Manfaat Minum Air Kelapa di Pagi Hari

(Foto: Healthandhealtyliving) Tubuh membutuhkan elektrolit seperti potasium untuk membantu menjaga detak jantung tetap teratur, berfungsi dengan baik, dan membuang limbah dari sel-sel tubuh. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia, manusia membutuhkan banyak nutrisi mineral ini sekitar 3.510 miligram potasium per hari untuk orang dewasa yang sehat. Itu bisa dipenuhi dengan air kelapa. Menurut data dari Database Nasional Gizi Departemen Pertanian AS untuk Referensi Standar, satu cangkir air kelapa memiliki 600 miligram potasium. Makanan seperti pisang yang dikaitkan memiliki kalium yang tinggi, hanya memiliki kurang dari 500 miligram potasium. “Jika Anda pusing dari malam sebelumnya, air kelapa bisa menjadi cara yang bagus untuk memulai pagi Anda,” ujar Arthur Gallego, direktur global komunikasi perusahaan di Vita Coco seperti dikutip di laman Health, Senin, (2/4). Ditambah lagi, komposisi air kelapa sekitar 95 persen air, menurut USDA, jadi dapat menjadi sumber asupan H2o harian. Tak hanya itu, air kelapa memilih manfaat lain selain mengatasi hidrasi. Chris Cuvelier, CEO dan pendiri Zola, perusahaan yang membuat air kelapa dan minuman energi hidrasi organik menjelaskan, “Hidrasi pembangkit tenaga dari buah super seperti kelapa membantu Anda mempertahankan fokus mental, menyeimbangkan tingkat pH Anda, menstabilkan suhu inti Anda, dan memberikan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh.” Ketika hendak minum di pagi, seseorang tidak perlu khawatir tentang minum air kelapa dalam keadaan perut kosong karena minuman ini memiliki keasaman rendah. “Minuman yang mengganggu perut kita di pagi hari adalah yang asam,” jelas Gallego. “Seperti jus jeruk diikuti dengan kopi.” Berbeda dengan mengkombinasi minum air kelapa dan kopi karena sifat air kelapa bisa mengimbangi efek negatif kafein.  Cuvelier mencatat bahwa ia memulai setiap pagi dengan sekaleng air kelapa dan espreso. “Setara dengan dua teguk espresso dan memiliki kalium untuk menghidrasi,” kata dia. Sumber : http://gayahidup.republika.co.id/

Terjang Jalan Rusak Tim Lazdai Salurkan Zakat di Jabung

Jalan yang rusak tak membuat gentar tim Lembaga Amil Zakat Daerah Amal Insani atau yang biasa disebut LAZDAI Lampung untuk salurkan zakat di Desa Mekar Jaya Kecamatan Jabung Lampung Timur untuk membagikan bantuan kepada korban banjir, Jum’at, (30/03/2018) Bekerjasama dengan bersama dengan BMT Mitra dan Elmu memberikan bantuan berupa paket sembako kepada sekitar 500 kepala keluarga korban banjir Mekar Jaya. Imam Hanafi Ketua Lazdai Lamtim menyampaikan bahwa “Bantuan ini belumlah seberapa jika dibandingkan dengan kesedihan yang dialami saudara kita yang ada di Mekar Jaya, namun semoga yang sedikit ini bisa meringankan beban warga Dusun IV Mekar Jaya, terutama yang ada di Dusun Sekampung Sari dan Dusun Banjar Rejo”. “Yang diberikan ini adalah titipan dari para donatur, mudah-mudahan ini bisa sedikit meringankan beban dari masyarakat khususnya Dusun IV desa Mekar Jaya.” Tegas Imam.  Perjuangan kami yang begitu panjang untuk sampai ke tempat ini akhirnya terjawab sudah, “Jalan yang rusak parah yang kami lalui insyaAllah bukan sebuah hambatan karena kami yakin di sini banyak yang membutuhkan kami.” Tutup Imam dalam obrolan bersama tokoh masyarakat dusun IV Desa Mekar Jaya.  Ahmadi tokoh masyarakat Dusun IV Desa Mekar Jaya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya “mudah-mudahan pemberian dari donatur ini bisa kami manfaatkan dan bisa meringankan kami”. Sumber : http://www.jabungonline.com

