AMIK DCC Bandar Lampung Sepakati Kerjasama dengan LAZDAI Laksanakan Program Mitra Pengabdian Masyarakat.

Bandar Lampung (19/8) bertempat di ruang pimpinan AMIK DCC, tim LAZDAI berkesempatan silaturahmi membahas agenda flashback KBM program Mitra Pengabdian Masyarakat. Setelah pemaparan dari tim LAZDAI,  direktur AMIK Dian Cipta Cendikia, Bapak Didi Susianto, S.T., M.Kom menyampaikan rasa terimakasih kepada LAZDAI dengan adanya program Rumah Pemberdayaan Dhuafa (RPD) kelas komputer dan multimedia. Pasalnya, dengan adanya program tersebut DCC bisa turut berpartisipasi bersama dalam melaksanakan program pengabdian masyarakat. Baca Juga : Jalin Sinergi Lazdai dan LAZIZ PT Bukit Asam Didi memaparkan bahwa saat ini kemampuan komputer dan multimedia sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan cukup mampu menciptakan jalan keluar bagi permasalahan kemandirian ekonomi anak muda. “Bahkan kami nanti akan sampaikan ke rekan rekan mitra DCC yang lain, jika mau praktek pengabdian bisa ke LAZDAI saja,” imbuh Didi yang didampingi oleh stafnya.  Dalam kesempatan yang baik itu, pak Didi juga memberikan usulan dan arahan kepada LAZDAI. “Siswa rpd ini perlu diarahkan supaya aktifitasnya lebih produktif, misalnya buka jasa ketikan, jasa desain dan semacamnya. Dan untuk pengelola, coba lakukan survei peminatan di tengah pembelajaran, agar mereka bisa lebih semangat mengejar yang dicita-citakan. Yang penting disesuaikan dengan sarana prasarana yang ada di Lazdai juga,” tambah Didi. Baca Juga: Kerjasama Lazdai dan Yakesma Terakhir Manajer LAZDAI Prihtiono, S.Si didampingi Rusdiyanto (RPD) menyampaikan LPJ tertulis kepada DCC dan sepakat untuk melanjutkan kerjasama program ini ke siswa tps angkatan 13 yang sudah terdaftar 70 orang. “Antusias dari anak anak putus sekolah para keluarga dhuafa ini harapannya mendapat dukungan dari semua pihak, sebagaimana DCC yang telah melakukan, semoga berkah.aamiin. Terimakasih AMIK DCC,”  ucap Prihtiono menutup pembicaaraan sebelum pamitan.

Memasuki Tahap Akhir Penerimaan Siswa Baru RPD Menjahit Gratis Lazdai, 11 Calon Siswa Ikuti Tes Wawancara hari ini

