Kisah Inspiratif Pak Hermansyah: Perjuangan Demi Masa Depan Anak-Anak

Di kota Bandar Lampung, Pak Hermansyah menjalani kehidupan sebagai buruh parkir dan pedagang dengan penghasilan yang tak menentu. Meski begitu, ia tak pernah menyerah untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Bersama istrinya, Ibu Siti Aminah, yang membantu dengan menjual es batu, mereka bekerja keras demi memastikan kedua anaknya mendapatkan pendidikan yang layak. Pendidikan adalah impian terbesar mereka, sehingga mereka bertekad menyekolahkan anak-anaknya di pondok pesantren meski biaya yang diperlukan cukup besar. Mereka rela mengorbankan kenyamanan hidup demi menciptakan masa depan yang lebih baik untuk anak-anaknya. Setiap malam, Pak Hermansyah berbincang dengan anak-anaknya tentang cita-cita mereka, menyampaikan harapannya agar mereka bisa menimba ilmu di pondok pesantren. Semangat dari kedua anaknya dan dukungan penuh dari Ibu Siti Aminah menjadi penyemangat meski tubuh lelah setelah bekerja seharian. Meskipun hidup sederhana, kasih sayang dan perhatian selalu menjadi prioritas dalam keluarga ini. Bahkan, ketika ada kebutuhan mendesak untuk sekolah, Pak Hermansyah dan istrinya tak ragu bekerja lebih keras dan mengurangi kebutuhan rumah tangga demi memenuhi keperluan pendidikan anak-anak mereka. Perjuangan mereka pun berbuah manis ketika salah satu anaknya lulus SMA dengan nilai baik dan menerima penghargaan atas pengabdian di pondok pesantren. Di momen wisuda itu, Pak Hermansyah merasa jerih payahnya terbayar meskipun ia sadar perjuangannya belum usai. Kisah keluarga ini menjadi bukti bahwa cinta dan kerja keras seorang ayah tidak pernah sia-sia. Setiap langkah kecil yang diambil dengan semangat dan doa adalah fondasi bagi masa depan cerah anak-anaknya.
LAZDAI Peduli Antar Jenazah dengan Hormat: Dukungan Kemanusiaan di Tengah Kesedihan

Pada Kamis, 19 September 2024, LAZDAI Peduli kembali menunjukkan kepeduliannya dengan mengantarkan jenazah dari Tanjung Sari, Desa Bumi Raya, Kotabumi, Kecamatan Abung Selatan, Lampung Utara. Pengantaran jenazah tersebut dilaksanakan pada pukul 22.00 WIB menggunakan fasilitas mobil jenazah yang disediakan oleh LAZDAI Peduli. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen LAZDAI Peduli dalam memberikan layanan kemanusiaan kepada masyarakat, terutama dalam momen-momen yang penuh kesedihan seperti ini. Dengan menggunakan mobil jenazah, proses pengantaran menjadi lebih terhormat dan lancar, memberikan dukungan bagi keluarga yang ditinggalkan. LAZDAI Peduli berharap, melalui pelayanan ini, dapat meringankan beban keluarga dan membantu mereka dalam menjalani proses berpulangnya orang tercinta dengan lebih baik. Keberadaan fasilitas mobil jenazah juga diharapkan dapat mempermudah masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam situasi darurat.
TPQ Al Fajr: Wakaf yang Menghidupkan Semangat Belajar Alquran dan Akhlak di Langkapura

Taman Pendidikan Quran (TPQ) Al Fajr, yang berlokasi di Perumahan Bilabong Blok H1 Nomor 7, Kecamatan Langkapura, Bandar Lampung, berdiri di atas lahan wakaf milik Fajar. Rumah tersebut diwakafkan untuk kegiatan sosial dan keagamaan, dikelola oleh LAZDAI. Sejak dibuka pada Juni 2024, TPQ Al Fajr telah menarik lebih dari 50 santri dari warga sekitar. Selain fokus pada pembelajaran Alquran, para santri juga mendapatkan pendidikan akhlak, adab, sirah nabi, dan ilmu-ilmu agama lainnya di bawah bimbingan Ustaz Nahrudin. TPQ Al Fajr juga aktif mengadakan kegiatan kelompok tahsin untuk para ibu-ibu setempat. Pada Senin, 16 September 2024, kelompok ibu-ibu tahsin mengadakan buka puasa bersama setelah menjalankan puasa sunah Senin. Acara dimulai dengan dzikir, pembacaan ayat-ayat Alquran, dan nasihat dari Prihtiono, Direktur Badan Wakaf LAZDAI, sebelum ditutup dengan doa. Prihtiono berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan dampak positif baik bagi para peserta maupun masyarakat sekitar. Ia juga mengundang warga yang ingin berpartisipasi dalam wakaf untuk berdonasi melalui rekening BSI atas nama Badan Wakaf LAZDAI.
Meriahkan Maulid Nabi: LAZDAI Peduli Hadirkan Dongeng Inspiratif Bersama Kak Danang di 4 Kabupaten

Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, LAZDAI Peduli bersama tim sukses menggelar Safari Dongeng pada 9-14 September 2024. Acara ini menghadirkan pendongeng nasional, Kak Danang, yang membawa cerita-cerita inspiratif dan edukatif kepada anak-anak di berbagai wilayah. Safari Dongeng tersebut diadakan di sekitar 20 lokasi, mencakup Kabupaten Bandar Lampung, Lampung Selatan, Pesawaran, dan Pringsewu. Pesertanya berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TPA, TPQ, TK, SD, SMP, MI, MTS, SMA, hingga MAN. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW kepada anak-anak melalui dongeng yang disampaikan dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami. Safari Dongeng mendapat sambutan hangat dari para peserta dan guru-guru di setiap lokasi, yang merasa kegiatan ini mampu memberikan semangat baru dalam belajar agama dan akhlak. Kak Danang, dengan gayanya yang khas, berhasil membuat anak-anak antusias dan terhibur sembari menyerap pesan-pesan moral yang disampaikan dalam setiap ceritanya. LAZDAI Peduli berharap kegiatan ini dapat terus dilakukan di masa mendatang, sebagai bagian dari upaya mencerdaskan anak bangsa melalui pendekatan kreatif dan islami.
Sinergi LAZDAI dan Pemprov Lampung: Bersama Atasi Kemiskinan dan Stunting

Yayasan LAZDAI Lampung, yang dipimpin oleh Yusuf Effendi, mengadakan audiensi dengan Penjabat Gubernur Lampung, Samsudin, pada Selasa, 3 September 2024. Pertemuan ini membahas laporan aktivitas empat unit utama LAZDAI, yaitu LAZDAI Peduli, Rumah Quran, Unit Badan Wakaf, dan Unit UMKM. Samsudin memberikan apresiasi atas berbagai inisiatif yang dilakukan LAZDAI, terutama dalam kontribusinya mengatasi kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta menangani masalah gizi buruk dan stunting di provinsi tersebut. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara program-program LAZDAI Lampung dan pemerintah provinsi, khususnya dengan dinas-dinas terkait. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan BKAD dan Biro Kesra Lampung. Audiensi ini diakhiri dengan penyerahan cenderamata dan sesi foto bersama. Yusuf Effendi menutup pertemuan dengan harapan bahwa kerja sama ini akan membawa berkah dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat Lampung.
Berdayakan Guru, Cerdaskan Bangsa: Pelatihan Guru Ngaji di Pelosok Lampung

Yayasan Bina Karya Sentosa bersama LAZDAI Peduli sukses menggelar Pelatihan dan Pembinaan Guru Bangsa pada Minggu, 11 Agustus 2024, di Aula Sekolah Quran Indonesia, Kalianda, Lampung Selatan. Acara ini bertujuan memperkuat kompetensi guru-guru ngaji TPA dan para pendidik di pelosok daerah, dengan dukungan penuh dari kedua lembaga. Sehari penuh, 35 guru terpilih yang lolos seleksi ketat mendapatkan pembekalan ilmu dan pengalaman dari para profesional. Materi yang disampaikan tidak hanya fokus pada pengajaran, tetapi juga bagaimana para pendidik ini dapat menghadapi tantangan zaman. Menurut Diktri, Sekretaris Yayasan BKS Lampung Selatan, acara ini menjadi bagian dari upaya lembaga zakat seperti LAZDAI Peduli dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, yang secara langsung turut serta mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan. “Rendahnya jumlah manusia terdidik menjadi cerminan kemunduran bangsa. Kami berharap, dengan bekal ilmu dan semangat yang kami berikan, para pendidik ini bisa terus berkontribusi dalam mencerdaskan generasi masa depan,” ungkap Diktri. Acara ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam kebaikan melalui donasi yang dapat disalurkan ke rekening BSI atas nama Yayasan LAZDAI Lampung.
10 Kesalahan Saat Azan yang Sering Dilakukan, Nomor 5 Paling Sering Terlewatkan!

