Lembaga Amil Zakat Harus Perkuat Kualitas Penyaluran

Sejumlah lembaga filantropi atau lembaga amil zakat (LAZ) mengalami peningkatan penghimpunan dana zakat, infak dan shadaqah (ZIS) pada Ramadhan 2018. Di momen animo masyarakat terhadap ZIS yang tinggi, maka lembaga-lembaga disarankan untuk meningkatkan kualitas program penyaluran ZIS. Direktur Pusat Studi Bisnis dan Ekonomi Syariah (CIBEST) IPB, Irfan Syauqi Beik mengatakan, dampak ekonomi zakat terhadap peningkatan kondisi perekonomian umat sangat bergantung kepada kemampuan Baznas dan LAZ. Yakni kemampuan mengelola dana dan menyalurkan dana melalui program yang bersifat produktif. “Jadi di sinilah dituntut kualitas managerial dari Baznas dan LAZ untuk kemudian dana zakat bisa disalurkan lewat program-program yang mampu menjawab kebutuhan mustahik, baik jangka pendek maupun jangka panjang,” kata Irfan. Ia menerangkan, kebutuhan mustahik jangka pendek contohnya kebutuhan pangan, pendidikan dan kesehatan. Kebutuhan mustahik jangka panjang contohnya pemberdayaan ekonomi. Program jangka panjang mesti membuat mustahik bisa bertahan hidup. Bahkan kalau bisa membuat mustahik bertransformasi menjadi muzaki. “Ini semua sangat bergantung pada desain program, karena itu saya berharap kepada Baznas dan LAZ, mereka bisa meningkatkan kualitas program penyaluran sehingga bisa memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan kaum dhuafa,” ujarnya. Ia menegaskan, maka penyaluran harus mendapatkan perhatian dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan semua LAZ. Terkait peningkatan penghimpunan ZIS di sejumlah LAZ pada Ramadhan 2018, Irfan berpandangan, fenomena kenaikan penghimpunan dana ZIS seperti yang juga terjadi di Baznas pusat, mengindikasikan dua hal. Pertama, mengindikasikan kesadaran masyarakat Indonesia untuk menunaikan ZIS semakin meningkat dari waktu ke waktu. Kedua, mengindikasikan kesadaran masyarakat berzakat melalui lembaga yang resmi mengalami peningkatan. Karena selama ini persepsi masyarakat secara umum beranggapan ZIS lebih baik disalurkan secara langsung, tidak melalui LAZ. Ia menegaskan, tapi melihat fakta penghimpunan ZIS yang naik di sejumlah lembaga-lembaga filantropi termasuk Baznas. Maka dapat disimpulkan kesadaran berzakat melalui lembaga amil zakat yang resmi sudah tumbuh dan berkembang. “Ini sesuatu yang patut kita syukuri, yang harus direspon dengan baik oleh Baznas dan lembaga amil zakat, supaya Baznas dan lembaga amil zakat bisa mengelola dana ini dengan lebih baik lagi,” ujarnya. Sumber : https://www.republika.co.id/

