LAZDAI sinergi pembangunan

Penyerahan wakaf tunai 22.000.0000, LAZDAI sinergi pembangunan wakaf tunai, untuk pembangunan Rumah Tahfidz Anas bin Malik yang berlokasi di Jati agung, Lampung Selatan.
Kurban bersama YAKESMA

Laznas Yakesma berkolaborasi bersama LAZDAI Lampung menebar manfaat kurban tahun ini untuk masyarakat Lampung. Program Kurban untuk Negeri (KUN) Laznas Yakesma direalisasikan bersama LAZDAI pada Selasa (12/7) di dua titik pemotongan yaitu Desa Kurungan Nyawa, Kecamatan Gedong Tataan, Pesawaran, dan di Desa Waringinsari Barat, Kecamatan Sukoharjo, Pringsewu. Direktur LAZDAI Lampung Nurhandoyo menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas kepercayaannya kepada pihaknya. “Terima kasih telah berbagi bahagiakan sesama untuk masyarakat Lampung dalam program Kurban Bahagia. Semoga kurbannya menebar manfaat dan keberkahan,” kata dia. Hal yang sama juga disampaikan masyarakat di dua desa tempat titik pemotongan. Mereka berharap tahun ke tahun ada kurban ke desa mereka. Program Kurban Bahagia ini merupakan program tahunan yang dilaksanakan LAZDAI. “Alhamdulillah setiap tahun memfasilitasi masyarakat untuk bisa berkurban ke mana saja dari kota hingga pelosok desa di Lampung. Berkolaborasi dengan siapa saja untuk membahagiakan sesama di manapun itu. Sesuai namanya Kurban Bahagia dan tahun ini mengambil tema berkurban bahagia bersama bertujuan agar semua orang dapat memberi dan menerima kebahagiaan dari program ini,” kata Nurhandoyo. Sumber
Hari Tasyrik
![image by Marzia [Little Spice Jar], pinterest](https://lazdaipeduli.org/wp-content/uploads/2022/07/nasidaging.jpg)
Sejarah dan asal usul Hari Tasyrik dimulai ketika umat Islam merayakan Idul Adha. Menurut Imam Nawawi , hari Tasyrik adalah sebutan bagi tiga hari (11, 12, 13 Dzulhijjah) setelah hari nahar (10 Dzulhijah). Pada hari-hari tersebut umat Islam diperkenankan menyembelih hewan kurbannya. Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab “Fathul Bari bi Syarhi Shahihil Bukhari” mengatakan, dinamai Hari Tasyrik karena pada hari itu orang menjemur daging untuk menjadikannya dendeng. Hal senada dikatakan Imam An-Nawawi dalam kitab “Al-Minhaj, Syarah Shahih Muslim Ibnil Hajjaj”. “Tiga hari itu dinamai demikian karena orang-orang menjemur daging kurban di waktu tersebut, yaitu mendendeng dan menghampar daging pada terik matahari,” ujarnya. Secara bahasa Hari Tasyrik merujuk pada kata tasyriq yang artinya penghadapan ke arah timur (arah sinar matahari). Tetapi Hari Tasyrik biasanya merujuk pada tiga hari setelah Hari Nahar (10 Dzulhijah). Tiga hari tersebut jatuh pada tanggal 11, 12, 13 Zulhijah. Namun ulama berbeda pendapat terkait jumlah Hari Tasyrik. Sebagian ulama berpendapat, Hari Tasyrik terdiri atas dua hari. Sebagian ulama lainnya mengatakan, Hari Tasyrik terdiri atas tiga hari. Menurut Imam Nawawi, hari Tasyrik adalah sebutan bagi tiga hari (11, 12, 13 Zulhijjah) setelah hari nahar (10 Zulhijah). Lain pendapat mengatakan, Hari Tasyrik dinamai demikian karena hewan kurban tidak disembelih kecuali setelah matahari memancarkan sinarnya. Sebagian ulama lagi berpendapat, Hari Tasyrik dinamai demikian karena sholat Idul Adha dilaksanakan ketika matahari memancarkan cahaya. Sedangkan ulama lainnya mengatakan, Tasyrik adalah takbir pada setiap selesai sholat. Hari Tasyrik disebut antara lain dalam hadis riwayat Imam Muslim sebagai hari makan dan minum: عَنْ نُبَيْشَةَ الْهُذَلِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَزَادَ فِي رواية وَذِكْرٍ لِلَّهِ Artinya: “Dari Nubaisyah Al-Hudzali, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, Hari Tasyrik adalah hari makan, minum (pada riwayat lain), dan hari zikir,’” (HR Muslim, Ahmad, Abu Daud, Nasa’i). Hari Tasyrik yang jatuh pada setiap tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah haji sedang berada di Mina untuk melempar jumrah. Sementara bagi yang tidak berangkat haji merayakan Idul Adha di tempatnya masing-masing. Pada ketiga hari ini, Rasulullah SAW melarang umatnya untuk berpuasa. Dari riwayat Abu Hurairah r.a ., Rasulullah mengutus Abdullah bin Hudzaifah untuk mengelilingi kota Mina (tempat para jemaah haji saat itu berada di tanggal tersebut), serta menyampaikan bahwa: “Janganlah kamu berpuasa pada hari ini, karena ia merupakan hari makan, minum, dan berzikir kepada Allah.” Hikmah dari pelarangan berpuasa ini adalah karena masih dibolehkannya untuk menyembelih hewan kurban sampai 13 Zulhijah, kemudian bersilaturahmi dan bersama-sama merayakan dengan makan dan minum. Hari Tasyrik merupakan sebuah hari yang perlu kita istimewakan, karena, dalam sebuah hadis dari Abdullah Bin Qurth, Rasulullah SAW menyatakan: “Hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari kurban (Idul Adha), kemudian hari al-qarr.” (HR Abu Dawud 1765, Sahih Al-Albani). Maksud dari hari al-qarr ini adalah, adalah hari kedua setelah hari kurban. Ibadah di Hari Tasyrik Selain makan dan minum sesuai hadis Rasulullah SAW, ada juga perintah langsung untuk memperbanyak mengingat Allah SWT di Al-Qur’an. Dan berzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya. Barangsiapa mempercepat (meninggalkan Mina) setelah dua hari, maka tidak ada dosa baginya. Dan barangsiapa mengakhirkannya tidak ada dosa (pula) baginya, (yakni) bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa kamu akan dikumpulkan-Nya. (QS Al-Baqarah 203). Menurut ulama, “hari yang telah ditentukan jumlahnya” ini adalah hari-hari tasyrik. Bentuk mengingat Allah SWT di hari-hari tasyrik yang dimaksud adalah dengan memperbanyak takbir, banyak berdoa, dan zikir. Allah SWT berfirman: “Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka berzikirlah kepada Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut nenek moyang kamu, bahkan berzikirlah lebih dari itu. Maka di antara manusia ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia,” dan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun. Dan di antara mereka ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.” Mereka itulah yang memperoleh bagian dari apa yang telah mereka kerjakan, dan Allah Maha Cepat perhitungan-Nya.” ( QS Al-Baqarah : 200 – 202). Dalam kitab yang berjudul Lathaif Al-Ma’arif yang ditulis oleh Ibnu Rajab Al-Hanbali, dijelaskan mengenai sebuah riwayat dari Kinanah Al Quraisy, bahwa ia mendengar Abu Musa Al Asy’ari ra berkhutbah di hari Idul Adha dan berkata: “Pada tiga hari setelah Hari Idul Adha, itulah yang disebut Allah sebagai ayyamul ma’dudat (hari-hari yang terbilang, sesuai di QS Al-Baqarah: 203). Doa yang dipanjatkan di hari-hari tersebut tidak akan tertolak, maka berdoalah kamu semua dengan berharap kepada-Nya.” Referensi 1
Meresapi Makna Idul Adha