Bansar Lampung – Rumah Pemberdayaan Dhuafa (RPD) merupakan salah satu dari 5 program distribusi dan Pemberdayaan yang dilaksanakan oleh Lazdai Lampung. RPD Lazdai pada awalnya hanya berbentuk kursus komputer gratis yang diperuntukan khusus bagi para remaja laki-laki dengan kriteria  yatim, dhuafa dan putus sekolah. Setelah berjalan selama 8 tahun dan meluluskan 11 angkatan, RPD Lazdai melebarkan sayap pemberdayaannya dengan membuka kelas menjahit yang diperuntukan khusus bagi wanita. Kuota penerimaan calon siswa RPD Lazdai untuk kelas komputer dan multimedia sebanyak 34 siswa dan kelas menjahit sebanyak 10 siswi. Sampai dengan hari terakhir pendaftaran, lazdai menerima lebih dari 50 berkas calon siswa kelas komputer dan belasan berkas calon siswi kelas menjahit. Setelah terdatar menjadi calon siswa di RPD Lazdai, tahap selanjutnya yang harus dilalui oleh seluruh calon siswa adalah seleksi berkas, tes tertulis dan tes wawancara. Prihtiono selaku manajer harian Lazdai yang langsung mewawancarai calon siswa hari ini (19/8/2019) mengatakan harapannya untuk bisa memaksimalkan program ini demi melahirkan sumber daya manusia yang mandiri dan siap kerja ataupun memulai usaha. “Saya bersyukur kalo program RPD ini banyak peminatnya, tapi saya juga sedih dengan banyaknya pendaftar, artinya masih banyak orang di sekeliling kita yang kurang beruntung. Ditambah lagi saat ini kuota keseluruhan siswa RPD yang dapat kita terima masih sedikit, hanya 44 orang.  Harapannya bisa memberdayakan lebih banyak orang lagi, membantu memandirikan masyarakat demi kemajuan bangsa Indonesia. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mendukung program ini, InsyaaAllah jika bersama-sama seperti ini, kita akan bisa melakukan perubahan besar ke arah yang lebih baik lagi untuk anak-anak muda Indonesia,” terang Prihtiono. Ana (calon siswa RPD kelas menjahit) yang mengikuti wawancara hari ini menyampaikan harapannya untuk bisa bergabung dan belajar bersama di RPD Lazdai. “Saya harap bisa lulus dan diterima jadi siswi disini, saya denger dari temen-temen di RPD lazdai banyak yang bisa dipelajari. Selain materi utama menjahit, di Lazdai diajari mengaji, wira usaha, belajar islam dan softskill lainnya. Saya pengen lulus dari ini bisa buka usaha sendiri,” tutup Ana.

Ikut Kemeriahan HUT RI ke 74, Kompak Lapak dan Lazdai Support Program KKN Mahasiswa UIN Radin Intan Lampung

Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) merupakan hajatan besar bagi seluruh rakyat Indonesia. Hari bersejarah yang selalu diperingati setiap tanggal 17 Agustus dan menjadi hari libur nasional ini merupakan hari dimana rakyat Indonesia menyatakan diri menjadi negara yang merdeka dari jajahan negara lain dengan ditandai pembacaan teks proklamasi kemerdekaan RI oleh Ir. Soekarno di Jakarta tepat 74 tahun silam. Pesta rakyat ini diselenggarakan hampir di semua wilayah Indonesia dengan beragam kegiatan dan lomba-lomba sesuai dengan kreativitas masing-masing tempat.Tak terkecuali di dusun Talang Ogan, pekon Sidomulyo, kecamatan Air Naningan Tanggamus, masyarakat bersuka cita mengisi perayaan hari kemerdekaan dengan beragam kegiatan. Tak ingin kehilangan moment, kelompok mahasiswa KKN 243 dari kampus UIN RIL yang mendapat lokasi pengabdian di sana turut memeriahkan acara dari mulai kegiatan sosial hingga keagamaan hari ini (17/8/2019). Andri (Mahasiswa UIN) yang menjadi ketua kelompok mahasiswa KKN disana menceritakan berbagai kegiatan yang mereka lakukan dalam mengisi hari kemerdekaan. “Kami mahasiswa KKN UIN RIL ada 13 orang yang mengabdi di pekon ini, moment ini kami manfaatkan sebagai ajang untuk mempererat kekeluargaan dengan warga dan sekaligus memberikan kesan baik dan positif kepada mereka, karna 2 pekan lagi pengabdian kami selesai. Untuk itu kami bikin beberapa kegiatan, dari lomba-lomba, kegiatan sosial dan juga keagamaan. Makanya kami menghubungi mas Nurul dari LAZDAI untuk support program kami. Ternyata mas Nurul antusias dan malah mengajak komunitas Kompak Lapak untuk ikut support.Kami minta support al-qur’an dan iqro untuk kegiatan keagamaan masyarakat, ternyata malah dibawain lebih banyak. Ada iqro, al-qur’an, perlengkapan ibadah, jilbab dan pakaian layak pakai juga. Kami sangat berterima kasih kepada Lazdai dan Kompak Lapak yang sudah mensupport program kami. Semoga bisa terus bersinergi dalam program yang lain,” tutur Andri. Kondisi jalan yang dilalui untuk menuju kesana sudah bagus, namun untuk masuk sampai ke dalam tidak bisa menggunakan mobil, sepeda motor biasa pun belum tentu kuat melalui jalur sempit yang menanjak dan berbatu besar, masyarakat menggunakan motor trill untuk kendaraan sehari-hari. Melihat kondisi medan yang cukup sulit untuk menuju kesana, Fitri dari tim Lazdai merasa sangat senang bisa membantu masyarakat disana. “Saya sangat senang bisa berkunjung kesini, melihat kondisi masyarakat di sini. Kali ini cuma bisa bawa al-qur’an, semoga nanti bisa bawa yang lain yang dibutuhkan warga. Karna waktu sudah sore, kami titipkan bantuan kepada mahasiswa KKN disini, semoga bisa bermanfaat untuk warga. Ya selamat hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Merdeka, merdeka..!,” tutup Fitri.