Istiqamah Berinfak

Oleh: Nasirul Haq Allah SWT berfirman, “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. Yaitu orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya, dan memaafkan kesalahan orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS Ali Imran [3]: 134). Salah satu ciri orang bertakwa (muttaqin) adalah gemar berinfak, baik dalam keadaan lapang maupun sempit, saat senang maupun susah, di waktu kaya maupun miskin, dan ini dilakukan secara istiqamah. Dalam kondisi apa pun, orang bertakwa akan selalu ingin berbagi dan memberi kebaikan kepada sesamanya. Meskipun jumlahnya sedikit, jika dilandasi keikhlasan, semata-mata mencari ridha Allah Ta’ala, nilainya sangat mulia di sisi-Nya. Kebanyakan manusia merasa sulit memberikan apa yang dimilikinya, meskipun dalam keadaan lapang, apalagi sempit. Alasan utama mereka adalah kebutuhan yang belum tercukupi. Padahal, kebutuhan akan selalu menyertai manusia. Tak akan ada habisnya. Perintah berinfak di waktu lapang bertujuan menghilangkan sikap sombong, tamak, serakah, dan cinta harta secara berlebihan. Berinfak di kala susah bertujuan membangun kesadaran bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengingatkan kita agar tidak segan dan malu bersedekah, walaupun hanya dengan sebiji kurma. Beliau bersabda, “Jauhkanlah dirimu dari api neraka walaupun dengan (bersedekah) sebutir kurma.” (Muttafaq alaih). Abu Bakar RA, saat bersiap mengikuti Perang Tabuk, menyerah kan seluruh hartanya. Umar bin Khattab RA menyerahkan separuhnya. Utsman bin Affan menginfakan 300 ekor unta dengan perlengkapannya plus uang 1.000 dinar. Abdurrahman bin Auf tak mau ketinggalan. Ia menginfakkan hartanya senilai 4.000 dirham perak dan 40 ribu dinar emas. Pada saat yang sama, seorang sahabat yang miskin bernama Abu Uqail juga ingin berinfak, tetapi tidak memiliki harta. Hidupnya susah dan sulit. Lalu, ia datang kepada Rasulullah SAW dengan membawa satu sha’ kurma (setara dengan 3 kg). Meskipun jumlah yang diinfakkan Abu Uqail tak banyak, tingkat pengorbanannya sama dengan Umar bin Khattab yang juga menyerahkan setengah dari harta yang ia miliki. Rasulullah SAW mengingatkan kita bahwa harta yang sesungguhnya adalah apa yang telah kita infakkan di jalan Allah. Dalam suatu riwayat yang diceritakan oleh Abdullah bin Mas’ud RA, Rasulullah SAW bertanya kepada sahabatnya, “Siapakah di antara kalian yang harta ahli warisnya lebih ia cintai daripada hartanya sendiri?” Para sahabat menjawab, “Tidak ada di antara kami kecuali hartanya (sendiri) lebih ia cintai.” Rasulullah SAW berkata lagi, “Sungguh hartanya adalah apa yang telah ia infakkan dan harta ahli warisnya adalah yang ia tinggalkan (tidak diinfakkan).” (HR Bukhari). Wallahu a’lam.  Sumber : https://www.republika.co.id

Selama Ramadhan 1439 H, LAZDAI Salurkan Amanah Donatur Kepada 1.113 Orang Mustahik Dan Salurkan Zakat Fitrah 107 Juta Rupiah Ke Pelosok Lampung

Lembaga Amil  Zakat Dompet Amal Insani (LAZDAI) Lampung, Alhamdulillah sepanjang bulan Ramadhan tahun 1439 H, telah menyalurkan amanah dana para muzakki (pemberi zakat) kepada mustahik  (penerima manfaat zakat).   Mustahik penerima manfaat yang dimaksud adalah kaum fakir, miskin, anak yatim, guru ngaji, lanjut usia, dan muallaf.  Program yang telah terlaksana meliputi, Belanja Bareng Yatim (BBM) sebanyak 10 anak dan Bingkisan Yatim sebanyak 105 anak, Buka puasa (ifthor) penghafal Qur’an 40 orang, buka puasa peserta i’tikaf 40 orang, santunan guru ngaji 30 orang, paket dhu’afa untuk 761 orang, paket lanjut usia 18 orang, paket muallaf 62 orang, penerima paket bakti sosial 45 orang, perbaikan sarana masjid 2 lokal.    Selain itu di akhir Ramadhan, LAZDAI juga telah menghimpun dan menyalurkan sebanyak 107 juta rupiah Zakat Fitrah dan Fidyah ke 10 kabupaten kota di Lampung.   “Semua program ini bisa berjalan berkat izin Allah SWT dan dukungan serta kepercayaan donatur kepada Lembaga Zakat (LAZ). Sesuai tema kegiatan yang diusung oleh lembaga kami yakni Berbagi Cinta Ramadhan, kami juga ucapkan terimakasih sepenuh kepada perusahaan atau instansiyang berpartisipasi dan mendukung program-program LAZDAI, seperti   PT. PLN, XL Jakarta, PT. Bukit Asam, PDAM, Yayasan Teknokrat, Kanwil Pajak, berbagai Komunitas Sosial, sekolah SDIT Permata Bunda 1-2-3, sekolah Fitrah Insani, TKIT Rabbani, Perhimpunan Dokter Indonesia, maupun instansi lain yang yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Semoga ini menjadi amal kebaikan dan keberkahan untuk kita semua, Taqabalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir batin. Semoga kerjasama ini bisa terus berlanjut di masa yang akan datang. Jazaakallahu khairan katsiraa”, ujar  Prihtiono, Manager LAZDAI Lampung.