Azan, yang merupakan panggilan untuk salat, pertama kali disyariatkan pada tahun pertama Hijriah ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah. Hadis Rasulullah SAW menekankan pentingnya azan dan salat berjamaah, khususnya di shaf terdepan, dengan sabda: “Seandainya semua orang tahu apa yang akan mereka dapatkan dengan mengumandangkan azan dan salat berjamaah di shaf paling depan, bahkan jika tidak ada cara lain kecuali mengundinya, maka mereka semua pasti akan mengundinya.” (HR Muttafaq Alaih). Azan memiliki nilai ibadah yang tinggi, dan sunnah bagi umat muslim untuk mendengarkannya dengan khidmat sambil membaca doa. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat azan dikumandangkan, agar sesuai dengan adab yang telah diajarkan. Dalam buku 400 Kesalahan Dalam Shalat karya Mahmud Misri, dijelaskan beberapa hal yang hukumnya makruh jika dilakukan saat azan. Berikut ini adalah rinciannya: Mengubah Kalimat atau Melagukan Azan Berlebihan Azan seharusnya dikumandangkan dengan suara yang indah, namun tidak sampai mengubah kalimatnya. Baik memanjangkan, mengurangi, atau menambahkan sesuatu dianggap makruh. Tidak Menghadap Kiblat Ketika mengumandangkan azan, dianjurkan bagi muazin untuk menghadap kiblat. Jika tidak dilakukan, hukumnya makruh. Membaca Al-Qur’an saat Azan Berkumandang Seorang muslim yang sedang membaca Al-Qur’an dianjurkan untuk berhenti sejenak dan menjawab lafaz azan serta iqamah. Melakukan Tatswib di Luar Waktu Subuh Tatswib, yaitu mengajak orang untuk salat, hukumnya makruh kecuali dilakukan saat azan Subuh. Rasulullah SAW memerintahkan Bilal bin Rabbah untuk bertatswib hanya pada waktu Subuh. Berjalan dan Berbicara saat Azan Makruh hukumnya berbicara atau berjalan-jalan ketika azan sedang dikumandangkan, bahkan sekalipun untuk menjawab salam. Muazin dalam Keadaan Junub atau Berhadas Seorang muazin dianjurkan dalam keadaan suci ketika mengumandangkan azan. Jika dalam keadaan junub atau berhadas, azan tersebut dihukumi makruh tahrim dan sebaiknya diulang. Menghentikan Salat Ketika Azan Berkumandang Seorang muslim yang sedang salat tidak perlu menghentikan salatnya untuk menjawab azan atau iqamah. Dianjurkan untuk menyelesaikan salat terlebih dahulu. Melakukan Jual Beli Ketika Azan Jumat Berkumandang Dalam surah Al-Jumu’ah ayat 9, Allah SWT melarang umat Islam melakukan jual beli saat azan Jumat dikumandangkan. Ulama Mazhab Syafi’i menyebutkan bahwa larangan ini berlaku saat azan Jumat setelah matahari tergelincir dan imam duduk di mimbar. Keluar dari Masjid Setelah Azan Rasulullah SAW melarang umat muslim yang sudah berada di dalam masjid untuk keluar setelah mendengar azan, kecuali ada hajat yang mendesak. Mengumandangkan Azan Sebelum Fajar Mengumandangkan azan sebelum fajar, khususnya pada bulan Ramadan, dianggap makruh oleh ulama Mazhab Hambali karena dapat membuat orang-orang terkecoh dan meninggalkan sahur. Dengan memahami hal-hal yang makruh dilakukan saat azan, diharapkan umat Islam dapat lebih menjaga adab dan khusyuk dalam merespon panggilan salat. Semoga pengetahuan ini bermanfaat bagi kita semua.
YBM PLN Bersinergi Bersama LAZDAI Peduli di Moment Qurban 2024

