Keutaman Membaca Bismilah

Keutaman Membaca Bismilah “BISMILLAH” Demikianlah lafadz dari bacaan Basmallah yang memiliki arti “Dengan menyebut Nama Allah. Banyak sekali keutamaan saat kita membaca kalimat suci tersebut. Islam telah mensyariatkan untuk membaca kalimat mulia tersebut setiap kali kita hendak melakukan aktivitas apaun. Mengapa?  Ada banyak sekali hikmah yang berada di balik bacaan Basmallah diantaranya adalah permohonan pertolongan kepada Allah SWT serta pengharapan kepada Allah SWT atas barakah-Nya. Bacaan Basmallah juga merupakan ajaran Allah SWT kepada para Nabi dan Rasulnya. Hal tersebut bisa dilihat dari berbagai peristiwa yang tercantum di dalam Al-quran, seperti dalam Surat Hud ayat 41, di sana Allah berfirman : وَقَالَ ارْكَبُوا فِيهَا بِسْمِ اللَّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا  إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌرَحِيمٌ  Artinya “Dan Nuh berkata: “Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya.” Sesungguhnya Rabb-ku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Dalam surat An- Naml ayat 30, Allah SWT juga berfirman : إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ Artinya “Sesungguhnya surat itu dari Sulaiman, dan sesungguhnya (isi)nya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” Allah juga memerintahkan kepada Nabi Muhammad shalallahu Alaihi Wassalam ketika beliau pertama kali menerima wahyu di gua Hiro, yaitu : اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ Artinya “Bacalah dengan (menyebut) nama Rabb-mu yang Menciptakan.” (QS. Al- Alaq ayat 1) Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam menganjurkan kepada seluruh umat muslim untuk membaca basmallah setiap kali mengawali suatu amalan ataupun aktivitas sehari-hari. Karena bacaan tersebut memiliki berbagai keutamaan, seperti : Basmallah merupakan kalimat pembukaan dalam Al-Qur’an Allah selaluu membuka Kitab Al-Qur’an yang agung dengan bacaan basmallah. Selain itu, seluruh surat-surat yang terdapat dalam Al-Qur’an kecuali surat At Taubah, diawali dengan bacaan Basmallah. Basmallah merupakan pemula untuk berbagai bentuk ibadah, seperti wudhu, mandi, dan lain sebagainya. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda : لَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى عَلَيْه Artinya “Tidak ada wudhu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah (membaca basmalah).” (HR. Abu Daud) Karena berwudhu merupakan salah satu syarat dalam melaksanakan shalat, baik itu shalat wajib, maupun shalat sunnah, maka dari itu sebelum niat wudhu utamakan baca basmallah. Basmallah merupakan perisai dari adanya gangguan syaitan Syaitan dan bala tentaranya yang bertujuan untuk memperdaya manusia dari jalan kebenaran akan terperdaya ketika dibacakan basmallah. Rasulullah Shalallahu Alaihi wassalam bersabda:  “Barang siapa yang membaca (بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ) pada setiap hari di waktu shubuh dan sore sebanyak tiga kali maka tidak akan memudharatkan baginya sesuatu apa pun.” (HR. At Tirmidzi) Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam mengajarkan pada umatnya untuk selalu membaca basmallah ketika hendak melakukan segala aktivitas atau kegiatan, seperti : Sebelum makan dan minum Mereka yang mendahului kegiatan makan dan minum dengan membaca basmallah maka dapat mencegah syaitan untuk turut serta memakan apa yang kita makan. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda : إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ Artinya: “Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”.” (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi) Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam juga bersabda : إِنَّ الشَّيْطَانَ لَيَسْتَحِلُّ الطَّعَامَ الَّذِى لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ Artinya “Sesungguhnya setan dibolehkan makan makanan yang tidak dibacakan nama Allah ketika hendak dimakan.”(HR. Abu Daud) Sebelum tidur Hudzaifah radhiallahu ‘anhu pernah berkata: “Kebiasaan (sunnah) Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam ketika hendak tidur, beliau membaca (بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا) yang artinya Dengan menyebut nama-Mu Ya Allah, aku mati dan aku hidup.” (HR. Al Bukhari dan Muslim) Sebelum berhubungan badan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda : لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِىَ أَهْلَهُ قَالَ: “بِاسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا“، فَإِنَّهُإِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِى ذَلِكَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا Artinya: “Jika salah seorang dari kalian (suami) ketika ingin menggauli istrinya, dan dia membaca doa: ‘Dengan (menyebut) nama Allah, …dst’, kemudian jika Allah menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan intim tersebut, maka setan tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut selamanya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Ketika keluar rumah Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata: “Sesungguhnya Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bila seseorang keluar dari rumahnya, lalu ia membaca (بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ) yang artiny “Dengan nama Allah, aku bertawakkal hanya kepada Allah, tiada daya dan upaya kecuali dengan izin Allah.” Maka dikatakan padanya: “Engkau telah mendapat petunjuk, engkau tercukupi dan engkau telah terjaga (terbentengi),” sehingga para setan lari darinya. Setan yang lain berkata: “Bagaimana urusanmu dengan seseorang yang telah mendapat petunjuk, tercukupi, dan terbentengi?” (HR. Abu Dawud) Ketika hendak membuka pakaian atau masuk ke WC Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda : سَتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيُنِ الجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ: إِذَا دَخَلَ أَحَدُهُمُ الخَلَاءَ، أَنْ يَقُولَ: بِسْمِ اللَّهِ Artinya “Penghalang antara mata jin dengan aurat bani Adam, apabila kalian masuk kamar kecil, ucapkanlah bismillah.” (HR. Turmudzi) Ketika hendak menutup makanan atau menyimpan barang-barang berharga Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda : غَطُّوا الْإِنَاءَ، وَأَوْكُوا السِّقَاءَ، وَأَغْلِقُوا الْبَابَ، وأطفؤا السِّرَاجَ، فإن الشَّيْطَانَ لَا يَحُلُّ سِقَاءً، ولا يَفْتَحُ بَابًا، ولا يَكْشِفُ إِنَاءً، فَإِنْ لم يَجِدْ أحدكم إلا أَنْ يَعْرُضَ على إِنَائِهِ عُودًا وَيَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ، فَلْيَفْعَلْ Artinya: “tutuplah bejana, ikatlah geribah (tempat menyimpan air yang terbuat dari kulit), tutuplah pintu, matikanlah lentera (lampu api), karena sesungguhnya setan tidak  mampu membuka geribah yang terikat, tidak dapat membuka pintu, dan tidak juga dapat menyingkap bejanan yang tertutup. Bila engkau tidak mendapatkan tutup kecuali hanya dengan melintangkan di atas bejananya sebatang ranting, dan menyebut nama Allah, hendaknya dia lakukan.” (HR. Muslim) Ketika hendak masuk rumah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda : إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ، فَذَكَرَ اللهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: لَا مَبِيتَ لَكُمْ، وَلَا عَشَاءَ، وَإِذَا دَخَلَ، فَلَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ دُخُولِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ، وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ Artinya: “Jika seseorang masuk rumahnya dan dia mengingat nama Allah ketika masuk dan ketika makan, maka setan akan berteriak: ‘Tidak ada tempat menginap