Lazdai Ajak Penerima Beasiswa Procermat Bersemangat Sambut UN

Lazdai kembali membagikan beasiswa Program Cerdaskan Ummat (Procermat)kepada 68 pelajar dan mahasiswa di Bandar Lampung. Selain membagikan beasiswa, Lazdai juga memberikan motivasi kepada seluruh penerima beasiswa yang akan bersiap melaksanakan Ujian Nasional (UN). Penanggungjawan Procermat, Nurhandoyo, mengatakan bahwa Procermat sudah berjalan kurang lebih selama 17 tahun. Dalamm kurun waktu tersebut, cukup banyak pelajar atau mahasiswa yang terbantu dalam menyelesaikan studinya. “Alhamdulillah, atas bantuan para donatur semua, Procermat bisa tetap berjalan hingga sekarang. Mudah-mudahan ini menjadi amal jariah bagi para donatur semua”, kata Nurhandoyo, Sabtu (31/3) di Taman Wisata Lembah Hijau.  Lazdai tidak hanya memberikan beasiswa saja, tapi Lazdai juga memberikan pembinaan kepada para penerima beasiswa. Pembinaan berupa pemberian motivasi belajar sampai pembinaan ruhani. Sehingga kelak para pelajar dan mahasiswa ini menjadi manusia-manusia yang berahlak mulia dan berkepribadian yang baik. Dalam kesempatan tersebut, Lazdai juga melalukan   program sinergi dengan Lembaga Amil Zakat Baitul Maal (LAZ BM) 1895. LAZ BM 1895 membagikan alat sekolah, berupa tas beserta isinya, seperti buku, pensil, kotak pensil, pensil warna, mistar dan  pena, selain itu juga terdapat sarung, peci dan buku iqro. Senyum lebar mengembang dari bibir anak – anak tersebut.