Meresapi keutamaan dan makna Idul Adha menjadi sebuah hal yang bisa dijadikan pengingat bagus untuk diri sendiri. Hal ini dikarenakan adanya beberapa faktor yang membuat seseorang bisa berubah menjadi sosok pribadi baru yang lebih baik ketika bisa mendalami makna idul qurban dengan lebih baik. Pengertian Idul Qurban secara Bahasa dan Istilah Adapun pengertian Idul Adha secara bahasa adalah hari raya haji. Hal ini dikarenakan peringatan Idul Adha bertepatan dengan puncaknya ritual ibadah haji selama di Makkah. Secara istilah, Idul Adha juga disebut sebagai Idul Qurban atau Lebaran Haji karena memperingati peristiwa penyembelihan Nabi Ismail oleh Nabi Ibrahim sebagai salah satu bukti ketaatan mereka berdua. Sejarah Idul Adha Agar makna Idul Adha semakin jelas terasa, berikut ini akan dijabarkan sejarah pelaksanaan berqurban yang sesuai dengan Al Quran dan hadist yang menyertainya. Simak penjabarannya di bawah ini. Nabi Ibrahim merupakan salah satu nabi kesayangan Allah. Kecintaan dan ketaatannya sangat membuat iri para malaikat. Nabi satu ini tak memiliki putra hingga usia senja. Karena terus berdoa, akhirnya Allah izinkan Nabi Ibrahim mendapatkan putra dari istrinya, Siti Hajar, di hari tuanya. Anak yang lahir tersebut diberi nama Ismail. Ketika Ismail berusia 10 tahun, Nabi Ibrahim mendapatkan mimpi yanh terus berulang. Mimpi itu datang dari Allah yakni perintah untuk menyembelih putranya sendiri, yakni Ismail. Sebagai ayah, tentu ada rasa sedih dan hancur dengan perintah dari Allah tersebut. Akan tetapi, karena ketaatan beliau kepada Allah sangat besar, Nabi Ibrahim pun berniat untuk melaksanakannya dengan bertanya pada Ismail terlebih dahulu. Saat Nabi Ibrahim mengutarakan maksud kepada anaknya, ternyata jawaban Ismail sungguh di luar dugaan. Dirinya bersedia untuk disembelih karena dia yakin ayahnya adalah sosok sholeh yang tidak akan berbohong kepada siapapun. Pernyataannya ini memberikan makna Idul Adha semakin istimewa dirasakan. Pada hari yang telah disepakati keduanya sudah siap untuk menjalankan perintah Allah. Ismail meminta sang ayah untuk mengikat tubuhnya dengan tali dan mengasah pisaunya dengan tajam agar dirinya tak merasakan sakit. Sungguh Maha Besar Allah atas segala kuasa, saat pisau Ibrahim sampai pada leher Ismail, tubuhnya langsung digantikan dengan domba. Hal inilah yang mendasari pemilihan hewan domba atau kambing menjadi salah satu hewan yang dianjurkan untuk disembelih ketika qurban. Dengan berqurban, makna Idul Adha sebagai salah satu amal ibadah duniawi akan sampai pahalanya hingga akhirat. Banyak pendapat ulama yang menyatakan bahwa hewan qurban yang disembelih akan menjadi kendaraan saat manusia berada di jembatan siratal mustaqim. Sunnah yang Dianjurkan ketika Idul Adha Cara masyarakat melaksanakan Idul Adha biasanya diawali dengan shalat Ied berjamaah seperti hari raya Idul Fitri. Setelahnya, mendengarkan khutbah idul adha yang berkaitan dengan amalan berqurban dan keteladanan dari Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Di antara sunnah yang baik dilakukan ketika Hari Raya Idul Adha adalah sebagai berikut. Mandi sebelum sholat Idul Adha Memakai pakaian terbaik Memakai wewangian Tidak makan sebelum sholat Idul Adha Meresapi makna Idul Adha dengan banyak bertakbir dan berdzikir Mendengarkan khutbah Memilih jalan yang berbeda ketika pulang dari masjid Apa hikmah pelaksanaan sholat Idul Adha? Pelaksanaan sholat Idul Adha dan perayaannya adalah sebuah wujud kesungguhan atas ikrar iman dalam hati. Selain itu, Idul Adha juga dapat dimaknai sebagai wujud perjuangan. Hal ini dikarenakan seluruh rangkaian ibadah haji di bulan Dzulhijjah adalah perjuangan. Dibutuhkan fisik yang kuat dan mental baja untuk bisa menyelesaikannya. Makna dalam Pelaksanaan Idul Adha untuk Umat Islam Di antara beberapa makna Idul Adha yang ingin dijunjung adalah sebagai berikut. 