Keutamaan Membaca Al Qur’an

Keutamaan Membaca Al Qur’an Sebagian orang malas membaca Al Quran padahal di dalam terdapat petunjuk untuk hidup di dunia. Sebagian orang merasa tidak punya waktu untuk membaca Al Quran padahal di dalamnya terdapat pahala yang besar. Sebagian orang merasa tidak sanggup belajar Al Quran karena sulit katanya, padahal membacanya sangat mudah dan sangat mendatangkan kebaikan. Mari perhatikan hal-hal berikut: Membaca Al Quran adalah perdagangan yang tidak pernah merugi {الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ (29) لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ (30)} “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. “Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29-30). Ibnu Katsir rahimahullah berkata, قال قتادة رحمه الله: كان مُطَرف، رحمه الله، إذا قرأ هذه الآية يقول: هذه آية القراء “Qatadah (wafat: 118 H) rahimahullah berkata, “Mutharrif bin Abdullah (Tabi’in, wafat 95H) jika membaca ayat ini beliau berkata: “Ini adalah ayat orang-orang yang suka membaca Al Quran” (Lihat kitab Tafsir Al Quran Al Azhim). Asy Syaukani (w: 1281H) rahimahullah berkata, أي: يستمرّون على تلاوته ، ويداومونها “Maksudnya adalah terus menerus membacanya dan menjadi kebiasaannya”(Lihat kitab Tafsir Fath Al Qadir). Dari manakah sisi tidak meruginya perdagangan dengan membaca Al Quran? Satu hurufnya diganjar dengan 1 kebaikan dan dilipatkan menjadi 10 kebaikan. عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم– « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ ».  “Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:  “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469) عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بن مسعود رضى الله عنه قَالَ : تَعَلَّمُوا هَذَا الْقُرْآنَ ، فَإِنَّكُمْ تُؤْجَرُونَ بِتِلاَوَتِهِ بِكُلِّ حَرْفٍ عَشْرَ حَسَنَاتٍ ، أَمَا إِنِّى لاَ أَقُولُ بِ الم وَلَكِنْ بِأَلِفٍ وَلاَمٍ وَمِيمٍ بِكُلِّ حَرْفٍ عَشْرُ حَسَنَاتٍ. “Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Pelajarilah Al Quran ini, karena sesungguhnya kalian diganjar dengan membacanya setiap hurufnya 10 kebaikan, aku tidak mengatakan itu untuk الم , akan tetapi untuk untuk Alif, Laam, Miim, setiap hurufnya sepuluh kebaikan.” (Atsar riwayat Ad Darimy dan disebutkan di dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, no. 660). Dan hadits ini sangat menunjukan dengan jelas, bahwa muslim siapapun yang membaca Al Quran baik paham atau tidak paham, maka dia akan mendapatkan ganjaran pahala sebagaimana yang dijanjikan. Dan sesungguhnya kemuliaan Allah Ta’ala itu Maha Luas, meliputi seluruh makhluk, baik orang Arab atau ‘Ajam (yang bukan Arab), baik yang bisa bahasa Arab atau tidak. Kebaikan akan menghapuskan kesalahan.{إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ} [هود: 114] “Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (QS. Hud: 114) Setiap kali bertambah kuantitas bacaan, bertambah pula ganjaran pahala dari Allah. عنْ تَمِيمٍ الدَّارِىِّ رضى الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم– « مَنْ قَرَأَ بِمِائَةِ آيَةٍ فِى لَيْلَةٍ كُتِبَ لَهُ قُنُوتُ لَيْلَةٍ» “Tamim Ad Dary radhiyalahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala shalat sepanjang malam.” (HR. Ahmad dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6468). Bacaan Al Quran akan bertambah agung dan mulia jika terjadi di dalam shalat. عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم– « أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ إِذَا رَجَعَ إِلَى أَهْلِهِ أَنْ يَجِدَ فِيهِ ثَلاَثَ خَلِفَاتٍ عِظَامٍ سِمَانٍ قُلْنَا نَعَمْ. قَالَ « فَثَلاَثُ آيَاتٍ يَقْرَأُ بِهِنَّ أَحَدُكُمْ فِى صَلاَتِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلاَثِ خَلِفَاتٍ عِظَامٍ سِمَانٍ “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Maukah salah seorang dari kalian jika dia kembali ke rumahnya mendapati di dalamnya 3 onta yang hamil, gemuk serta besar?” Kami (para shahabat) menjawab: “Iya”, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Salah seorang dari kalian membaca tiga ayat di dalam shalat lebih baik baginya daripada mendapatkan tiga onta yang hamil, gemuk dan besar.” (HR. Muslim). Membaca Al Quran bagaimanapun akan mendatangkan kebaikan عَنْ عَائِشَةَ رضى الله عنها قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم– « الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ » “Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang yang lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala” (HR. Muslim). Membaca Al Quran akan mendatangkan syafa’at عَنْ أَبي أُمَامَةَ الْبَاهِلِىُّ رضى الله عنه قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم– يَقُولُ « اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ “Abu Umamah Al Bahily radhiyallahu ‘anhu berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bacalah Al Quran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya” (HR. Muslim). Masih banyak lagi keutamaan-keutamaan yang memotivasi seseorang untuk memperbanyak bacaan Al Quran terutama di bulan membaca Al Quran. Dan pada tulisan kali ini hanya menyebutkan sebagian kecil keutamaan dari membaca Al Quran bukan untuk menyebutkan seluruh keutamaannya. Dan ternyata generasi yang diridhai Allah itu, adalah mereka orang-orang yang giat dan semangat membaca Al Quran bahkan mereka mempunyai jadwal tersendiri untuk baca Al Quran. عَنْ أَبِى مُوسَى رضى الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم– « إِنِّى لأَعْرِفُ أَصْوَاتَ رُفْقَةِ الأَشْعَرِيِّينَ بِالْقُرْآنِ حِينَ يَدْخُلُونَ بِاللَّيْلِ وَأَعْرِفُ مَنَازِلَهُمْ مِنْ أَصْوَاتِهِمْ بِالْقُرْآنِ بِاللَّيْلِ وَإِنْ كُنْتُ لَمْ أَرَ مَنَازِلَهُمْ حِينَ نَزَلُوا بِالنَّهَارِ…» “Abu Musa Al Asy’ary radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya aku benar-benar mengetahui suara kelompok orang-orang keturunan Asy’ary dengan bacaan Al Quran, jika mereka memasuki waktu malam

Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Menyambut Bulan Suci Ramadhan Segala puji bagi Allah, Rabb alam semesta. Shalawat dan salam kepada nabi dan rasul yang paling mulia, Muhammad bin ‘Abdillah, serta kepada keluarga dan para sahabatnya. Amma ba’du, Tulisan ini ditujukan untuk semua muslim yang akan bertemu dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat wal afiat, agar dapat memanfaatkan bulan tersebut dalam ketaatan pada Allah Ta’ala.  Semoga melalui tulisan ini dapat menjadi sarana untuk membangkitkan sema  ngat di dalam jiwa seorang mu’min dalam beribadah kepada Allah di bulan yg mulia ini. Maka penulis memohon kepada Allah Ta’ala agar diberikan taufik dan jalan yang lurus serta menjadikan amal ini ikhlas hanya karena mengharap WajahNya Yang Mulia semata. Dan semoga Allah mencurahkan shalawat atas junjungan kita, Muhammad, dan kepada keluarganya serta seluruh sahabatnya. Bagaimanakah Seharusnya Kita Menyambut Ramadhan? Pertanyaan: Apa saja cara-cara yang benar untuk menyambut bulan yang mulia ini? Seorang muslim seharusnya tidak lalai terhadap momen-momen untuk beribadah, bahkan seharusnya ia termasuk orang yang berlomba-lomba dan bersaing (untuk mendapatkan kebaikan) didalamnya.  Allah Ta’ala berfirman, وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ )المطففين : 26) “Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berloma-lomba.” (QS. Al-Muthaffifiin:26) Maka bersemangatlah wahai saudara-saudara muslim dalam menyambut Ramadhan dengan cara-cara yang benar sebagaimana berikut ini: 1. Berdo’a agar Allah mempertemukan dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat dan kuat, serta dalam keadaan bersemangat beribadah kepada Allah, seperti ibadah puasa, sholat dan dzikir. Telah diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, bahwa dia berkata, adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila memasuki bulan Rajab, beliau berdoa, اللهم بارك لنافي رجب وشعبان وبلغنا رمضان “Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban serta pertemukanlah kami dengan Ramadhan.” (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)Catatan: Syaikh Al-Albani rahimahullah mendhaifkan hadits ini dalam kitab Dha’if al-Jaami‘ (4395) dan tidak mengomentarinya dalam kitab Al-Misykaah. Demikian juga generasi terbaik terdahulu (as-salaf ash-shalih) berdoa agar Allah menyampaikan mereka pada bulan Ramadhan dan menerima amal-amal mereka. Maka apabila telah tampak hilal bulan Ramadhan, berdoalah pada Allah: الله أكبر اللهم أهله علينا بالأمن والإيمان والسلامة والإسلام , والتوفيق لما تحبوترضى ربي وربك الله “Allah Maha Besar, ya Allah terbitkanlah bulan sabit itu untuk kami dengan aman dan dalam keimanan, dengan penuh keselamatan dan dalam keislaman, dengan taufik agar kami melakukan yang disukai dan diridhai oleh Rabbku dan Rabbmu, yaitu Allah.” (HR. At-Tirmidzi dan Ad-Darimi, dishahihkan oleh Ibnu Hayyan) 2. Bersyukur pada Allah dan memuji-Nya atas dipertemukannya dengan bulan Ramadhan. Imam An-Nawawi rahimahullah berkata dalam kitabnya Al-Adzkaar, “Ketahuilah, dianjurkan bagi siapa saja yang mendapatkan suatu nikmat atau dihindarkan dari kemurkaan Allah, untuk bersujud syukur kepada Allah Ta’ala, atau memuji Allah (sesuai dengan apa yg telah diberikan-Nya).” Dan sesungguhnya di antara nikmat yang paling besar dari Allah atas seorang hamba adalah taufiq untuk melaksanakan ketaatan. Selain dipertemukan dengan bulan Ramadhan, nikmat agung lainnya adalah berupa kesehatan yang baik. Maka ini pun menuntut untuk bersyukur dan memuji Allah Sang Pemberi Nikmat lagi Pemberi Keutamaan dengan nikmat tersebut. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak dan pantas bagi keagungan Wajah-Nya dan keagungan kekuasaan-Nya. 3. Bergembira dan berbahagia dengan datangnya bulan Ramadhan. Telah ada contoh dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau dahulu memberi berita gembira pada para sahabatnya dengan kedatangan Ramadhan. Beliau bersabda, جاءكم شهر رمضان, شهر رمضان شهرمبارك كتب الله عليكم صيامه فيهتفتح أبواب الجنان وتغلق فيه أبواب الجحيم… الحديث “Telah datang pada kalian bulan Ramadhan, bulan Ramadhan bulan yang diberkahi, Allah telah mewajibkan atas kalian untuk berpuasa didalamnya. Pada bulan itu dibukakan pintu-pintu surga serta ditutup pintu-pintu neraka….” (HR. Ahmad) Dan sungguh demikian pula as-salaf ash-shalih dari kalangan sahabat dan tabi’in, mereka sangat perhatian dengan bulan Ramadhan dan bergembira dengan kedatangannya. Maka kebahagiaan manakah yang lebih agung dibandingkan dengan berita dekatnya bulan Ramadhan, moment untuk melakukan kebaikan serta diturunkannya rahmat? 4. Bertekad serta membuat program agar memperoleh kebaikan yang banyak di bulan Ramadhan. Kebanyakan dari manusia, bahkan dari kalangan yang berkomitmen untuk agama ini (beragama Islam), membuat program yang sangat serius untuk urusan dunia mereka, akan tetapi sangat sedikit dari mereka yang membuat program sedemikian bagusnya untuk urusan akhirat. Hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran terhadap tugas seorang mu’min dalam hidup ini, dan lupa atau bahkan melupakan bahwa seorang muslim memiliki kesempatan yang banyak untuk dekat dengan Allah untuk mendidik jiwanya sehingga ia bisa lebih kokoh dalam ibadah. Di antara program akhirat adalah program menyibukkan diri di bulan Ramadhan dengan ketaatan dan ibadah. Seharusnya seorang muslim membuat rencana-rencana amal yang akan dikerjakan pada siang dan malam Ramadhan. Dan tulisan yang anda baca ini, membantu anda untuk meraih pahala Ramadhan melalui ketaatan pada-Nya, dengan ijin Allah Ta’ala. 5. Bertekad dengan sungguh-sungguh untuk memperoleh pahala di bulan Ramadhan serta menyusun waktunya (membuat jadwal) untuk beramal shalih. Barangsiapa yang menepati janjinya pada Allah maka Allah pun akan menepati janji-Nya serta menolongnya untuk taat dan memudahkan baginya jalan kebaikan. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, فَلَوْ صَدَقُوا اللَّهَ لَكَانَ خَيْراً لَهُمْ )محمد : 21( “Maka seandainya mereka benar-benar beriman pada Allah, maka sungguh itu lebih baik bagi mereka.” (QS. Muhammad:21) 6. Berbekal ilmu dan pemahaman terhadap hukum-hukum di bulan Ramadhan. Wajib atas seorang yang beriman untuk beribadah kepada Allah dilandasi dengan ilmu, dan tidak ada alasan untuk tidak mengetahui kewajiban-kewajiban yang diwajibkan Allah atas hamba-hamba-Nya.  Di antara kewajiban itu adalah puasa di bulan Ramadhan. Sudah sepantasnya bagi seorang muslim belajar untuk mengetahui perkara-perkara puasa serta hukum-hukumnya sebelum ia melaksanakannya (sebelum datang bulan Ramadhan), agar puasanya sah dan diterima Allah Ta’ala. فَاسْأَلوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لاتَعْلَمُونَ) الأنبياء :7( “Maka bertanyalah pada orang-orang yang berilmu jika kalian tidak mengetahui.” (QS. Al-Anbiya’:7) 7. Wajib pula bertekad untuk meninggalkan dosa-dosa dan kejelekan, serta bertaubat dengan sungguh-sungguh dari seluruh dosa, berhenti melakukannya serta tidak mengulanginya lagi. Karena bulan Ramadhan adalah bulan taubat. Barangsiapa yang tidak bertaubat di dalamnya, maka kapankah lagi ia akan bertaubat? Allah Ta’ala berfirman, وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ) النور : 31( “Dan bertaubatlah kalian semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kalian beruntung.” (QS. An-Nur: 31) 8. Mempersiapkan jasmani dan rohani dengan membaca dan menelaah buku-buku serta tulisan-tulisan, serta mendengarkan ceramah-ceramah islamiyah yang menjelaskan tentang puasa dan hukum-hukumnya, agar jiwa

