Cara Menguatkan Mental Sebagai Muslim

Jika kita bicara cara menguatkan mental dalam Islam, kita bisa mengambil hikmah dari perjalanan Rasulullah SAW dalam berdakwah. Bagaimana beliau menempa mental para sahabat, sehingga memiliki mental yang sangat kuat. Kita membaca dalam sejarah, bagaimana para sahabat begitu tahan dengan ancaman, godaan, siksaan bahkan melakukan perjalanan hijrah yang sangat jauh melalui gurun yang panas dan di tengah ancaman musuh. Belum lagi, bagaimana kekuatan mental saat sedang menghadapi peperangan. Dan kebanyakan perang saat itu jumlah pasukan musuh jauh lebih besar daripada pasukan kaum Muslimin. Lalu apa rahasia dari cara Rasulullah SAW menguatkan mental para sahabat? Dan bagaimana agar bisa kita terapkan sehingga kita bisa meraih sukses dunia dan akhirat. Kuncinya Adalah Keyakinan Dalam awal-awal dakwah Rasulullah SAW ditekankan tentang keyakinan. Pertama tentu saja meluruskan berbagai keyakinan masyarakat yang menyimpang saat itu. Tentang keyakinan terhadap Allah. Keyakinan yang benar dan lurus itu sangat penting. Berikutnya juga ditekankan tentang keyakinan akan hari kiamat, syurga, dan neraka. Yang maknanya akan ada pertanggungjawaban terhadap apa yang kita lakukan. Kemudian keyakinan akan adanya balasan surga dan neraka. Memiliki motivasi yang kuat sangat penting dalam meraih sukses. Dari keimanan inilah muncul sikap ikhlas di hati para sahabat. Ikhlas disaat tujuan akhir dari setiap perbuatan hanya karena dan untuk Allah semata. Saat ikhlas sudah tertancap di hati, maka tidak ada hal lain yang bisa menghalangi. Begitu pun, jika kita ingin sukses baik dalam karir, bisnis, dan kehidupan lainnya, keyakinan menjadi fundamental yang sangat penting. Anda perlu memiliki keyakinan yang benar dan juga yakin akan konsekuensi atas apa yang kita lakukan. Kuat lemahnya mental Anda dimulai dengan keyakinan. Miliki keyakinan atas diri Anda, keyakinan terhadap apa yang akan kita raih, dan keyakinan bahwa Allah Maha Kuasa. Jika Allah sudah berkehendak, tidak ada yang bisa menghentikannya. Kemudian, niatkan bekerja Anda, bisnis Anda, dan apa pun kegiatan Anda untuk beribadah kepada Allah. Kemudian menjalankannya dengan ikhlas, sehingga bukan hanya manfaat di dunia yang kita dapatkan juga pahala di akhirat kelak. Ini adalah langkah awal yang merupakan fondasi dari kekuatan mental Anda. Tanpa ini kekuatan mental Anda tidak akan kuat. Dan jika kekuatan mental Anda masih lemah saat ini, maka terus tingkatkan keimanan dan keihklasan Anda. Bershabar Dalam Kesulitan Dakwah di awal itu sangat berat. Jumlah pemeluk Islam masih sedikit dan penolakan yang sangat besar dari penyembah berhala saat itu. Tentu akan menghadapi berbagai kesulitan. Dan Rasulullah SAW dan para shahabat menjalaninya dengan penuh keshabaran. Otot akan menjadi kuat saat kita rajin mengangkat beban yang berat. Jika beban ringan atau tanpa beban sama sekali, tidak akan pernah memperkuat otot kita. Begitu juga dengan mental kita. Kekuatan mental kita ditempa disaat kita sedang menghadapi kesulitan. Dan Islam sudah menyiapkan metode dalam menghadapi kesulitan yaitu shabar. Jika kita selalu bershabar dalam kesulitan, maka mental kita akan kuat. Semakin sering kita menghadapi kesulitan, akan semakin kuat mental kita. Jadi, sebenarnya kesulitan berupa ujian dan cobaan ujungnya akan membuat kita lebih baik, jika kita bershabar. Bahkan, jika perlu Anda cari