1. Amalan yang mendatangkan pahala Melaksanakan salah satu ajaran yang dicontohkan Nabi Ibrahim, menjadikan kegiatan qurban sebagai salah satu amalan yang banyak mendatangkan pahala. Tak hanya akan berdampak baik untuk diri sendiri, melainkan juga memberikan cipratan rezeki yang berkah untuk orang lain. Tak mengherankan bila kegiatan Idul Adha menjadi ritual yang dinantikan banyak orang. 2. Mendekatkan diri kepada Allah Dalam Al Quran Surat Al Kautsar ayat 2 diterangkan, “Fashalli lirobbika wanhar,” yang artinya “Maka sholatlah kamu sekalian, kemudian berqurbanlah (sebagai bentuk ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah)”. Ayat ini menjadi bukti bahwa ketaatan dalam melaksanakan qurban bisa menjadi manifestasi bentuk penghambaan diri manusia kepada Sang Pencipta. 3. Belajar untuk ikhlas Contoh keikhlasan Nabi Ismail adalah wujud makna Idul Adha yang sesungguhnya. Bahwa kerelaan hatinya untuk menjadi “qurban” untuk menjalankan perintah Allah. Dari kisah dua nabi tersebut, umat islam banyak belajar untuk menyemai rasa ikhlas sejak masih dini dan berharap ridha hanya kepada Allah. Menilik makna dan hikmah Idul Adha yang terbangun dari kisah kedua nabi utusan Allah tersebut, maka sangat wajar bila pada akhirnya banyak umat islam yang mengusahakan amalan ini. Betapa amalan berqurban ini menjadi sebuah napak tilas yang begitu indah antara seorang bapak, anak, dan Rabb-Nya, yakni Allah SWT. 4. Contoh untuk memberikan pengorbanan Makna Idul Adha ini juga sebagai salah satu contoh untuk memberikan pengorbanan yang nyata. Bahwa Nabi Ismail menjadi teladan yang baik tentang keimanan yang dibangun kuat oleh keluarga, terutama sang ayah. Pondasi ini yang membuat Nabi Ismail tidak meragukan ayahnya ketika dijabarkan mimpi untuk menyembelih putranya tersebut. 5. Sebagai pembersih harta Berqurban juga bagian dari bentuk sedekah. Sehingga hal ini bisa menjadi salah satu pembersih harta bagi siapa saja yang mengamalkannya. Berhari raya dengan menyembelih sapi atau kambing menjadi sebuah bukti bahwa Anda merupakan hamba Allah yang sedang berupaya membuktikan iman dengan mengamalkan salah satu sunnah Nabi Ibrahim ke dalam kehidupan. 6. Berqurban adalah penafsiran tersirat untuk membunuh nafsu Salah satu makna Idul Adha yang kerap luput diperhatikan yakni ibadah berqurban menjadi sebuah amalan yang bisa diibaratkan sebagai jembatan pembunuh nafsu. Maksudnya, penyembelihan hewan qurban menjadi lambang tersirat dari pembunuhan hawa nafsu hewani dalam diri manusia. Hewan qurban menjadi contoh objek yang harus ‘dibinasakan’ sifat-sifatnya dalam diri manusia. Tak heran bila Anda mendengar istilah bahwa manusia merupakan jenis ‘hewan’ yang berakal, yang pada dasarnya adalah sama seperti makhluk lainnya. 7. Momen yang tepat untuk berbagi dan silaturahim Idul Adha menjadi sebuah momen yang baik untuk berbagi dengan sesama. Pahala silaturahim dan kepedulian menjadi sebuah jembatan yang baik bagi seluruh umat islam. Apalagi bila Anda menyelipkan kado berupa produk kepada rekan-rekan muallaf yang baru belajar berislam secara kaffah. Tentu kebahagiaan akan berlipat ganda. Referensi 1
Puasa Tarwiyah dan Arafah Duluan Mana?