UAS Sampaikan Tips Sehat Ala Rasul, Apa Saja?

Ustaz Abdul Somad menyampaikan tausiyah di hadapan ratusan jamaah di Masjid Asy-Syifa RSCM. Dalam tausiyahnya, UAS mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang sehat dan kuat. Pada saat Perang Badar, Rasulullah menempuh jarak 150 km dari Madinah menuju Badar.  Dalam perang melawan pasukan kafir Quraisy itu, Rasulullah menjadi panglima perang sembari menunggang kuda. Menunggang kuda bukan perkara mudah, pasalnya, satu jam menunggang kuda bisa sama dengan melakukan olahraga push up sebanyak 1.000 kali.  “Yang lebih hebat, saat itu usia Rasulullah tidak muda lagi, yakni 55 tahun,” kata dia.   Kemudian ketika melakukan haji wada, Nabi SAW memotong 63 ekor unta dengan tangannya sendiri. Setelah itu, Nabi menyerahkan hewan kurban selebihnya (37 ekor) kepada Sayyidina Ali untuk disembelihnya.  Rasul lantas memerintahkan daging kurban itu diberikan kepada masakin(orang-orang miskin). “Nabi SAW itu sehat dan kaya,” kata Ustaz Somad. Lalu, di mana letak kunci sehat Nabi Muhammad SAW? Yang pertama, kata UAS, makanlah. Namun, UAS mengingatkan bahwa Nabi SAW makannya sedikit.  Di sela-sela ceramahnya, UAS mengatakan bahwa Nabi SAW tidak pernah mengonsumsi santan, jenis makanan yang justru digemari sebagian besar masyarakat Indonesia. “Segala penyakit berasal dari santan. Barulah saya paham, karena Nabi tidak pernah makan santan. Orang arab menyebut kelapa sebagai ‘Jauzun Hindiyyun’. Jauzun artinya keras, dan Hindiyyun artinya india. Artinya, kelapa adalah barang antik yang tidak tumbuh di Arab,” lanjutnya.  Meski Nabi SAW memakan kambing, Nabi menurut UAS, tidak memiliki penyakit darah tinggi. UAS mengklaim tidak ada hadis yang menyebutkan Nabi SAW mengalami darah tinggi.  Di Maroko, masyarakat di sana umumnya mengolah kambing dengan cara dibakar. Sementara itu, dalam Islam, UAS mengatakan hewan hendaknya dipotong dengan mengucap basmallah terlebih dahulu dan darahnya kemudian dibersihkan.  Menurut UAS, hewan yang telah dipotong dan hendak dimakan haruslah dibersihkan darahnya. Pasalnya, segala sumber penyakit berasal dari darah hewan tersebut.  Selanjutnya, UAS mengatakan Muslim hendaknya menjaga makanan yang bisa mengundang penyakit. Karena dalam Alquran sendiri, terdapat do’a meminta keselamatan atas agama dan jasad (tubuh). UAS menekankan untuk menghindari konsumsi gula berlebihan, yang dikatakannya juga bisa menjadi asal muasal penyakit. “Penyakit muncul akibat ulah perbuatan manusia,” katanya. Segala penyakit ada di lambung. Karena itu, menurut UAS, Rasulullah dan para sahabat sangat menjaga lambung mereka dengan tidak sembarang mengonsumsi makanan.  Di zaman sekarang ini, banyak jenis makanan yang memakai bahan pengawet yang berbahaya. Misalnya sering kita jumpai, ikan yang tidak dikerubuni lalat atau apel yang tidak mudah busuk dengan belatung lantaran diberi zat pestisida. Selain makanan dan minuman Nabi SAW yang sehat dan terjaga, Nabi juga selalu mengonsumsi madu. Nabi SAW menceritakan madu dan hewan yang memproduksi madu.  Seperti disebutkan dalam Alquran, lebah yang menghasilkan madu mendapat tempat istimewa dalam surah an-Nahl. Dikatakan UAS, lebah hanya memakan makanan yang baik, yaitu saripati bunga, dan hanya mengeluarkan yang baik, yaitu madu. Lebah pun tidak pernah hinggap di ranting, tetapi hinggap di batang pohon yang besar. “Kata Nabi, jaga makananmu yang halalan thoyyiban. Islam mengajarkan untuk memakan makanan yang baik juga halal,” tambahnya. Sumber : https://www.republika.co.id