kesulitan itu. Jika Anda hidup sudah nyaman, lakukan hal-hal yang sulit. Yang dimaksud sulit disini adalah sesuatu yang menantang. Jangan hanya melakukan sesuatu yang biasa. Misalnya membangun bisnis baru. Tentu Anda akan mengalami kesulitan, kemudian bershabar menjalaninya, dan kekuatan mental Anda akan meningkat. Atau punya target baru untuk meningkatkan penghasilan hingga 10X lipat. Jika kita mau, gantilah kosakata “kesulitan” menjadi “tantangan”. Mulai sekarang, gunakan tantangan. Baik tantangan karena kondisi atau tantangan yang sengaja kita buat yang akan membuat diri kita menjadi lebih baik. Berlatih Mengendalikan Hawa Nafsu Godaan untuk menghentikan dakwah begitu besar. Semuanya memanfaatkan hawa nafsu. Misalnya godaan harta, wanita, dan juga rasa aman jika berhenti dari dakwah. Namun itu semua tidak menghentikan dakwah Rasulullah SAW dan para shahabat karena mampu mengatasi godaan hawa nafsu. Mental yang lemah adalah mereka yang tidak bisa mengendalikan hawa nafsu. Semua hawa nafsu dan amarah salah satunya. Termasuk hawa nafsu makan, biologis, dan berbagai hawa nafsu lainnya. Artinya kita perlu dengan sengaja melatih untuk mengendalikan hawa nafsu. Dan Islam pun sudah penuh dengan tool yang bisa kita gunakan untuk melatih hawa nafsu. Semua ibadah bisa untuk melatih mengendalikan hawa nafsu, terutama ibadah puasa. “Orang kuat bukanlah orang yang sering menang berkelahi, akan tetapi orang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya ketika marah.” (Hadits dari Abu Hurairah dengan derajat Muttafaq ‘alaih) Kita sering menemukan hadist yang membahas marah sebagai salah satu bentuk hawa nafsu. Sebenarnya bukan hanya marah. Namun marah bisa menjadi contoh ideal, sebab marah termasuk hawa nafsu yang sulit dikendalikan. Jika kita bisa mengendalikan hawa nafsu saat marah, maka yang lainnya akan bisa dengan mudah. Tinggal kita mengadaptasi metodenya untuk hal lain. Mampu mengendalikan marah juga, sebagai bukti bahwa kita memiliki kekuatan mental. Dari berbagai hadist, berikut cara yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk mengatasi marah (sumber): Membaca ta’awudz, karena marah bisa menjadi dorongan dari syaithan. Tahan marah Anda. Ambil posisi yang lebih rendah, jika saat berdiri, duduklah. Jika saat duduk, berbaringlah. Ingat-ingat balasan orang yang bisa mengendalikan amarah. Segera Berwudhu atau Mandi. Maka latihlah untuk mengendalikan marah. Saya punya cara melatih mengendalikan marah yang berupa latihan meta (dalam pikiran). Sering kali kita bisa lebih mudah praktek dalam kenyataan setelah melatihnya dalam pikiran. Miliki mindset bahwa marah itu tidak baik. “Jangan kamu marah, maka kamu akan masuk Surga.” (HR Ath-Thabrani). Jika kita terus beralasan bahwa marah kita benar dan baik, maka kita akan sulit berhenti marah. Muhasabah. Cobalah evaluasi apa saja yang sering membuat kita marah. Catat jika perlu. Termasuk perlakuan anak, pasangan, teman, tetangga, bahkan status orang di media sosial. Atau kondisi-kondisi tertentu. Pemicu marah setiap orang akan berbeda-beda. Perenungan. Mengapa kita harus marah terhadap kondisi tersebut? Jika kita selalu memiliki pembenaran akan kemarahan kita, kembali ke no 1. Carilah alasan bahwa kita sebenarnya tidak perlu marah. Ada cara lain, tanpa marah, untuk kebaikan yang kita inginkan. Sugesti diri. Jika langkah 3 sudah berjalan baik, maka sugestikan kepada diri sendiri bahwa Anda tidak akan marah lagi saat menemukan kondisi yang sama. Misalnya, “Saya tidak akan marah lagi saat anak saya mengganggu.” Begitu juga untuk kondisi lain dan lakukan secara berulang. Visualisasikan. Langkah no 4 bisa dibantu