Ini Kunci Agar Sedekah Diterima

Bersedekah tak terbatas jumlahnya, walau sedikit sekalipun. Kekuatan sedekah sangat dahsyat. Ibadah ringan ini sekilas memang sederhana dan mungkin sepele di mata orang. Tetapi, sentuhan sedekah begitu menakjubkan. Sedekah, seperti penegasan Umar bin Khatab, akan menghapuskan dosa kecil yang dilakukan. Aktivitas berbagi ini pula pahalanya akan dilipatgandakan. Ini seperti yang ditegaskan di surah al-Baqarah ayat 261. “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS al-Baqarah [2]: 261). Dan, ingatlah sedekah pada hakikatnya tidak akan mengikis kekayaan. Malah tiap harinya, sebagaimana penegasan hadis Abu Hurairah Hurairah, bahwa malaikat akan mendoakan bagi para pesedekah agar harta mereka bertambah berkah dan melimpah. Bersedekah bukan sebatas aktivitas memindah tangankan harta kepada orang lain, lalu selesailah urusan. Sedekah memiliki nilai dan filosofi yang dalam. Termasuk soal bagaimana aktivitas bersedekah sukses dan diterima oleh Allah SWT.  Atas dasar inilah perlu menyusun strategi agar sedekah membawa berkah dan bernilai ibadah. Tak cuma berisikan kegiatan memberi dan menerima. Supaya sedekah kian berkah, seperti diungkapkan oleh Syekh Imad Hasan Abu al-Ainaini dalam esainya berjudul “Jumal Mukhtasharat fi Fawaid wa Adab as-Shadaqat”, ada rententan hal yang penting diperhatikan. Maka pertama kali, kata Syekh Imad, tekankan niat dan motif bersedekah. Sedekah bukan untuk mencari kepentingan duniawi, melainkan bersedekah untuk mendapatkan rida Ilahi. Keikhlasan bisa menentukan diterima atau tidaknya amal sedekah seseorang. Karena itu, bila Anda bersedekah, jangan menyertainya dengan mengumbar-umbar atau mengungkit-ungkit sedekah yang Anda berikan. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).” (QS al-Baqarah [2]: 264). Bila sedekah disertai riya, misalnya, maka seketika itu pula akan menggugurkan pahala bersedekah. Laksana air yang menyapu bersih pasir di atas bebatuan. Pastikan, harta yang Anda gunakan untuk bersedekah bagi sesama berasal dari sumber yang halal. Sedekah tidak akan diterima bila diperoleh dari cara dan jalan yang haram. Sekalipun niatnya baik untuk membantu sesama, tetapi cara negatif yang ditempuh tidak bisa dibenarkan. Hadis riwayat Muslim menyebutkan, Allah SWT Mahasuci dan hanya akan menerima apa pun yang suci pula. Bila terbesit sedekah, jangan ditunda-tunda. Tak ada bisa memastikan nasib dan kondisi keuangan seseorang pada kemudian hari. Bisa jadi, hari ini Anda diberi kecukupun, tetapi kondisi ini bisa berubah dalam sekejap. Peluang emas itu janganlah disia-siakan. Di riwayat Bukhari Muslim, Rasulullah menyerukan agar menyegarakan sedekah saat muncul keinginan. Akan datang suatu masa, saat tak satu pun orang siap menerima sedekah. Yang tersisa hanyalah ucapan, seandainya sedekah itu diberikan kemarin, pasti akan diterima. Sementara sekarang, tak lagi diperlukan, sabda Nabi SAW. Ibnu Bathal mengatakan, kebaikan sebaiknya disegerakan. Pasalnya, halangan akan datang tiap waktu, tanpa terduga. Kematian tak akan menunggu siap atau tidakkah seseorang. Dengan menyegerakan sedekah, akan sangat membantu para dhuafa, menjauhkan sifat kikir, menghapus dosa, dan mendekatkan rida-Nya. Bersedekahlah, meski hanya dengan sebutir kurma, sabda Rasul dalam hadis riwayat Bukhari Muslim. Tak harus menunggu Anda kaya untuk bersedekah harta. Seberapa pun jumlah harta yang Anda miliki maka seyogianya kesempatan meraup pahala dari sedekah, masih terbuka lebar. Dan terakhir kali, untuk menekan potensi riya saat bersedekah sunat maka usahakan bersedekah tanpa publikasi apa pun dan jauh dari penglihatan publik. Publikasi sedekah sunat rentan dengan unsur riya yang bisa menghapus pahala bersedekah. Maka, bila Anda lakukan hal itu, persiapkan diri Anda menjadi satu dari ketujuh golongan yang akan mendapatkan perlindungan Allah pada hari kiamat, ketika tak pertolongan apa pun kecuali dari-Nya. Karena, tangan kanan Anda telah bersedekah sementara tangan sebelah kiri tidak mendeteksi aktivitas mulia tersebut. Sumber : http://khazanah.republika.co.id/