‘Ingin Rezeki Semakin Berkah, Jadilah Distributor yang Baik’

Koin emas harta karun (ilustrasi) Foto: Antara/Ampelsa Banyak yang mendefinisikan orang kaya itu adalah karena banya harta yang bergelimang. Kehidupannya selalu terhias sempurna dalam hidupnya membuat seseorang itu berbeda ketika sedang berkumpul dengan orang lain. “Tetapi perlu kita sadari, bahwa kaya yang sesungguhnya adalah saat dirimu dimahkotai iman yang kuat, bukan karena gemerlap harta dan pernak-pernik duniawi yang menempel sesaat padamu,” kata Habib Abdurahman melalu pesan hikmanya yang diterima Republika.co.id, Jumat (14/12). Habib mengatakan, bukankah di saat menusia mulai renta pun,  harta itu tak bisa digunakan semuanya? Bahkan sudah mulai dinikmati ahli waris.  Apalagi di saat mati harta tak terpakai semuanya.  “Jadi, tidak usah membusungkan dada ketika hidup sudah tak lagi susah, karena hal itu hanya bentuk kasih sayang Allah kepadamu agar dirimu lebih bisa menjadi sosok yang lebih berguna bagi sesamanya,” katanya. Habib mengibaratkan orang kaya itu wakil Allah SWT di bumi untuk menyebarkan kelebihan hartanya kepada yang membutuhkan. “Si kaya dapat bahagia saat ia menyadari dirinya ditunjuk Sang Khaliq sebagai distributor harta Tuhannya. Maka jadilah distributor yang baik!  Agar langgeng rezekimu dan sebagai agen sedekah,” katanya.  Dia menegaskan, kaya itu baik dan akan sangat baik bahkan jauh lebih baik,  jika iman bersemayam dalam kekayaan tersebut. Habib mengutip perkataan Ali bin Abi Thalib RA: “Bukanlah kebaikan dengan banyaknya hartamu dan anakmu, melainkan kebaikan yaitu dengan banyaknya ilmumu dan besarnya kelembutanmu, dan berlomba dengan manusia dalam beribadah kepada Allah.” Habib menyarankan membaca hamdalah tatkala mampu berbuat baik dan beristighar saat berbuat keburukan.    Sumber : https://www.republika.co.id

Foz Ajak Generasi Millenial Bangkitkan Gerakan Zakat

Ilustrasi (sumber gambar : google) Forum Zakat (Foz) akan mengadakan lomba essay bagi mahasiswa dengan tema ‘Inovasi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Zakat di Era Milenial’. Lomba ini merupakan rangkaian acara Indonesia Zakat Summit 2018 yang akan diselenggarakan di Hotel Horison, Bandung pada 20-21 Desember 2018.  Direktur Eskekutif Foz, Agus Budiyanto mengatakan, lomba ini merupakan gambaran adanya bonus demografi Indonesia di mana populasi usia produktif lebih banyak disbanding usia non produktif. Hal ini berkaitan dengan generasi muda (millennial).  “Menggerakkan millenal dalam gerakan zakat. Kita akan undang beberapa milenal yang aktif menggerakan zakat dan juga membuka gagasan mahasiswa sekaligus lomba gagasan yang didanai oleh lembaga amil zakat,” ujarnya ketika dihubungi Republika.co.id, Jumat (14/12). Menurutnya, pada era milenial ini gerakan zakat yang didalamnya merupakan gabungan dari seluruh organisasi pengelola zakat maupun stakeholder yang berhubungan dengan dunia zakat juga ikut berpartisipasi dalam pengelolaan generasi muda, baik dalam mengembangkan dan mendukung ide-ide dan inovasi berbasis zakat. “Forum Zakat hadir untuk membersamai perkembangan gerakan-gerakan zakat yang nantinya memberikan kontribusi besar dan solusi untuk kemajuan Indonesia,” ucapnya.  Di sisi lain, kegiatan ini merupakan bentuk perkembangan zakat semakin menarik untuk diperhatikan, terlebih bagian dari penggerak perkembagan zakat di Indonesia. Dimana saat ini perkembangannya sudah melalui beberapa fase gelombang, mulai dari zakat yang hanya didistribusikan untuk kebutuhan konsumtif atau charity.  “Gelombang kedua pun telah dilalui dimana zakat sudah mulai didayagunakan untuk mengatasi berbagai masalah kemiskinan yang menjadi pekerjaan besar untuk semua pihak,” ucapnya.  Saat ini program yang dihadirkan oleh lembaga amil zakat sudah sangat inovatif dan beragam dengan mengedepankan program produktif dan berkelanjutan tanpa meninggalkan sisi konsumtif (charity). Dari sekian banyak program inovatif yang digulirkan LAZ tentu sudah memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Indonesia, meskipun pekerjaan rumah yang besar masih menanti kita untuk segera diselesaikan.  Misalnya, belum terlihatnya peran zakat secara makro-ekonomi bahkan cenderung rentan terhadap perubahan kondisi akibat kebijakan-kebijakan pemerintah yang bisa dengan sangat cepat meruntuhkan tembok kemandirian yang telah susah payah dirintis tersebut. “Sehingga, gerakan zakat kini memasuki gelombang ketiga yaitu LAZ mengambil peran sebagai mitra pemerintah dalam memandirikan ummat melalui advokasi kebijakan untuk menciptakan keadilan sosial,” jelasnya.  Forum Zakat Nasional sebagai asosiasi lembaga amil zakat di Indonesia memahami bahwa momentum gerakan zakat di tahun 2018 ini ialah melakukan sinergi yang dapat bermanfaat untuk umat, terutama pada aspek pemberdayaan masyarakat dan respon tanggap bencana. Selain itu, FOZ juga terus melakukan peningkatan kapasitas amil zakat agar ke depannya dapat meningkatkan kinerja dari OPZ yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kepercayaan masyarakat.  Sumber : https://www.republika.co.id