Hari Senin dan Kemuliaannya

Istilah “ I Hate Monday” masih melekat kuat di benak kita. Padahal dalam Islam sendiri, hari senin merupakan hari yang penuh dengan keistimewaan. Hari senin merupakan hari dimana pintu-pintu surga terbuka lebar, sehingga kita bisa melakukan beragam kebaikan sebagai ladang pahala di waktu ini. Jadi, seharusnya kita bisa menjadi lebih semangat untuk menyambut hari kelahiran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam ini. Tidak hanya itu, ada berbagai macam keistimewaan hari senin lainnya yang perlu sahabat baik ketahui, diantaranya adalah sebagai berikut. Hari lahirnya Rasulullah SAW Keistimewaan hari senin dalam islam yang pertama, yang mana juga menjadi hari yang spesial bagi umat muslim dunia, pasalnya hari senin merupakan hari kelahiran Nabi besar kita yakni Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam . Sebagaimana yang disebutkan pada QS. Al Ahzab ayat 21 yang artinya, “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.” (QS. Al Ahzab: 21) Berdasar ayat diatas kita bisa ambil hikmah bahwa sebagai hari lahirnya suri teladan bagi kita umat muslim, hendaknya kita selalu menyambut hari senin dengan perasaan yang senang dan semangat dalam menjalaninya. Dosa-dosa akan diampuni Keistimewaan hari senin dalam Islam yang kedua adalah diampuninya dosa – dosa kita. Pada hari minggu malam kita seringkali mengeluh karena sebentar lagi akan bertemu dengan hari senin. Padahal seharusnya kita lebih semangat ketika mengingatnya. Pasalnya, pada hari senin ini dosa-dosa akan diampuni Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga sebaiknya kita senantiasa bersyukur jika akan bertemu hari senin. Seperti sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam pada HR. Muslim yang artinya, “Pintu-pintu Surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan, Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai.” (HR. Muslim) Hari diturunkannya Al Qur’an Sebagaimana diriwayatkan pada HR. Muslim, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam pernah bersabda yang artinya, “Di hari itulah saya dilahirkan, dan pada hari itu pula, wahyu diturunkan atasku.” (HR. Muslim) Dari hadits tersebut dapat diketahui bahwa hari senin tidak hanya bertepatan pada kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam, tapi juga merupakan hari diturunkannya Al Qur’an sebagai kitab suci umat muslim di dunia. Hari yang baik untuk berbagi kepada sesama Sebagai hari dimana pintu-pintu surga terbuka lebar, hari senin adalah kesempatan baik untuk kita dalam melakukan kebaikan. Ada banyak kebaikan yang bisa kita lakukan, salah satu amal baik yang mendatangkan banyak pahala yakni dengan berbagi kepada sesama. Dengan berbagi, kita dapat memberikan banyak manfaat kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Di era yang serba digital sekarang ini, kita bisa berbagi melalui berbagai media online yang bisa di akses kapan saja. Kita dapat menyalurkan kebaikan baik dengan cara ikut berdonasi melalui media online yang pastinya dapat membantu banyak orang di luar sana yang membutuhkan uluran tangan dari kita. Sebarkan bantuanmu untuk mereka yang membutuhkan dan