Peringati HUT RI ke 74, Ini Pesan Direktur LAZDAI Untuk Generasi Muda

Lazdai Peduli – Bulan Agustus merupakan salah satu bulan yang penuh sejarah bagi rebuplik Indonesia, pasalnya pada pertengahan bulan ini tepatnya hari Jum’at tanggal 17 Agustus 1945 pukul 11.30 wib rakyat Indonesia yang diwakili oleh Ir. Soekarno menyatakan diri sebagai sebuah Negara yang merdeka, dengan pembacaan teks Proklamasi secara resmi oleh Ir. Soekarno. Peristiwa yang diawali dari menyerahnya Negara Jepang kepada Amerika Serikat dan sekutu sebagai akibat dari bom atom yang dijatuhkan Amerika di kota Hiroshima pada tanggal 6 agustus dan Nagasaki Jepang pada tanggal 9 agustus 1945 membuat moral dan semangat tentara jepang menurun di seluruh dunia. Melihat kondisi yang demikian, tekad dan semangat para pemuda Indonesia semakin bergejolak untuk segera menyatakan kemerdekaan Indonesia. Atas inisiatif para pemuda yang terus mendesak inilah akhirnya pada tanggal 17 Agustus 1945 Ir. Soekarno membacakan teks proklamasi  yang ditulisnya sendiri dan kemudian diketik oleh Sayuti Melik serta ditanda tangani oleh Ir. Soekarno dan DRS. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Melihat sejarah para pemuda Indonesia yang gemilang, direktur Lazdai bapak H. Yusuf Effendi, SE memberikan pesan kepada anak muda masa kini agar para pemuda menjadi generasi yang tangguh, karena merekalah harapan Bangsa kedepannya. “Perjuangan belum selesai, perbaiki diri, benahi mental. Ubah paradigma berfikir, jangan jadi generasi cengeng. Bangsa ini membutuhkan anak muda yang unggul dan bermoral tuk Indonesia maju dan berjaya. M E R D E K A. . . ! ! !,” kata Yusuf di laman media sosialnya.

Yakesma Gandeng Lazdai Kirimkan Hewan Qurban Ke Pekon Umbar Tanggamus

Yayasan Kesejahteraan Madani (YAKESMA) salurkan hewan kurban ke pekon Umbar bersama Lazdai Lampung. Kegiatan Rabu (14/8/2019) dipimpin Kepala Bagian Distribusi Lazdai bapak Nur Handoyo beserta 5 orang relawan. Pekon Umbar terletak di kawasan teluk Lampung, tepatnya di kecamatan Kelumbayan Kabupaten Tanggamus provinsi Lampung. Akhir tahun lalu, pekon Umbar ditimpa musibah banjir bandang yang diakibatkan oleh meluapnya sungai Umbar karena hujan deras selama sepuluh hari berturut-turut. Musibah yang terjadi tengah malam tersebut menewaskan seorang warga dan menghanyutkan 17 rumah serta membuat akses transportasi dan komunikasi menjadi terputus. Perjalanan dari Bandar Lampung menuju pekon Umbar membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam melalui jalur tataan, medan perjalanan yang menanjak dan berbatu membuat laju kendaraan berjalan lambat. Memasuki kawasan kelumbayan, tim lazdai disuguhi pemandangan perbukitan dan jalanan berkelok serta lereng-lereng curam. Jalan yang dilalui  cukup bagus, hanya ada beberapa bagian jalan yang rusak dan longsor. Nur Handoyo dan tim lazdai sampai di pekon Umbar jam 9 pagi. Sementara hewan qurban sudah dikirim di hari sebelumnya. “Hari ini kami menyalurkan 1 ekor sapi dan 3 ekor kambing di pekon Umbar. Ini merupakan program kerjasama dari Yakesma yang berkantor di Jakarta dan lazdai untuk menyalurkan hewan qurban di lokasi bencana. Kami berangkat dari kantor Lazdai jam 6 pagi, sampai di Umbar sudah jam 9. Kalo sapi  dan kambing sudah diantar kemarin. Jadi begitu sampai, langsung serah terima kepada tokoh masyarakat dan langsung dilakukan penyembelihan hewan qurban di pinggir sungai umbar, selanjutnya mereka yang mengolah dan membagikan ke warga. ” kata Nur Handoyo. Azmi (perwakilan warga)yang menjadi penanggung jawab penyaluran hewan qurban di pekon Umbar mengucapkan banyak terima kasih kepada yakesma dan lazdai atas hewan qurban yang di berikan untuk warga disana. “warga semua mengucapkan terima kasih banyak kepada lazdai dan yakesma, sudah mau jauh-jauh datang ke Umbar bawa hewan qurban. Kami sangat senang, tapi kami mohon maaf sekiranya sambutan kami seadanya. Titip salam untuk para donatur dan tim lazdai yang lain, insyaaAllah daging qurban akan kita bagikan untuk 175 KK di 7 pedukuhan di Umbar,” tutur Azmi. Nurul (lazdai) yang juga turut hadir dalam penyaluran hewan qurban ke pekon Umbar menceritakan suasana kekeluargaan yang begitu akrab antar warga disana. “saya melihat kekeluargaan mereka sangat erat, semangat gotong royongnya tinggi. Semua bagian hewan qurban dibagi rata dari mulai daging, tulang, kulit bahkan sampai jeroannya juga. Gak ada pembeda-bedaan, semua dibagi rata. Yang begini harus terus dipertahankan, ga nyesel ikut kegiatan-kegiatan begini,” tutup Nurul.

Tak Kebagian Daging Qurban dari Masjid, Warga Berundung Senang ada Qurban dari Lazdai