FOZ akan Gelar Indonesia Zakat Summit 2018

Forum Zakat (FOZ) akan menyelenggarakan Indonesia Zakat Summit 2018. Kegiatan ini merupakan gabungan dua agenda penting FOZ yakni Konferensi Zkaat Nasional (KZN) dan CEO LAZ Forum. Rencananya, kegiatan ini akan diadakan di Hotel Horison, Bandung pada 20-21 Desember 2018. Direktur Eksekutif FOZ, Agus Budiyanto mengatakan Indonesia Zakat Summit merupakan ajang pertemuan bagi pegiat zakat dan stakeholder zakat, baik pemerintah maupun swasta dalam rangka menguatkan dan menjaga momentum perjuangan gerakan zakat Indonesia. “Kita bukan hanya ingin menampilkan gerakan zakat sebagai entitas yang besar, tetapi menawarkan solusi dan mampu berkolaborasi dengan stakeholder tidak hanya berhubungan dengan sosial islamic financetetapi juga kementerian dan lembaga kemanusiaan lainnya yang tidak bersifat islamic, kan zakat mewakili Islam. Menawarkan gerakan zakat yang inklusif dan gerakan solusi,” ujarnya ketika dihubungi Republika.co.id, Jumat (14/12). Menurutnya, kegiatan ini juga memperkuat kerja sama dengan kementerian terkait seperti Kementerian Sosial, Kementerian Agama dan Kementerian PMK. Sekaligus, perkumpulan ruang bagi pimpinan LAZ untuk meberikan masukan dan pandangan strategi bagi gerakan zakat Indonesia pada tahun depan. “Kita juga akan memperkuat kerja sama dengan kementerian terkait dengan isu kebencanaan, kita mau review Lombok dan Donggala. Ketiga, forum kumpul pimpinan dan CEO zakat outlokk zakat 2019 dan refleksi 2018,” ucapnya. Ke depan, diharapkan kegiatan ini memberikan solusi kongkrit bagi masyarakat yang ingin mengetahui pengetahuan perzakatan. “FOZ akan menyatukan data sehingga terkonsolidasi, jadi masyarakat juga tahu ketika berzakat dananya seperti apa, tidak hanya porsi kecil saja tetapi konsolidasi besar dalam forum zakat, maka yang disalurkan besar dan harapanya masyarakat lebih aware dan tingkat kesadaran meningkat,” ujar dia. Sumber : https://www.republika.co.id

Sedekah Merubah Takdir

Merubah Takdir  suatu hari, malaikat maut mendatangi nabi Ibrahim a.s, lalu bertanya :malaikat : “siapa anak muda yang tadi mendatangimu wahai ibrahim ?nabi Ibrahim : itu tadi sahabatku & sekaligus muridku. malaikat : ada apa dia datang menemuimu..?nabi Ibrahim : dia ingin menyampaikan akan menikah besok pagi.malaikat: wahai ibrahim, sayang sekali, umur anak itu tidak akan sampai besok pagi. Habis berkata seperti itu, malaikat maut pun pergi meninggalkan nabi Ibrahim.Hampir saja nabi Ibrahim a.s tergerak untuk memberitahu anak muda tersebut, guna menyegerakan pernikahannya malam itu juga, dan memberitahu tentang kematiannya. Tetapi langkahnya terhenti. Nabi Ibrahim a.s memilih kematian tetap menjadi rahasia Allah.. Esok paginya, nabi Ibrahim a.s ternyata melihat & menyaksikan anak muda tersebut melangsungkan pernikahannya. Haripun berganti, minggu berganti, bulan berganti, & tahun pun berganti tahun, nabi Ibrahim a.s malah melihat anak muda ini panjang umurnya sehingga usianya 70 tahun.. Nabi ibrahim a.s pun bertanya kepada malaikat maut, kenapa malaikat berbohong tempoh hari, menyampaikan jika anak muda itu akan mati besok pagi, ternyata tidak mati, bahkan umurnya panjang.. malaikat maut : dirinya memang akan mencabut nyawa anak muda tersebut, kerana Allah menahannya, dan kenapa Allah swt menahan tanganku untuk tidak mencabut nyawa anak muda itu (dahulu)…? Ketahuilah wahai Ibrahim, bahwa di malam menjelang pernikahannya, anak muda tersebut menyedekahkan 7 dirham untuk anak2 yatim, lalu anak2 yatim mendoakan nya. Allah mengganti setiap dirham 10 th dan aku di perintah kan oleh Allah, untuk tdk mencabut nyawa anak muda tersebut sebelum usianya 70 th. Dan inilah yang membuat Allah memutuskan untuk memanjangkan umur anak muda tersebut, hingga engkau masih melihatnya hidup.. Kematian memang di tangan Allah swt, justru itu, memajukan dan memundurkan kematian adalah hak Allah. Dan Allah memberitahu lewat kalam rasulnya, Muhammad saw bahwa sedekah itu bisa memanjangkan umur. Wallahu’alam Bishawab Sumber: http://sengketahati.blogspot.com saudaraku, marilah kita perbanyak bersedekah. Salurkan Zakat, Infaq dan Sedekah Anda melalui Lembaga Amil Zakat Dompet Amal Insani (LAZDAI) 💳Rekening Donasi:BNI Syariah 028 5076 892 an Yayasan Amal Insani Konfirmasi ke 0812 7946 227 (Esa) 🚙Layanan Jemput Zakat, Infaq dan Sedekah0821 7601 9865 (Nurul) ☎Info Program : 0812 7944 115 (Nur Handoyo)