tetaplah semangat menjalani hari senin. Jalani hari senin kita dengan banyak melakukan amal shaleh dan menyebarkan kebaikan. Dianjurkan Rasulullah SAW untuk berpuasa Selain pernyataan diatas, hari senin juga merupakan hari yang spesial bagi kita sebagai umat muslim karena kita bisa berpuasa sunnah sebagaimana yang dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam. Pada HR. At Tirmidzi, beliau bersabda yang artinya, “Amal-amal manusia diperiksa pada setiap hari Senin dan Kamis, maka aku menyukai amal perbuatanku diperiksa sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. At Tirmidzi) Dengan berpuasa di hari senin, kita dapat mendapatkan berbagai manfaat yang bisa kita dapat mulai dari menambah amalan, menghindarkan diri dari godaan hawa nafsu hingga sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang sudah kita dapatkan. Nah, itulah macam – macam keistimewaan hari senin dalam Islam yang perlu Sahabat baik ketahui. Jadi jangan benci hari senin lagi ya! Sumber
Verifikasi Data LAZDAI oleh KEMENAG Provinsi Lampung

Bismillah. Assalamu’alaikum wr wb. Semoga kesehatan dan keberkahan Allah senantiasa menaungi Bapak/Ibu Dermawan yang berbahagia. Izin melaporkan. Alhamdulillah hari ini (30/8/2022) LAZDAI menerima kunjungan dari perwakilan Kemenag Provinsi Lampung, dalam rangka Verifikasi kelengkapan data untuk penerbitan perpanjangan izin operasional LAZDAI Lampung. Mohon do’a Bapak/Ibu Dermawan agar LAZDAI semakin amanah dan profesional dalam mengelola titipan dana ziswaf dari para Donatur. Aamiin. Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menyalurkan dana zakat, infaq dan sedekahnya melalui LAZDAI. Semoga Allah menggantikannya dengan yang lebih baik dan menjadi keberkahan bagi kita semua. aamiin Wassalamu’alaikum wr wb. Mari bersama berbagi manfaat dan kebahagiaan yang semakin meluas. Rekening donasi BSI 7007048108 an. LAZDAI (Infaq/Sedekah) BSI 1610201403 an. LAZDAI (Zakat) konfirmasi dan informasi wa.me//+628117999300 (Admin Lazdai)
Laporan Rutin LAZDAI ke BAZNAS Kota

Bandarlampung, 30 Agustus 2022 – Lembaga Amil Zakat Dompet Amal Insani (LAZDAI) Lampung yang diketuai oleh Bp.Nurhandoyo menyerahkan MidYearReport (laporan tengah tahun) 2022 kepada BAZNAS Kota Bandarlampung. Laporan rutin ini disampaikan sebagai bentuk kepatuhan LAZDAI terhadap Regulasi/Peraturan perundangan bahwa LAZ resmi harus menyampaikan laporan kepada pemerintah yang diwakili oleh BAZNAS. Adapun Laporan diserahkan langsung oleh Nurhandoyo selaku Direktur LAZDAI Lampung didampingi Prihtiono (Yayasan) dan diterima oleh Waka2 Pimpinan BAZNAS Kota Bandarlampung Bp.Cahyo Prabowo. LAZDAI Lampung akan terus berkomitmen menghimpun-menyalurkan dan melaporkan atas donasi ZISWAF yang diamanahkan dari muzakki untuk mustahik. Semoga komitmen ini menjadi keberkahan untuk Lampung dan Indonesia
Luasnya Sedekah

Suatu ketika Nabi Muhammad SAW mengingatkan jangan membiarkan satu hari berlalu tanpa sedekah. “Tiap-tiap jiwa keturunan Adam tanpa kecuali harus bersedekah setiap hari di mana matahari terbit di dalamnya.” Salah seorang sahabat yang merasa tidak memiliki kelebihan harta untuk disedekahkan bertanya; Bagi orang seperti kami bagaimana bisa bersedekah, wahai Rasulullah? Nabi menjelaskan; “Sesungguhnya pintu kebajikan itu banyak. Mengucapkan tasbih, tahmid, takbir, tahlil dengan khidmat dan khusu, merupakan sedekah. Mengajak orang kepada yang baik