Bandar Lampung (12/8), Hari raya Idul adha atau sering disebut idul qurban sudah memasuki hari kedua, masyarakat muslim sangat bersuka cita dan terlihat sangat antusias memotong hewan qurban dan membagikan daging sapi ataupun kambing ke berbagai daerah. Namun, masih ada beberapa wilayah di pelosok lampung yang tak bisa merasakan nikmat hari raya qurban secara sempurna dikarnakan tidak mendapatkan sepotong daging qurban pun. Salah satunya adalah di desa Berundung, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan. Berundung merupakan wilayah pertambakan yang letaknya di bagian Lintas Timur Sumatera. Hampir sebagian besar wilayahnya dikelilingi oleh sawah dan di dominasi oleh tambak, baik tambak tradisional maupun tambak intensif. Tak heran jika rata-rata penduduknya bekerja sebagai buruh tani dan tambak, selain itu juga mereka bekerja sebagai pencari cacing laut. Amin dan 3 orang tim lazdai berangkat dari Bandar Lampung jam 9 pagi. Menempuh perjalanan selama 3 jam sampai di kecamatan ketapang dan dilanjutkan menuju desa Berundung yang letaknya berkisar 10 KM dari kecamatan. Memasuki wilayah pedesaan, tampak sekeliling jalur merupakan bukit-bukit tandus area perkebunan jagung dan sawah-sawah yang kekeringan akibat musim kemarau, ditambah lagi jalan yang berbatu dan berdebu. “Kami bawa kambing 5 ekor, dari Bandar lampung menggunakan mobil pik up, berangkat jam 9 pagi sampai berundung sudah jam 1 siang. Warga sudah berkumpul di lokasi pemotongan hewan qurban. Mereka sangat senang dan sangat antusias untuk ikut membantu pemotongan hewan qurban. Salah satu warga ada yang cerita, kalo mereka belum kebagian hewan qurban, jadi merasa sangat senang karna tau ada donatur yang menyalurkan hewan qurban disana.” Kata Amin. Nurul Hidayat (lazdai) yang berasal dari ketapang menyampaikan di kampung ini hampir setiap tahun tidak banyak yang berqurban. “Alhamdulillah kalo tahun ini ada yang qurban, tapi cuma 3 ekor kambing, sedangkan warganya banyak, jadi banyak sekali warga yang tidak kebagian daging qurban. Terlebih lagi beberapa warga yang rumahnya di pematang-pematang tambak dekat laut, tidak pernah mendapatkan daging qurban setiap tahun. Makanya tahun ini kita adakan qurban disini supaya mereka bisa merasakan.” Tutur nurul yang ikut hadir saat pemotongan hewan qurban. Penyaluran daging qurban dibagikan kepada 75 KK. Selain penyaluran hewan qurban, sebelumnya tim Lazdai juga menyalurkan Al-Qur’an dan Iqro untuk ibu-ibu pengajian dan anak-anak TPA disana. Nelvi, salah satu tim lazdai menceritakan pengalamannya saat penyaluran hewan qurban disana. “saya senang melihat warga yang berduyun-duyun datang ke lokasi pemotongan, saya lihat wajah-wajah mereka yang sangat senang dan tampak antusias membantu pemotongan hingga selesai, suasana kekeluargaan dan gotong royong masih sangat kental. Tapi sayangnya kita cuma bawa 5 ekor kambing, jadi warga cuma dapat sedikit daging, tahun depan kita harus bisa salurkan sapi kesini.  Ditambah lagi saat penyaluran ke rumah warga yang di dekat laut, kita naik motor kesana, melalui jalan setapak yang kanan kirinya parit dan tambak. Beberapa kali saya turun dari motor dan jalan kaki karna takut jatuh, apalagi saat melewati jembatan kayu yang tidak ada pengamannya sama sekali, cukup menegangkan. Tapi semua itu terbayar saat melihat wajah-wajah mereka yang antusias dan sangat senang menerima daging qurban dari donatur lazdai, mereka mengucapkan banyak terima kasih kepada donatur dan berharap tahun depan bisa berqurban lagi disana,” tutup nelvi.