Sedekah yang Paling Besar Pahalanya

Oleh Moch Hisyam Suatu ketika ada seseorang yang datang kepada Nabi SAW seraya bertanya, “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling besar pahalanya?” Lalu, beliau menjawab, “Bersedekah selama kamu masih sehat, bakhil (suka harta), takut miskin, dan masih berkeinginan untuk kaya. Dan, janganlah kamu menunda-nunda sehingga apabila nyawa sudah sampai di tenggorokan maka kamu baru berkata, ‘Untuk fulan sekian dan untuk fulan sekian’, padahal harta itu sudah menjadi hak si fulan (ahli warisnya).” (HR Bukhari dan Muslim). Salah satu pelajaran yang terkandung dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah di atas adalah anjuran kepada kita untuk bersegera bersedekah dan melakukan amal-amal baik lainnya. Tegasnya, berbuat baik itu jangan ditunda-tunda, harus segera dilaksanakan. Hal ini selaras dengan firman Allah SWT dalam al-Baqarah (2) ayat 148, “Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan.” Dalam hadisnya, Rasulullah SAW bersabda, “Perlahan-lahan dalam segala sesuatu itu baik, kecuali dalam perbuatan yang berkenaan dengan akhirat.” (HR Abu Dawud, Baihaqi, dan Hakim). Bila kita menunda-nunda amal kebaikan bisa menjadikan amal baik yang akan kita lakukan itu tidak terlaksana. Itu karena kita tidak tahu kapan ajal menjemput diri kita.  Boleh jadi karena menunda-nunda amal, ajal keburu menjemput diri kita sehingga kita tidak sempat melakukan amal baik yang telah kita niatkan. Selain itu, bila kita menunda-nunda amal baik bisa menyebabkan niat kita menjadi berubah karena ketika kita menunda-nunda berbuat baik sama dengan membuka kesempatan pada hawa nafsu dan setan untuk mengganggu dan menggoda diri kita. Karena, hawa nafsu dan setan senantiasa mengajak kepada keburukan dan menghalangi  kita berbuat kebaikan. Allah berfirman, “Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya, Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Yusuf [12] : 53). Dalam ayat lain disebutkan, “Dan, sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.” (QS Az-Zukhruf [43] : 37). Untuk itu, bila kita mempunyai niat berbuat kebaikan hendaknya bersegera melakukannya agar kita segera memperoleh kebaikan dan sebagai upaya kita menyempurnakan kebaikan yang kita lakukan. Di dalam atsar Abdullah Ibnu Abbas, dikatakan, “Tidak sempurna kebaikan kecuali dengan menyegerakannya karena jika disegerakan hal itu akan lebih menyenangkan pihak yang berkepentingan.” Akhirnya, mari kita renungi sebuah kisah sebagai ibrah dan mauizdah bagi kita untuk menyegerakan setiap kebaikan yang telah kita niatkan. Dikisahkan, “Seorang saleh yang sedang berada di kamar mandi pernah memanggil budaknya dan menyuruhnya untuk memberikan sedekah kepada seseorang. Maka, budak itu berkata kepadanya, ‘Mengapa tuan tidak bersabar dulu, hingga tuan keluar dari kamar mandi?’ Dia menjawab, ‘Saya mempunyai niat untuk berbuat baik dan saya takut niat itu berubah. Oleh karena itu, begitu mempunyai niat, saya segera mengikutinya dan melaksanakannya.’” Wallahu’alam. Sumber : http://khazanah.republika.co.id/

Salah Paham Habatussauda

Oleh : Eri Assyukria Mungkin sudah tidak asing lagi bagi para praktisi Thibbun Nabawi atau yang aware dengan pengobatan islami tentang khasiat dari HABBATUSAUDA yang luar biasa.. hal ini tak terlepas dari sebuah hadist dari berbagai redaksi : “Sungguh, dalam habbatus sauda’ itu terdapat penyembuh segala penyakit, kecuali as-sâm.” Saya bertanya : “Apakah as-sâm itu?” Beliau menjawab : “Kematian.”  Sehingga habbatusauda dipercaya dan diyakini sebagai obat segala penyakit (kecuali kematian). Maka, diberi kesimpulan lah bahwa sakit gigi minum habbat, panas minum habbat, demam minum habbat, diabet minum habbat, dan semua penyakit minum habbat..  Nah, apakah benar seperti itu? Inilah komentar para ulama tentang habbatussauda. 1) Munawi berkata : “Ia menyembuhkan segala penyakit yang timbul karena adanya unsur basah (ruthûbah). Tetapi, habatus sauda’ tidak dikonsumsi sendirian sebagai obat, melainkan kadang-kadang digunakan campuran obat lain dan kadang-kadang digunakan sendiri tanpa campuran, tergantung kebutuhan penyakit.” 2) Ibnu Hajar Al-`Asqolânî juga berkomentar seperti di atas, hanya saja menambah komentar mengenai “setiap penyakit”.  Kata beliau : “Maksudnya setiap penyakit yang bisa diobati dengannya, karena sesungguhnya habbatus sauda’ ini bermanfaat untuk mengatasi penyakit-penyakit yang disebabkan unsur dingin (bârid). Adapun penyakit-penyakit yang disebabkan oleh unsur panas (hârr), tidak bisa.”  3) Khothobi berkata : “Itu termasuk kategori kalimat umum, tetapi dimaksudkan untuk makna khusus. Sebab, tidak ada tumbuhan yang memiliki bersifat menghimpun segala karakter yang bisa menghadapi segala karakter lain dalam mengobati semua penyakit dengan kebalikannya. Tetapi, yang dimaksudkan adalah penyembuh segala penyakit yang terjadi disebabkan oleh adanya unsur basah (ruthûbah). Jadi dapat disimpulkan bahwa penyakit yang (Biidznillah) dapat disembuhkan oleh habbatusauda adalah penyakit dengan sindrom dingin/basah.. bukan yang panas/kering, karenanya hal ini harus dikonsultasikan terlebih dulu pada terapis/praktisi Thibbun Nabawi dalam penggunaan Habbatusauda..  Jangan sampai, salah minum obat ya.. hehe.. Salam sehat Islami. Sumber : https://www.muslimahzone.id/