dan melarang dari yang mungkar merupakan sedekah. Menyingkirkan batu dari jalan untuk memudahkan orang lewat, merupakan sedekah. Menuntun orang buta menyeberang jalan, merupakan sedekah. Memberi petunjuk kepada orang yang bertanya kepadamu, merupakan sedekah. Membantu orang-orang yang lemah dengan kekuatan dua betismu dan dua lenganmu, adalah sedekah. Bahkan senyumanmu ketika berhadapan dengan saudaramu, juga merupakan sedekah.” (H.R. Bukhari dan Muslim) Hadis di atas memberi pemahaman bahwa sedekah memiliki makna yang luas. Setiap orang dapat melakukannya. Sedekah tidak dibatasi dalam bentuk materi yang hanya orang-orang mampu dan kaya bisa melakukannya. Ucapan yang menyejukkan hati atau senyum simpatik kepada orang lain juga merupakan sedekah. Tidak dipersoalkan sedekah itu banyak atau sedikit, berupa materi atau bukan, tapi yang penting ialah hasrat dan niat suci untuk mengukir jasa baik sepanjang hidup. Sedekah mengisyaratkan betapa luasnya lapangan amal kebajikan bagi seorang muslim. Setiap orang dapat berpartisipasi. Sedekah berfungsi merekat hubungan antar-manusia berlandaskan rasa empati, kasih sayang, dan persaudaraan. Memberi adalah sumber kebahagiaan. Seorang muslim merasa bahagia jika dapat membahagiakan orang lain di sekitarnya. Ketika seorang sahabat bertanya kepada Nabi, “Siapakah manusia yang paling baik?” Nabi menjawab, “Orang yang memberi manfaat kepada orang lain.” Sahabat itu bertanya lagi, “Amal apa yang paling utama?” Dijawab, “Memasukkan rasa bahagia pada hati orang yang beriman.” (H.R. Thabrani) Sejarah mengabadikan khutbah pertama Nabi Muhammad SAW di Madinah, setelah hijrah dari Mekkah, dalam kesempatan shalat Jumat pertama di tahun pertama Hijriyah, mengemukakan keutamaan sedekah. “Maka siapa yang mampu memelihara dirinya dari (siksa) neraka, meskipun dengan hanya sepotong korma, maka lakukanlah itu. Dan siapa yang tidak memperoleh (suatu apa pun), maka dengan ucapan kata-kata yang baik. Sesungguhnya segala kebajikan akan diberi ganjaran sepuluh kali sampai tujuh ratus kali lipat.” Dalam sebuah hadis dijelaskan jenis amal jariyah yang terkait secara langsung dengan kebutuhan dan kemaslahatan umum. “Sesungguhnya amal saleh yang akan menyusul seorang mukmin setelah dia meninggal dunia kelak, ialah ilmu yang dia ajarkan dan sebarkan, anak saleh yang dia tinggalkan, mushaf Quran yang dia wariskan, masjid yang dia bangun, rumah tempat singgah musafir yang dia dirikan, sungai (irigasi) yang dia alirkan, dan sedekah yang dia keluarkan di kala sehat dan masih hidup. Semua itu akan menyusul ketika seseorang meninggal dunia kelak.” (H.R. Ibnu Majah dan Baihaqi). Semua amal jariyah yang memberi manfaat kepada sesama, akan tetap mendatangkan pahala bagi pelakunya meski telah meninggalkan alam dunia. Sebagian besar amal jariyah selalu berkaitan dengan kehidupan sosial dan kemanusiaan. Spirit sedekah perlu diamplifikasi untuk menangkal sikap mementingkan diri sendiri, kesenjangan sosial dan pengagungan materi yang merusak keharmonisan kehidupan dalam masyarakat. Salah seorang ulama, Bisyr al-Hafi dalam kutipan Dr. Syekh Yusuf Al-Qaradhawi pada Fiqih Prioritas menuturkan, Kalau kaum muslimin mau memahami, memiliki keimanan yang benar, dan mengetahui makna fiqih prioritas, maka dia akan merasakan kebahagiaan yang lebih besar dan suasana kerohanian yang lebih kuat, setiap kali dia dapat mengalihkan dana ibadah haji (bagi yang telah pernah menunaikan haji yang wajib) untuk memelihara anak-anak yatim, memberi makan orang-orang yang kelaparan, memberi tempat perlindungan kaum yang terlantar, mengobati orang sakit, mendidik orang-orang yang tidak berilmu, atau memberi kesempatan bekerja kepada mereka yang menganggur. Setiap muslim, dalam spirit taat kepada Allah dan peduli kepada sesama, dianjurkan senantiasa menanam kebajikan dengan berbuat baik bagi kepentingan sesama sebagai sarana yang mengantarkan kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Ali Syariati, pemikir muslim asal Iran mengatakan, Seorang yang saleh tak akan dibiarkan sendiri oleh kehidupan. Kehidupan akan menggerakkannya dan zaman akan mencatat amal baiknya. Wallahu alam bisshawab Sumber
Kok Sedekah di Hari Jumat?

Sedekah bisa dilakukan tanpa batasan. Artinya sedekah bisa dilakukan kapan saja, dimana saja dan kepada siapa saja yang membutuhkan. Harta yang disedekahkan juga bisa berapapun sesuai kemampuan dan keikhlasan. Meskipun sedekah bisa dilakukan kapan saja, tetapi ada waktu yang mustajab, salah satunya di hari Jumat. Hari Jumat merupakan hari raya bagi umat muslim. Banyak keutamaan yang bisa didapatkan dengan melakukan sedekah di hari Jumat. Hari Jumat menjadi hari yang paling utama dari semua hari dalam seminggu. Hari Jumat merupakan hari yang paling penuh barokah dan Allah SWT sudah mengkhususkan hari Jumat hanya untuk umat muslim dari seluruh kaum umat terdahulu. Imam Syafii dalam kitab Al-Umm pada bab “Hal-hal yang Diperintahkan di Hari dan Malam Jumat”, meriwayatkan hadits berikut: بَلَغَنَا عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى أَنَّ رَسُولَ اللهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَكْثِرُوا الصَّلَاةَ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَإِنِّي أُبَلَّغُ وَأَسْمَعُ قَالَ وَيُضَعَّفُ فِيهِ الصَّدَقَةُ “Telah sampai kepadaku dari Abdillah bin Abi Aufa bahwa Rasulullah bersabda, ‘Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku di hari Jumat sesungguhnya shalawat itu tersampaikan dan aku dengar’. Nabi bersabda, ‘Dan di hari Jumat pahala bersedekah dilipatgandakan’.” (Imam Asy Syafii, al-Umm, juz 1, hal. 239). Seseorang tetap dianjurkan bersedekah kapan saja dan lebih utama lagi dilakukan di hari-hari spesial seperti Jumat. Sedangkan orang yang bersedekah, Allah memujinya dalam Al-Qur’an. وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ، الَّذِينَ إِذا ذُكِرَ اللهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَالصَّابِرِينَ عَلى مَا أَصابَهُمْ وَالْمُقِيمِي الصَّلاةِ وَمِمَّا رَزَقْناهُمْ يُنْفِقُونَ “Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah), (yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami beri rezeki kepada mereka.” (QS. Al-Hajj ayat 34-35). Rasulullah SAW juga menyampaikan keutamaan sedekah ini melalui hadits shahihnya. مَا أَحْسَنَ عَبْدٌ الصَّدَقَةَ إِلَّا أَحْسَنَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ الْخِلَافَةَ عَلَى تِرْكَتِهِ “Tidaklah seorang hamba memperbaiki sedekahnya kecuali Allah memperbaiki pengganti atas harta tinggalannya.” (HR. Ibnu al-Mubarak). Di atas adalah kutipan tentang sedekah di Hari Jumat, semoga kita dapat mengamalkan hal-hal yang telah disampaikan oleh Allah dan dicontohkan oleh Rasulullah. Sumber 1 Sumber 2
Wakaf 700 Al-Qur’an dan 600 Iqro’

Penerimaan Wakaf Al-Qur’an 700 Mushaf dan 600 Iqro’ dari Komunitas Ruang Baik.