Kompak Lapak Berbagi Pakaian Layak Pakai Bersama Lazdai

Jalan-Jalan Sambil Berbagi Kali ini target dan sasaran tim relawan kompak lapak dan Lazdai Lampung dalam program jalan-jalan sambil berbagi adalah para nelayan dan petani di sekitaran pantai laguna helau Kalianda, Lampung Selatan. Di Kalianda sendiri, masih sangat banyak tempat wisata yang masih belum terekspos secara luas di masyarakat, mulai dari wisata pantai yang indah dengan pasir yang putih dan bersih dari sampah, sampai wisata kuliner dan lainnya. Tempat yang dikunjungi kali ini adalah pantai lepas di desa lubuk dalam. Pantai nan cantik dan masih gratis ini berada tepat sebelum pantai laguna helau atau alau-alau butik resort jika dari arah bandar lampung. Selain jalan-jalan, tim relawan juga membagikan pakaian layak pakai serta perlengkapan ibadah (mukena) kepada masyarakat yang ditemui di lokasi tersebut. Selanjutnya tim relawan menyusuri pantai ini melewati pantai laguna hingga pantai kedu dan lanjut berbagi di sekitaran jalan cinta yang tempatnya tepat di belakang komplek Pemda Lampung Selatan. Program jalan-jalan sambil berbagi ini merupakan program sosial yang bertujuan untuk melakukan pemetaan terkait potensi-potensi wisata di lampung yang mungkin ke depan dapat dikelola secara lebih baik dan dapat memberdayakan masyarkat yang tinggal di lingkungan tersebut._____________________________Informasi program lainnya;📲 085764575856 / (0721) 7694477🌎 fb. Lazdai LampungFb fans. Lazdai Peduliwww.lazdaipeduli.org_____________________________Donasi dan Pembayaran Ziswaf🏧 BSM 700 704 8108 an. LAZDAI 🏧 BNI Syariah 0285 076 892 (zakat) 🏧BNI Syariah 0285 076 122 (Infaq) an. LAZDAI / Yayasan Amal Insani____________________________Program Lazdai1. Rumah Pemberdayaan Dhuafa (Gratis)– Kelas Desain Grafis & Multimedia (laki-laki)– Kelas Menjahit (Perempuan)2. Sentra Dakwah Ummat3. Layanan Sosial Kemanusiaan4. Layanan Ekonomi Ummat5. Beasiswa Pendidikan Program Cerdaskan Ummat___________________________Head office;Jl. Darussalam, Perumahan Bukit Billabong Jaya Blok B1. No.11 Kel. Billabong, Kec. Langkapura, Bandar Lampung Rumah Pemberdayaan Dhuafa;Jl. Purnawirawan Raya, Gunung Terang (depan SMP IT Ar Raihan)

Kompak Lapak dan Lazdai Bina Remaja Islam di Segala Mider

Kompak Lapak dan Lazdai Bina Remaja Islam di Segala Mider Bandar Lampung (27/7), Komunitas Pengumpul Pakaian Layak Pakai (Kompak Lapak) Lampung bersama LAZDAI melaksanakan kegiatan Pembinaan bagi remaja islam di Lingkungan II, Kelurahan Segalamider Bandar Lampung. Selain melakukan pembinaan dalam bentuk kajian keislaman, Kompak lapak dan Lazdai juga menyerahkan pakaian layak pakai beserta Al-Qur’an yang langsung diterima oleh 15 remaja islam ini. harapannya kedepan mereka akan tetap istiqomah dalam mempelajari islam dan semangat dalam menghafal, mempelajari, mengamalkan serta mengajarkan Al-Qur’an kepada orang lain. (red.nh)

Salurkan Al-Qur’an Ke Lampung Selatan, Lazdai Kunjungi Beberapa Titik

Lazdai sampaikan amanah Al-Qur’an dari Donatur untuk TPA di Lampung Selatan Bandar Lampung (29/7), Tim Lazdai keliling Lampung Selatan sampaikan amanah Al-Qur’an dari para donatur untuk TPA dan TPQ yang membutuhkan. Hampir seratusan Al-Qur’an dan Iqro dibagikan di beberapa tempat dengan rincian sebagai berikut TPA Al-Ikhlas, Desa Karang Sari, Kecamatan Ketapang sebanyak 8 Al-Qur’an dan 15 IqroTPQ Nurul Iman, Desa Taman Jaya, Kecamatan Ketapang sebanyak 32 Al-Qur’anTPA Nurul Iman, Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang Sebanyak 20 Al-Qur’an dan 20 IqroIbu-ibu Pengajian Desa Berundung, Kecamatan Ketapang, Sebanyak 25 Al-Qur’an dan 25 IqroMusholla, Labuhan Ratu Lampung Timur sebanyak 5 Al-Qur’an. Harapannya program ini bisa terus berjalan untuk menjangkau seluruh tempat-tempat yang memang membutuhkan, sehingga terwujud generasi-generasi al-qur’an untuk masa depan. aamiin. (red.nh)