Pesawaran – Yayasan Baitul Maal PLN (YBM PLN) Bersama Lembaga Amil Zakat (LAZDAI) bersinergi bersama dalam penyaluran hewan kurban hingga ke pelosok daerah. Pada 20 Juni 2024, LAZDAI mengirimkan satu ekor sapi kurban ke Dusun Tanjung Jaya, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran. Acara ini dihadiri oleh Yusuf Effendi, Ketua Yayasan LAZDAI, Nurhandoyo, Direktur LAZDAI Peduli, Ahmad Dahlan dari DKM Masjid Al-Hidayah, serta tokoh masyarakat Dusun Tanjung Jaya. Puncak pelaksanaan kurban dilaksanakan pada penghujung tasyrik, yaitu tanggal 13 Dzulhijah 1445 H atau 2024 M. Ahmad Dahlan menyatakan bahwa sudah hampir 10 tahun Dusun Tanjung Jaya tidak menerima kurban sapi. Ia, bersama tokoh masyarakat lainnya, menyambut baik kehadiran tim LAZDAI dari tahap survei hingga penyembelihan. “Terima kasih atas sambutan dari masyarakat, mudah-mudahan apa yang kita berikan dapat memberikan berkah dan manfaat,” ujar Yusuf Effendi. Pada tahun-tahun sebelumnya, Dusun Tanjung Jaya hanya menerima kurban kambing, itupun hanya 1 hingga 2 ekor yang tidak cukup memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat. Namun, Alhamdulillah, pada hari puncak kurban tahun ini, satu ekor sapi berhasil disalurkan dan dibagi menjadi 125 paket daging kurban. Ahmad Dahlan mengucapkan terima kasihnya kepada LAZDAI dan para donatur yang telah berkurban di desa mereka. “Kami ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada LAZDAI dan para donatur yang telah sudi berkurban di desa kami. Semoga LAZDAI selalu jaya dan lebih banyak menebar manfaat lagi,” ujarnya. Warga Tanjung Jaya merasa sangat bahagia dan mendoakan agar LAZDAI serta semua pihak yang terlibat selalu mendapatkan ridho Allah. “Semoga LAZDAI dan yang tergabung selalu mendapat ridho Allah,” tutup Marman, salah satu warga Dusun Tanjung Jaya. Yuk salurkan kebaikanmu melalui rekening Infaq/Sedekah: BSI 700-704-8108 a.n Yayasan LAZDAI Lampung 🌐 www.lazdaipeduli.org
Qudwah Mitra Lazdai Peduli Salurkan Hewan Qurban Sapi

Pesawaran – Lembaga Amil Zakat Daerah Lampung Indonesia (LAZDAI) bersinergi dengan Qudwah Indonesia menyalurkan hewan kurban hingga ke pelosok daerah. Pada 20 Juni 2024 lalu, LAZDAI menyalurkan satu ekor sapi kurban di Dusun Tanjung Jaya, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Yusuf Effendi, Ketua Yayasan LAZDAI, Nurhandoyo, Direktur LAZDAI Peduli, Ahmad Dahlan, DKM Masjid Al-Hidayah, serta para tokoh masyarakat Dusun Tanjung Jaya lainnya. Pelaksanaan puncak kurban kali ini dilakukan di penghujung tasyrik yaitu pada tanggal 13 Dzulhijah 1445 H atau 2024 M. Ahmad Dahlan mengungkapkan bahwa sudah hampir 10 tahun Dusun Tanjung Jaya tidak menerima kurban sapi. Ia bersama para tokoh masyarakat menyambut dengan baik kedatangan tim LAZDAI, mulai dari survei hingga hari penyembelihan. “Terima kasih atas sambutan dari masyarakat, mudah-mudahan apa yang kita berikan dapat memberikan berkah dan manfaat,” ujar Yusuf Effendi. Pada tahun-tahun sebelumnya, Dusun Tanjung Jaya hanya menerima kurban kambing, itupun hanya 1 hingga 2 ekor yang tidak cukup memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat. Namun, Alhamdulillah, pada hari puncak kurban tahun ini, satu ekor sapi berhasil disalurkan, yang dibagi menjadi 110 paket daging kurban. Ahmad Dahlan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada LAZDAI dan para donatur yang telah berkurban di desa mereka. “Kami ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada LAZDAI dan para donatur yang telah sudi berkurban di desa kami. Semoga LAZDAI selalu jaya dan lebih banyak menebar manfaat lagi,” ujarnya. Warga Tanjung Jaya merasakan kebahagiaan yang tak terhingga dan mereka mendoakan agar LAZDAI serta semua yang tergabung di dalamnya selalu mendapatkan ridho Allah. “Semoga LAZDAI dan yang tergabung selalu mendapat ridho Allah,” tutup Marman, salah satu warga Dusun Tanjung Jaya. Yuk salurkan kebaikanmu melalui rekening Infaq/Sedekah: BSI 700-704-8108 a.n Yayasan LAZDAI Lampung 🌐 www.lazdaipeduli.org