Sedekah yang Menunda Ajal

Ilustrasi sedekah Oleh Makmun Nawawi LAZDAI – Dikisahkan, syahdan, seorang jejaka dan gadis datang menemui Sulaiman bin Daud. Nabi Sulaiman pun mengikat keduanya dengan jalinan pernikahan. Lalu, keduanya keluar dari pertemuan tersebut dengan penuh bahagia dan sukacita. Begitu keduanya keluar dari pertemuan dengan Sulaiman, masuklah malaikat maut menemui Sang Nabi, seraya berkata, “Wahai Nabi Allah, di tengah sukacita dan keriangan mereka berdua, jangan kaget, karena saya diperintahkan untuk mencabut ruh sang pemuda lima hari setelah ini.” Sulaiman pun selalu memantau dan mengawasi pemuda itu. Setelah berlalu lima hari, ternyata ia masih hidup. Hingga lima bulan pun, pemuda itu masih hidup juga. Sulaiman merasa heran. Ketika Sulaiman dihantui keheranan tersebut, datanglah malaikat maut menemui Sulaiman, sambil berkata, “Hai Sulaiman, jangan terkejut dengan hal itu. Seperti yang sudah saya katakan padamu, saya akan mencabut ruh pemuda tersebut lima hari setelah itu. Begitu dia keluar dari sisimu, seorang peminta datang menemuinya, dan pemuda itu pun memberinya lima dirham, sambil meminta didoakan agar dia panjang umur. Maka, aku pun diperintahkan untuk menangguhkan hal itu selama lima tahun karena keberkahan sedekah pemuda itu.” Sebagaimana malam-siang, lelaki-perempuan, kaya dan miskin juga merupakan fenomena alam yang berlaku pada makhluk Allah di muka bumi ini. Orang-orang kaya dan orang-orang miskin akan terus berlahiran dan akan tetap eksis di jagat raya ini. “Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.” (QS al-Isra’ [17]: 30). Jika fenomena siang-malam sudah mempersembahkan kreasinya yang indah kepada kita sehingga kehidupan ini tidak monoton dan statis, jalinan lelaki dan perempuan sudah membingkai hubungan antarmanusia menjadi penuh warna-warni. Maka, fenomena kaya dan miskin juga seyogianya menjadi medium untuk merekatkan keduanya dan menjadi jembatan untuk mewujudkan harmoni dalam kehidupan ini. Islam sudah memberikan sejumlah instrumen untuk menjelmakan nilai-nilai ideal tersebut, misalnya, dengan perintah zakat, kurban, tolong-menolong, dan sedekah. Nabi pun bersabda, “Sebaik-baik harta yang halal adalah kepunyaan orang yang saleh.” (HR Bukhari). Yang begitu mudah untuk disedekahkan dan diberikan kepada banyak orang demi kebaikan. Di sisi lain, perintah agama ini tidak harus dipahami dan ditangkap sebagai kewajiban belaka. Namun, sang pelakunya juga bakal menuai hikmah yang besar darinya, sebagaimana tersimpul dari narasi di atas, yang dikutip dari kitab Sulwatul Ahzan karya Ibnu Jauzi. Allah juga berfirman, “Dan, kebaikan apa pun yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya untukmu sendiri.” (QS al-Baqarah [2]: 272). Demikian pula sebaliknya, orang yang enggan menjalankan perintah agama dan melanggar larangan bukan hanya pantas diganjar oleh Allah, melainkan masyarakat pun secara alami akan memberinya sanksi. Misalnya, bagaimana muaknya masyarakat terhadap orang yang bakhil, koruptor, pelaku kekejian, dan LGBT. Ingat, kaum Nabi Luth diguyur hujan batu karena tindakan homoseks mereka. (QS asy-Syu’ara [26]: 160-174). Wallahu a’lam bish-shawab.  Sumber artikel : http://khazanah.republika.co.id/

