua itu kaget namun terlihat sorot bahagia di matanya. Sambil mengelus-elus kambing, orang tua itu berucap, “Alhamdulillah… akhirnya kesampaian juga emak berqurban…” “Nih bang duitnya, maaf ya kalau Saya nawarnya kemurahan, Saya hanya kuli cuci, Saya sengaja kumpulkan uang untuk beli kambing yang mau Saya niatkan buat qurban ibu saya…” Duh GUSTI… Ampuni dosa hamba… Hamba malu berhadapan dengan hambaMU yg satu ini. HambaMU yang Miskin Harta tapi dia kaya Iman. Seperti bergetar bumi ini setelah mendengar kalimat dari ibu ini. “Bang nih ongkos bajajnya.!” panggil si Ibu. “Sudah bu, biar ongkos bajaj Saya yang bayar.” Saya buru buru pergi sebelum ibu itu tahu kalau mata ini sudah basah karena tak sanggup mendapat teguran dari Allah swt Semoga cerita ini bermanfaat.. ———– Hati Pepi bergetar setelah membaca. Ada rasa bersalah didalam dirinya. Air mata pun menitik pelan. Rasa sesal yang selalu hadir di saat-saat kebimbangan seperti ini. Tanpa pikir panjang lagi, Pepi pun segera bergegas berlari ke ATM dan menghampiri pedagang kambing di dekat rumahnya. Kita yang punya uang pas–pasan, malu banget ya kalau baca cerita tadi? Lebih malu lagi kalau habis baca ini tidak segera membeli kambing. Lebih malu lagi kalau habis baca ini cuma mengambil tisu dan mewek saja. BERGERAAAAKKK…..!!!! AMBIL UANGMUUU…..!!!!! BELI KAMBING….!!!!! SERAHKAN KE MASJID atau LEMBAGA ZAKAT TERDEKAT….. Bismillah….. Semoga Allah akan mengganti dengan yang lebih baik….. Sekian. Sumber : http://www.jamilazzaini.com
Rahasia Mengundang Rezeki
Akhir-akhir ini, saya banyak merenung tentang spiritualitas, kehidupan, bisnis, profesi dan juga tentang masa depan negeri ini. Salah satu perenungannya saya adalah “kerja keras bukanlah jalan utama datangnya rezeki”. Betapa banyak orang yang bekerja keras demi menambah penghasilan namun masih mengeluh tentang penghasilan yang mereka dapatkan. Setiap ada orang yang sudah merasa bekerja keras namun masih mengeluh tentang penghasilannya, saya jadi teringat perkataan guru bisnis saya “rezeki itu bukan dikejar tetapi diundang”. Rezeki itu Ibarat ayam kampung, apabila kita mengejarnya maka ayam itu akan berlari. Tetapi apabila kita mengundangnya dengan cara memberi makan, ayam kampung itu akan mendatangi kita. Itulah cara bekerja rezeki. Agar kita tidak kelelahan menjalani hidup, mari kita prioritaskan mengundang rezeki bukan mengejarnya. Apabila kita rajin dan konsisten mengundangnya maka Sang Maha Pemberi Rezeki akan mengirimkan rezeki berlimpah ruah dengan berbagai cara. Bagaimana cara mengundangnya? Menurut saya, hal besar yang bisa mengundang rezeki adalah tebarlah manfaat dan solusi. Kerja keras dan kerja cerdas memang bisa mengundang rezeki tetapi ternyata daya undangnya lemah. Daya undang yang tertinggi adalah apabila orang tersebut menebar banyak manfaat dan solusi bagi banyak permasalahan yang dihadapi masyarakat. Semakin banyak dan semakin jitu solusi yang kita tawarkan, rezeki akan terus mengalir meski kita sedang tidur. Contohnya bisa kita lihat saat ini, para pelaku bisnis teknologi informasi memperoleh penghasilan berlimpah karena ia memberi banyak manfaat dan menghadirkan solusi bagi banyak orang. Melalui merekalah, banyak orang bisa menjalankan bisnis secara online dari rumah tanpa persyaratan yang berbelit tanpa modal yang mencekik. Melalui mereka pula, saudara dan teman yang lama tak jumpa bisa tersambung kembali lewat social media yang mereka