Puasa Tarwiyah dan Arafah adalah dua puasa sunnah yang dikerjakan di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah sebelum Idul Adha. Puasa Tarwiyah dikerjakan lebih dulu kemudian baru disusul puasa Arafah. Puasa Tarwiyah dikerjakan pada 8 Dzulhijjah, sedangkan puasa Arafah dikerjakan pada 9 Dzulhijjah. Berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama RI, Rabu (29/6/2022) lalu, puasa Tarwiyah jatuh pada Jumat, 8 Juli 2022 dan puasa Arafah pada Sabtu, 9 Juli 2022. Sementara itu, menurut Maklumat Muhammadiyah tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1443 Hijriah, puasa Tarwiyah dapat dikerjakan pada Kamis, 7 Juli 2022 dan puasa Arafah pada Jumat, 8 Juli 2022. Dalil mengenai puasa Tarwiyah dan Arafah mengacu pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Dailami. صَوْمُ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ كَفَّارَةُ سَنَةٍ، وَصَوْمُ يَوْمِ عَرفَةَ كَفَّارَةُ سَنَتَيْنِ “Puasa pada hari Tarwiyah menghapuskan (dosa) satu tahun, dan puasa pada hari Arafah menghapuskan (dosa) dua tahun” (Syaikh Albani mengatakan hadits ini lemah).” Menurut penelusuran detikHikmah, hadits yang berkaitan dengan puasa Tarwiyah memiliki derajat lemah atau palsu. Berbeda dengan puasa Arafah yang bersandar pada sejumlah hadits shahih. Salah satu hadits shahih tentang pelaksanaan puasa Arafah diriwayatkan oleh Qatadah RA, Rasulullah SAW bersabda, صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ “Puasa hari Arafah menghapus kesalahan-kesalahan yang dilakukan pada tahun lalu dan tahun yang akan datang,” (HR Muslim, At Tirmidzi, dan Ibnu Majah). Menurut Muhammad Ajib Lc dalam bukunya Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Zulhijah, meskipun tidak ada syariat mengenai puasa Tarwiyah, sebenarnya puasa tersebut sudah termasuk dalam puasa sunnah delapan hari sebelum Arafah. Rasulullah SAW diketahui biasa mengerjakan puasa selama sembilan hari pertama Dzulhijjah (termasuk di dalamnya puasa Arafah), sebagaimana disebutkan dalam riwayat berikut ini, كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari Asyura (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, awal bulan di hari Senin dan Kamis,” (HR. Abu Dawud). Selain itu, Imam Al Ghazali menerangkan dalam Kitab Ihya Ulumuddin dengan bersandar pada hadits marfu’, Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas RA. Rasulullah SAW bersabda: “‘Tiada ada hari yang amal sholeh, lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari yang sepuluh ini (sepuluh hari pertama bulan Zulhijah).’ Sesungguhnya berpuasa satu hari di dalamnya membandingi berpuasa satu tahun. Melakukan sholat malam di dalamnya membandingi sholat malam pada malam Lailatul Qadar. Salah seorang sahabat bertanya ‘Apakah lebih baik daripada jihad fii sabiilillaah?’ Beliau bersabda, ‘Iya. Lebih baik daripada jihad fii sabiilillaah, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan harta dan jiwa raganya kemudian dia tidak pernah kembali lagi (mati syahid).’” (Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad juga meriwayatkan hadits serupa).