Berkat Zakat Dari Donatur, Lazdai Membuat 75 Orang Pengojek Tersenyum Jelang Lebaran

Jelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H yang tinggal beberapa hari lagi, sebanyak 75 orang tukang ojek berkumpul di aula Lazdai Lampung, Jumat (8/6). Bagi Lazdai, ini merupakan suatu  kebiasaan setiap jelang lebaran mengumpulkan tukang ojek disekitar perumahan Bilabong, Bandar Lampung.   Tukang ojek yang rata-rata kaum dhuafa pada hari tersebut mendapat dua curahan, yang pertama curahan tausyiah (nasehat kehidupan) dan yang kedua curahan rezeki.  Manager Lazdai Prihtiono mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan Lazdai Lampung berbagi dengan kaum dhuafa yang berprofesi sebagai tukang ojek. Sebelum pemberian bingkisan lebaran, para tukang ojek ini mendapat tausiah atau siraman rohani dari Ustadz Agus Djumadi. Salah satu tukang ojek yang biasa mangkal di Gang Darussalam, Brawi, sangat berterimakasih dengan bingkisan lebaran dari Lazdai. “Ini adalah kali kesekian kami mendapat bingkisan, terimakasih Lazdai, dan sangat bermanfaat sekali untuk kami yang kesehariannya berprofesi sebagai tukang ojek”, ujar Brwai. Bingkisan lebaran yang diberikan oleh Lazdai ini merupakan paket dhuafa diberikan kepada para pengojek sebagai bagian dari program Ramadhan Cinta dan Berbagi LAZDAI Lampung. Terimakasih kepada para donatur, berkat zakat Anda, para pengojek bisa tersenyum jelang Lebaran.

PLN Berbagi kebahagiaan bersama anak yatim dan guru ngaji LAZDAI Lampung

PT.PLN Distribusi Lampung jelang Idul Fitri 1439 H mengadakan buka puasa bersama dan santuni anak yatim,  guru ngaji dan bantuan untuk Yayasan dengan kepanitiaan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, Rabu (6/6). Acara ini juga serentak diadakan se Indonesia. Sambutan dan santunan langsung diberikan oleh General Manager PLN Lampung Julita Indah. Hadir juga pada acara ini perwakilan Polsek, perwakilan Lampung Post, dan utusan Yayasan.  Pada kesempatan baik ini, PT PLN juga berikan bantuan Rp 20 juta rupiah kepada  Lazdai  Lampung dan diterima oleh Prihtiono, Manager Lazdai didampingi Prastyo distribusi Lazdai. Sementara itu Habiebie,  selaku pengurus YBM PLN saat diwawancara menerangkan, mengenal kiprah aksi sosial Lazdai Lampung sejak lama, sehingga dalam acara tersebut Lazdai disertakan dalam penerima bantuan. Siraman ceramah agama oleh H.Ismail.  Alhamdulillah anak-anak dan guru ngaji relasi duta zakat Lazdai tersenyum. Terimakasih dan barakallah PLN.

100 anak yatim tersenyum bersama para dokter dan LAZDAI

Sebanyak 100 anak yatim tersenyum dalam agenda buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Dokter Umum Indonesia cabang Lampung bekerjasama dg LAZDAI, Kamis, 31 mei 2018, di aula Dinas Kesehatan kota Bandar Lampung.   Mengundang 100 anak yatim yang ada disekitar kantor Dinkes kota Bandar Lampung,  dr. Edwin selaku ketua perhimpunan dokter umum cabang lampung mengatakan, kegiatan buka bersama anak yatim dalam rangka Bulan Bakti Dokter Indonesia yang ke 110 tahun.  Sementara perhimpunan dokter umum baru berusia 10 thn.  Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan pengurus perhimpunan dokter umum dari kabupaten dan kota se Lampung. LAZDAI dalam sambutannya oleh Manager disribusi Nurhandoyo menyampaikan ucapan terimakasih, dengan harapan kegiatan ini merupakan awal silaturahmi untuk menyelenggarakan kerjasama ke depan. Disebutkan pula program LAZDAI  baik di bulan Ramadhan maupun program rutin serta program unggulan LAZDAI yaitu Procermat dan sekolah komputer  berbasis IT gratis yg mendapat sambutan hangat dari para dokter yang semoga akan menjadi donatur LAZDAI.

