OASE

Mengapa Mengeluh?

LAZDAI Peduli 1 menit baca
Bagikan:
Mengapa kau mengeluh rezekinya sempit, padahal pekerjaan yang kau lakukan kualitasnya memang hanya “recehan” dan kau terjebak pada rutinitas yang menjemukan? Rezeki memang datang dari Allah tetapi bagaimana agar rezeki datang kepadamu dengan deras, tugasmulah yang menciptakan jalannya.

Jangan berharap sesuatu yang besar bila nyalimu kecil, pekerjaanmu tak berkualitas dan kau tak berani melakukan terobosan.

Mengapa kau mengeluh banyak hutang, padahal itu ulah perilakumu yang lebih mengedepankan keinginan dari pada kebutuhan? Lebih mengedepankan gengsi dibandingkan esensi. Lebih mengedepankan pujian orang daripada menata dan memperbaiki kehidupanmu.

Mengapa kau mengeluh karir atau bisnismu stagnan, bukankah itu akumulasi dari perilakumu selama ini? Kerja asal kerja, bisnis asal bisnis. Sesuatu yang dilakukan asal-asalan hasilnya merugikan. Terlihat kerja tetapi menyiksa. Terlihat sibuk tapi tak menghasilkan. Lelah tapi tak dapat rupiah. Lelah tapi tak tercatat sebagai ibadah.

Mengapa kau mengeluh ini dan itu padahal perilakumu juga cuma ini dan itu. Tahu diri dong kalau mau ngeluh. Semua yang terjadi itu karena ulahmu. So, mengapa kau harus mengeluh? Bukankah itu berarti “menepuk air di dulang terpercik muka sendiri?”

Mengeluh itu manusiawi tetapi bila terlalu banyak mengeluh itu artinya hidupmu sedang jatuh ke dasar bumi.

Sumber : http://www.jamilazzaini.com
Bagikan:

Ingin Ikut Berbagi Kebaikan?

Setiap donasi yang Anda salurkan lewat LAZDAI Peduli dikelola secara amanah dan transparan untuk program seperti di atas.

Donasi Sekarang
Tentang Penulis
LAZDAI Peduli

LAZDAI Peduli

Tim Redaksi LAZDAI Peduli

Menulis kabar penyaluran dan program kebaikan LAZDAI Peduli untuk masyarakat Lampung.