Niat dan Keutamaan Puasa Dzulhijjah Jelang Idul Adha

Puasa Dzulhijjah biasanya dilakukan menjelang Hari Raya Idul Adha. Puasa ini merupakan ibadah yang dianjurkan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah memang penuh keistimewaan. Bulan terakhir yang ada dalam penanggalan Hijriah ini penuh dengan kesempatan untuk mendapatkan pahala. Selain puasa Dzulhijjah, ada pula puasa Tarwiyah dan Arafah yang bisa dilakukan. Ketiga amalan puasa tersebut merupakan amalan yang dapat dilakukan dari awal bulan Dzulhijjah hingga sebelum Hari Raya Idul Adha. Ibadah puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah ini dapat dilakukan selain melaksanakan ibadah haji, kurban, dan tentunya Salat Idul Adha. Pada 7 hari pertama bulan Dzulhijjah disebut juga puasa Dzulhijjah, hari ke-8 merupakan puasa Tarwiyah, dan hari ke-9 merupakan puasa Arafah. Amalan puasa Dzulhijjah juga merujuk pada sabda Rasulullah SAW: “Tidak ada hari di mana amal salih padanya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yakni 10 hari pertama Dzulhijjah. Para sahabat bertanya, ‘Tidak juga dari jihad fi sabilillah?’ Beliau menjawab, ‘Jihad fi sabilillah juga tidak, kecuali seseorang yang keluar dengan diri dan hartanya, lalu ia tidak kembali dengan satu pun dari keduanya.” Untuk durasinya, sama seperti puasa pada umumnya, yakni dari mulai terbit fajar sampai terbenam matahari. Bagi orang yang memiliki utang puasa Ramadan, diperbolehkan mengqadanya bersamaan puasa sunah Dzulhijjah. Bahkan, menurut Sayyid Bakri Syatha (w. 1892 M.) dengan mengutip fatwa Al-Barizi, andaikan puasanya hanya niat qada, maka mendapat pahala keduanya, melansir laman Nahdlatul Ulama (NU). Referensi 1
Bulan Dzulhijjah dan Keistimewaannya

Selaku umat Islam, kita memahami satu kalender lagi tidak hanya kalender Masehi ialah kalender Hijriah. Kalender Hijriah ialah kalender yang didasarkan dari kala bulan. Kalender ini digunakan umat Islam buat memastikan tanggal-tanggal berarti dalam agama Islam. Salah satu bulan yang terdapat pada kalender Islam merupakan Dzulhijjah. Bulan terakhir di kalender Hijriah ini menunjukkan bulan suci untuk menunaikan haji. Umumnya bulan ini terdiri dari 29 hari, tetapi di tahun kabisat( 4 tahun sekali) harinya jadi 30. Pada bulan ini umat Islam disarankan menyembelih hewan kurban. Tepatnya perihal ini dilakukan pada Idul Adha yang bertepatan pada 10 Dzulhijah. Apa arti bulan Dzulhijjah? Dilansir dari buku Agenda Harian Muslimah 2015 oleh Tri Maya (2014:140), Dzulhijjah adalah bulan kedua belas dalam penanggalan Hijriah. Berasal dari kata dzul (pemilik) dan hijjah (yang menunaikan haji). Penamaan Dzulhijjah ini karena pada bulan tersebut umat Islam menunaikan ibadah haji. Dzulhijjah adalah salah satu bulan yang mempunyai keistimewaan, terutama di sepuluh hari pertama. Oleh sebab itu, sehingga sangat sayang bagi kita sebagai umat Islam untuk melewatkan kesempatan ini. Pernyataan ini didukung oleh salah satu hadits dari Ibnu Abbas yang mana Rasulullah bersabda: “Tak ada