ciptakan. Komunikasi antar sesama menjadi lebih cepat dan lebih murah bahkan banyak fasilitas gratis yang mereka berikan. Rezeki berupa harta terus mengalir kepada mereka hampir setiap detik dan kedipan mata. Silahkan direnungkan, “apa manfaat yang hendak rutin Anda berikan kepada teman kerja, saudara, dan banyak orang? Solusi solusi apa yang hendak Anda ciptakan untuk membantu kehidupan orang lain menjadi lebih baik? Temukanlah dan berkomitmen kuatlah untuk mewujudkannya. Percayalah, Sang Maha Pemberi Rezeki akan sering mengirimkan banyak rezeki kepada Anda bahkan boleh jadi tanpa jeda. Mari sama-sama kita lakukan. Salam SuksesMulia Sumber : http://www.jamilazzaini.com
Istiqamah Berinfak
Oleh: Nasirul Haq Allah SWT berfirman, “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. Yaitu orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya, dan memaafkan kesalahan orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS Ali Imran [3]: 134). Salah satu ciri orang bertakwa (muttaqin) adalah gemar berinfak, baik dalam keadaan lapang maupun sempit, saat senang maupun susah, di waktu kaya maupun miskin, dan ini dilakukan secara istiqamah. Dalam kondisi apa pun, orang bertakwa akan selalu ingin berbagi dan memberi kebaikan kepada sesamanya. Meskipun jumlahnya sedikit, jika dilandasi keikhlasan, semata-mata mencari ridha Allah Ta’ala, nilainya sangat mulia di sisi-Nya. Kebanyakan manusia merasa sulit memberikan apa yang dimilikinya, meskipun dalam keadaan lapang, apalagi sempit. Alasan utama mereka adalah kebutuhan yang belum tercukupi. Padahal, kebutuhan akan selalu menyertai manusia. Tak akan ada habisnya. Perintah berinfak di waktu lapang bertujuan menghilangkan sikap sombong, tamak, serakah, dan cinta harta secara berlebihan. Berinfak di kala susah bertujuan membangun kesadaran bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengingatkan kita agar tidak segan dan malu bersedekah, walaupun hanya dengan sebiji kurma. Beliau bersabda, “Jauhkanlah dirimu dari api neraka walaupun dengan (bersedekah) sebutir kurma.” (Muttafaq alaih). Abu Bakar RA, saat bersiap mengikuti Perang Tabuk, menyerah kan seluruh hartanya. Umar bin Khattab RA menyerahkan separuhnya. Utsman bin Affan menginfakan 300 ekor unta dengan perlengkapannya plus uang 1.000 dinar. Abdurrahman bin Auf tak mau ketinggalan. Ia menginfakkan hartanya senilai 4.000 dirham perak dan 40 ribu dinar emas. Pada saat yang sama, seorang sahabat yang miskin bernama Abu Uqail juga ingin berinfak, tetapi tidak memiliki harta. Hidupnya susah dan sulit. Lalu, ia datang kepada Rasulullah SAW dengan membawa satu sha’ kurma (setara dengan 3 kg). Meskipun jumlah yang diinfakkan Abu Uqail tak banyak, tingkat pengorbanannya sama dengan Umar bin Khattab yang juga menyerahkan setengah dari harta yang ia miliki. Rasulullah SAW mengingatkan kita bahwa harta yang sesungguhnya adalah apa yang telah kita infakkan di jalan Allah. Dalam suatu riwayat yang diceritakan oleh Abdullah bin Mas’ud RA, Rasulullah SAW bertanya kepada sahabatnya, “Siapakah di antara kalian yang harta ahli warisnya lebih ia cintai daripada hartanya sendiri?” Para sahabat menjawab, “Tidak ada di antara kami kecuali hartanya (sendiri) lebih ia cintai.” Rasulullah SAW berkata lagi, “Sungguh hartanya adalah apa yang telah ia infakkan dan harta ahli warisnya adalah yang ia tinggalkan (tidak diinfakkan).” (HR Bukhari). Wallahu a’lam. Sumber : https://www.republika.co.id