Kemerdekaan Dalam Pandangan Islam

Kemerdekaan adalah hak segala individu, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara bahkan peradaban manusia. Penjajahan di dunia harus di hapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan, perikeadilan dan nilai-nilai kemuliaan manusia. Kemerdekaan Indonesia adalah rahmat dan nikmat Allah swt atas perjuangan dan pengorbanan harta, darah dan nyawa para pejuang dan seluruh rakyat Indonesia. Kemerdekaan Indonesia sebagai nikmat dari Allah swt harus disyukuri dengan menyadari secara mendalam bahwa kemerdekaan ini adalah karunia yang sangat mulia dari Allah swt, yang merupakan amanah untuk dimanfaatkan dan digunakan untuk meraih kembali kedaulatan negara, kehormatan, keadilan, kesejahteraan dan kemuliaan sebagai manusia dan hamba Allah. Seorang manusia, menurut pandangan syariah, barulah akan disebut merdeka bilamana ia sadar dan berusaha keras memposisikan dirinya selaku hamba Allah swt saja dalam segenap dimensi dirinya, baik penciptaan, penghambaan, kecintaan, perasaan maupun perilaku. Dan ia divonis tidak merdeka atau belum merdeka bilamana ia masih menghambakan dirinya kepada selain Allah swt. Atau dengan kata lain, kemerdekaan seseorang atau suatu bangsa sangat ditentukan pada seberapa besar upaya individu atau bangsa tersebut menjadikan kalimat tauhid laa ilaaha illallah sebagai motivator dan inspirator utama pembebasan diri atau bangsa dari dominasi apapun atau siapapun selain Allah swt. Kemerdekaan yang hakiki juga bermakna memberi kebebasan dan kelapangan hati, pikiran, dan perbuatan manusia untuk menyampaikan pendapat dan berkreasi dalam amal perbuatan secara terbuka tanpa ada rasa kahwatir, takut dan tertekan. Firman Allah swt yang artinya:“Bebuatlah kamu, maka Allah, Rasul-Nya, dan Orang-orang beriman akan melihat perbuatanmu.” (QS. At Taubah [9]: 105). “Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (untuk memilihnya). Tetapi Dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar.” (QS. Al-Balad [90]: 10-11). “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat.” (QS. Al Baqarah [2]: 256). Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; Maka Barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan Barangsiapa yang ingin (kafir) Biarlah ia kafir.” (QS. Al Kahfi [18]: 29). Bangsa yang merdeka adalah bangsa yang mampu memerdekaan rakyat dan bangsanya dari ketergantungan ekonomi dan politik dari bangsa-bangsa lain serta mampu membangun kemandirian ekonomi dalam mengelola sumber ekonomi negaranya untuk menggapai kehidupan yang mandiri, adil dan sejahtera serta bermartabat. Olehnya itu diharapkan semangat, dan kebersamaan sebagai bangsa yang besar untuk bangkit melawan belenggu ketertinggalan untuk mencapai kehidupan bangsa yang mandiri, adil dan makmur yang diridhoi oleh Allah swt yaitu terwujudnya Negara dan bangsa yang baldatun tayyibatun warabbun ghafuur. Wallahu ‘alam Sumber
Penyerahan Berkas dari BAZNAS RI ke KEMENAG Provinsi Lampung

Penyerahan Berkas Rekomendasi BAZNAS RI Ke Kemenag Provinsi Lampung.