Sedekah dan Segudang Manfaatnya

Suatu hari ada seorang pengemis mengetuk pintu rumah Rasulullah Saw. Pengemis itu berkata: ” saya pengemis ingin meminta sedekah dari Rasulullah.” Rasulullah bersabda: ” Wahai Aisyah berikan baju itu kepada pengemis itu”. Sayyidah Aisyah pun akhirnya melaksanakan perintah Nabi. Dengan hati yang sangat gembira, pengemis itu menerima pemberian beliau, dan langsung pergi ke pasar serta berseru di keramaian orang di pasar: ” Siapa yang mau membeli baju Rasulullah? “. Maka dengan cepat berkumpullah orang-orang, dan semua ingin membelinya. Ada seorang yang buta mendengar seruan tersebut, lalu menyuruh budaknya agar membelinya dengan harga berapapun yang diminta, dan ia berkata kepada budaknya: jika kamu berhasil mendapatkannya, maka kamu merdeka. Akhirnya budak itupun berhasil mendapatkannya. Kemudian diserahkanlah baju itu pada tuannya yang buta tadi. Alangkah gemberinya si buta tersebut, dengan memegang baju Rasulullah yang didapat, orang buta tersebut kemudian berdoa dan berkata: ” Yaa Rabb dengan hak Rasulullah dan berkat baju yg suci ini maka kembalikanlah pandanganku”. MaaSyaa Allah…dengan izin Allah, spontan orang tersebut dapat melihat kembali. Keesokan harinya, iapun pergi menghadap Rasulullah dengan penuh gembira dan berkata: ” Wahai Rasulullah… pandanganku sudah kembali dan aku kembalikan baju anda sebagai hadiah dariku”. Sebelumnya orang itu menceritakan kejadiannya sehingga Rasulullah pun tertawa hingga tampak gigi gerahamnya. Kemudian Rasulullah bersabda kepada Sayyidah Aisyah: ” Perhatikanlah baju itu wahai Aisyah, dengan berkahNya, ia telah mengkayakan orang yang miskin,Menyembuhkan yang buta,Memerdekakan budak dan kembali lagi kepada kita.” Subhanallah… Al-Imam as-Suyuti menyebutkan dalam salah satu kitabnya bahwa pahala shadaqah itu ada 5 macam: أَنَّ ثَوَابَ الصَّدَقَةِ خَمْسَةُ أَنْوَاعٍ : وَاحِدَةٌ بِعَشْرَةٍ وَهِيَ عَلَى صَحِيْحِ الْجِسْمِ ، وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِيْنَ وَهِيَ عَلَى الْأَعْمَى وَالْمُبْتَلَى ، وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِمِائَةٍ وَهِيَ عَلَى ذِي قَرَابَةٍ مُحْتَاجٍ ، وَوَاحِدَةٌ بِمِائَةِ أَلْفٍ وَهِيَ عَلَى الْأَبَوَيْنِ ، وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِمِائَةِ أَلْفٍ وَهِيَ عَلَى عَالِمٍ أَوْ فَقِيْهٍ اهـ(كتاب بغية المسترشدين) ” Sesungguhnya pahala bersedekah itu ada lima kategori : 1) Satu dibalas sepuluh (1:10) yaitu bersedekah kepada orang yang sehat jasmani. 2) Satu dibalas sembilan puluh (1:90) yaitu bersedekah terhadap orang buta, orang cacat atau tertimpa musibah, termasuk anak yatim dan piatu. 3) Satu dibalas sembilan ratus (1:900) yaitu bersedekah kepada kerabat yang sangat membutuhkan. 4) Satu dibalas seratus ribu (1: 100.000) yaitu sedekah kepada kedua orangtua. 5) Satu dibalas sembilan ratus ribu (1 : 900.000) yaitu bersedekah kepada orang yg alim atau ahli fiqih.[Kitab Bughyatul Musytarsyidin]. Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk bermurah hati, suka bersedekah dengan ikhlas. Aamiiiin… Salurkan Zakat, Infaq dan Sedekah Anda melalui Lembaga Amil Zakat Dompet Amal Insani (LAZDAI) 💳Rekening Donasi:BNI Syariah 028 5076 892 an Yayasan Amal Insani Konfirmasi ke 0812 7946 227 (Esa) 🚙Layanan Jemput Zakat, Infaq dan Sedekah0821 7601 9865 (Nurul) ☎Info Program : 0812 7944 115 (Nur Handoyo) fb. lazdai lampungIG. lazdaizakat