BERBAGI PAKET CINTA LANSIA & MUALLAF

Assalamu’alaykum. wr.wb. “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang – orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, dan pada tiap–tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan ganjaran bagi siapa yang Dia kehendaki dan Allah Maha Luas karuniaNya lagi Maha Mengetahui“ (QS Al Baqarah : 261)” Membuka ladang amal kepada semuanya untuk berbagi cinta ramdhan kepada para lnsia dan muallaf dalam program *Berbagi Paket Cinta Lansia & Muallaf*_ _*Rp250.000/paket *_ ✅ –  _donasi_ bisa transfer ke  Rek *““Muamalat 303 0000 3474““* *““BSM 700 704 8108““* *““BNI Syariah 0285 076 122““* a/n. LAZDAI (Lembaga Amil Zakat Dompet Amal Insani)  *konfirmasi*  (0721)7694477 (telp)  08127946227 (sms/wa)  a/n Esa Efriani 🛵 Kami juga menyediakan layanan *Jemput Donasi, Jemput Zakat, Infaq dan Sedekah.*  Info & Konsultasi ZIS: 082176019865 (telp/sms) 085664675086 (wa) a/n Nurul Hidayat  jazakumullah khair.. Wassalamu’alaykum. wr. wb. ————————— Fb. Lazdai Lampung Ig. lazdai_lampung2514 #BersihHatiPeduliSesama #BerbagiCintaRamadhan #BerbagiPaketCintaLansia&Muallaf #Ramadhan1439H

Berbagi Cinta Ramadhan, Ayo Ikut Program Belanja Bareng Yatim

Assalamu’alaykum. wr.wb. “Barang siapa yang mengasuh tiga anak yatim, maka bagaikan bangun pada malam hari dan puasa pada siang harinya, dan bagaikan orang yang keluar setiap pagi dan sore menghunus pedangnya untuk berjihad di jalan Allah. Dan kelak di surga bersamaku bagaikan saudara, sebagaimana kedua jari ini, yaitu jari telunjuk dan jari tengah”. (H.R. Ibnu Majah)_ Membuka ladang amal kepada semuanya untuk berbagi cinta Ramadhan kepada anak-anak yatim dalam program Belanja Bareng Yatim _*Rp475.000/paket*_ –  _donasi_ bisa transfer ke  Rek *““Muamalat 303 0000 3474““* *““BSM 700 704 8108““* *““BNI Syariah 0285 076 122““* a/n. LAZDAI (Lembaga Amil Zakat Dompet Amal Insani)  *konfirmasi*  (0721)7694477 (telp)  08127946227 (sms/wa)  a/n Esa Efriani 🛵 Kami juga menyediakan layanan *Jemput Donasi, Jemput Zakat, Infaq dan Sedekah.*  Info & Konsultasi ZIS: 082176019865 (telp/sms) 085664675086 (wa) a/n Nurul Hidayat  jazakumullah khair.. Wassalamu’alaykum. wr. wb. ————————— Fb. Lazdai Lampung Ig. lazdai_lampung2514 #BersihHatiPeduliSesama #BerbagiCintaRamadhan #BelanjaBarengYatim #Ramadhan1439H