hari di mana suatu amal soleh lebih dicintai Allah melebihi amal soleh yang dilakukan di sepuluh hari ini (10 hari pertama Dzulhijjah).” Lalu amalan soleh yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan keistimewaan di bulan Dzulhijjah yang Insya Allah akan datang di Rabu malam tanggal 30 Juni ini? Berikut daftar amal soleh tersebut: BerhajiKarena bulan Dzulhijjah adalah bulan haji jadi sebaiknya kita menunaikan haji bila mampu, BerpuasaDi 10 hari pertama bulan Dzulhijjah terdapat puasa sunnah yakni puasa Arafah. Puasa ini bisa kita tunaikan di tanggal 9 Dzulhijjah. Selain itu, kita juga bisa menunaikan puasa Dzulhijjah sebelum tanggal tersebut, Sholat Idul AdhaIdul Adha jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah, sehingga kita dianjurkan untuk sholat Idul Adha di tanggal tersebut, BerkurbanHari raya Idul Adha identik dengan berkurban. Oleh sebab itu, kita dianjurkan untuk berkurban bila mampu pada tanggal 10 hingga 12 Dzulhijjah, BerdzikirDzikir adalah amalan sehari-hari yang bisa juga dilaksanakan di bulan Dzulhijjah untuk menambah pahala. Demikian pengertian bulan Dzulhijjah beserta amalan yang dapat dilakukan. Semoga kita semua bisa mendapat keistimewaan dari bulan tersebut.
Laporan Ramadhan 2022 | 1443 H

Bismillah. Assalamu’alaikum wr wb. Semoga kesehatan dan keberkahan Allah senantiasa menaungi Bapak/Ibu Dermawan yang berbahagia. Izin melaporkan. Alhamdulillah selama Bulan Ramadhan 1443 H, LAZDAI Lampung telah melaksanakan kegiatan penghimpunan, pendistribusian dan pemberdayaan dana zakat, infaq dan sedekah dalam berbagai program spesial Berbagi Kebahagiaan di Bulan Ramadhan dengan tema Kita Berbagi, Untuk Bahagia dengan jumlah total himpunan sebesar Rp2.007.733.760 (Dua Miliar Tujuh Juta Tujuh Ratus Tiga Puluh Tiga Ribu Tujuh Ratus Enam Puluh Rupiah), dan penerima manfaat sebanyak 12.846 PM yang tersebar di 195 titik distribusi. Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menyalurkan dana zakat, infaq dan sedekahnya melalui LAZDAI. Semoga Allah menggantikannya dengan yang lebih baik dan menjadi keberkahan bagi kita semua. aamiin Wassalamu’alaikum wr wb. Peluang kebaikan bersama LAZDAI… BEqurban Bahagia Bersama mendistribusikan hewan qurban ke pelosok di 15 Kabupaten/Kota di Lampung. Harga Hewan Qurban Bahagia Bersama LAZDAI – Kambing Rp2.800.000 – Sapi 1/7 Rp3.000.000 – Sapi Utuh Rp21.000.000 Harga Promo 23 Mei s/d 5 Juni 2022 – Kambing Rp2.500.000 – Sapi 1/7 Rp2.650.000 – Sapi Utuh Rp18.000.000 Patungan sedekah hewan Qurban untuk Guru Ngaji dan Muallaf mulai dari Rp50.000 Promo Khusus Setiap Hari Jum’at bisa langsung hubungi mitra LAZDAI Konfirmasi dan Informasi https://wa.me/628117999300 (Admin) Mari bersama berbagi manfaat dan kebahagiaan yang semakin meluas. Rekening donasi BSM/BSI 7007048108 an. LAZDAI https://www.instagram.com/lazdai_peduli/?hl=id
Paket Sembako Bank Indonesia feat LAZDAI

Serah Terima Program Sosial Bank Indonesia Berupa Paket Sembako Dalam Rangka Sinergi Kegiatan Bulan Ramadhan 1443 H