The Magic of Infaq, Keajaiban Infak yang Saya Rasakan
Sumber gambar : www.iconfinder.com Oleh: Farida Miaty Selamat pagi, kawan. Semoga hari ini untaian waktu kita diisi dengan aktivitas yang bermanfaat. Saya ingin bercerita tentang sebuah kata: infak. Sebuah kata yang baru saja benar-benar menginspirasi saya. Selama ini, berkali kali, bahkan mungkin sudah beribu kali, saya mendengarkan kalimat yang menganjurkan untuk tidak takut bersedekah (yang banyak), walaupun kondisi kita dalam keterbatasan. Karena, katanya, apa yang kita sedekahkan itu akan kembali kepada kita berkali kali lipat jumlahnya, bahkan mungkin kualitasnya. Tapi, jujur, merealisasikan teori itu sungguh tidak mudah. Apalagi ketika menyadari bahwa diri ini adalah manusia biasa, yang punya banyak keinginan, yang punya banyak hal untuk dipenuhi dengan bantuan uang. Walaupun sebenarnya uang itu ditujukan untuk membeli barang barang yang bermanfaat seperti buku bacaan. Pastinya, dalih itu terucap di dalam hati bahkan ucapan. Walau ada juga yang mungkin sekedar menggunakannya untuk membeli baju-baju model terbaru (atau baju-baju mahal yang diskonan, bagi yang uangnya memang terbatas sangat). Itulah tantantangannya. Seringkali nafsu itu lebih merajai dari pada nurani. Untuk membeli baju yang harganya Rp 70 ribu ikhlas ikhlas saja, tapi untuk berinfaq Rp 1.000 rupiah saja terasa berat. Untuk membeli buku seharga ratusan ribu, apalagi, betapa leganya bisa menggunakan uang untuk memiliki buku bermanfaat itu. tapi ternyata, berinfaq sebesar Rp 5.000 rupiah saja sangat berat. Alkisah, suatu hari di beberapa waktu yang lalu, saya mencoba melawan nafsu saya. Selain menggunakannya untuk hal-hal bermanfaat, maka dengan keras kucoba merelakannya keluar untuk sekedar berinfak, lebih dari biasanya yang kadang bahkan hanya kukeluarkan sebesar Rp 500 rupiah saja. Astaghfirullah… Maka, saya bertekad. Dan meyakini sepenuh hati, bahwa Allah Mahatahu dan tidak akan meninggalkan hamba-Nya dalam kekurangan. Sekali, akhirnya saya berhasil melawan nafsu saya. Dua kali, alhamdulillah…walau berkurang dari yang pertama, tapi cukup lebih dari yang biasa. Well, saya akan mencobanya lagi nanti. Dan tetap dengan keyakinan, bahwa Allah Mahatahu dan Allah tak pernah mengingkari janji-Nya. Waktu berputar seperti biasa. Perasaan menyesal itu mungkin akan merajai jika saja tak saya mantapkan keyakinan itu. Hingga suatu hari tiba… Ada seseorang, yang saya kenal di masa lalu, bahkan hampir hilang dari memori saya, mengabarkan bahwa berkesempatan mengikuti Seminar bertaraf international: gratis. Alhamdulillah… Lalu, beberapa hari berlalu lagi hingga habis waktuku untuk memperoleh kesempatan itu. Aku masih penuh dengan agenda- agenda lain yang memerlukan diri saya. Tapi, saya tak menyerah. Kesempatan itu telah datang, maka saya juga berhak untuk memperjuangkannya. Well, akhirnya saya mendapatkan kesempatan kedua, satu hari saya diberi waktu. Dan, that’s the moment ! Mungkin bagi sebagian orang, itu adalah hal biasa saja, tapi bagi saya, itu adalah hal luar biasa. That’s a magic. Saya menemukan rangkaian nama dan kata-kata saya dalam sebuah buku setebal 5 cm dan segera akan dimiliki puluhan manusia nanti, tak lama lagi, setelah itu semua. Finally, saya akan segera memenuhi salah satu target saya : memiliki buku bertulis nama saya. Alhamdulillah…semoga semuanya berjalan dengan lancar. Sumber : http://republika.co.id