Sedekah Ramadhan tak Sekadar Rupiah

Ramadhan bulan penuh berkah di mana Muslim berlomba-lomba beramal dan berbuat kebaikan. Ramadhan bagi banyak orang merupakan waktu untuk memperbanyak infak, sedekah, dan zakat. Tidak peduli besar kecil jumlah uang dan materi yang Anda amalkan, yang terpenting di balik semua itu adalah niat. Imbalan pahala hanya ada di tangan Allah SWT. Banyak orang melihat amalan sedekah setara rupiah. Meski ini adalah cara tradisional yang dipilih orang-orang, sesungguhnya amalan itu tidak hanya bisa dilakukan dengan uang, melainkan sesuai dengan kondisi dan situasi Muslim itu sendiri. Rasulullah SAW pernah bersabda, Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun walau hanya berbicara kepada saudaramu dengan wajah yang tersenyum kepadanya. Amalan tersebut adalah bagian dari kebajikan. (HR Abu Daud dan Tirmidzi). Dokter medis sekaligus personal trainer bersertifikat di London, Inggris, Aishah Muhammad memberikan beberapa tips beramal selain uang, dilansir dari Productive Muslim. 1. Pahala berlipat dari doa Ketika Anda mengetahui seseorang berada dalam kesulitan atau melihat orang lain menderita, hadiah terbaik yang bisa Anda berikan kepada mereka adalah doa. Ini adalah senjata terkuat yang dimiliki Muslim beriman, khususnya di bulan Ramadhan. Doa bisa membantu seseorang keluar dari kesulitan. Ada juga manfaat pribadi dari mendoakan orang lain, kata Rasulullah SAW, “Doa seorang Muslim untuk saudaranya (sesama Muslim) tanpa diketahui olehnya adalah doa mustajabah. Di atas kepalanya (orang yang berdoa) ada malaikat yang telah diutus. Sehingga setiap kali dia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat yang diutus tersebut akan mengucapkan, Amin dan kamu juga akan mendapatkan seperti itu. 2. Menjadi relawan Luangkan waktu Anda untuk menjadi relawan di lingkungan sekitar. Begitu banyak bencana alam dan buatan manusia di seluruh dunia, membuat banyak orang lupa ada orang-orang lain yang membutuhkan uluran tangan orang lain. Temukan pusat komunitas yang membutuhkan relawan, seperti panti jompo, panti asuhan, dan tawarkan waktu Anda bersama mereka. Tawarkan diri Anda untuk membantu membersihkan masjid. Temukan aktivitas-aktivitas kemanusiaan yang membutuhkan relawan. Ada begitu banyak pilihan yang bisa Anda lakukan. 3. Menjaga anak dan orang tua Begitu banyak orang berkomentar betapa sulitnya mereka beribadah di bulan Ramadhan ketika mereka memiliki anak kecil, orang tua, atau kerabat yang sudah lanjut usia. Selalu ada satu dua orang di sekitar Anda yang mengalami ini. Anda bisa menawarkan diri untuk bermain dengan anak-anak, apakah itu anak-anak, keponakan, atau murid-murid Anda selama beberapa jam per pekan. Anda bisa memberi waktu ayah, ibu, atau pengasuh Anda waktu untuk diri mereka sendiri dan mereka bisa fokus beribadah. 4. Sebarkan informasi kegiatan amal Sepanjang Ramadhan selalu ada kegiatan amal dan skema penggalangan dana dari teman, keluarga, atau kenalan Anda. Meski Anda tak bisa menawarkan diri secara finansial, minimal Anda bisa membantu mereka menyebarkan informasi tersebut. Gunakan ponsel Anda, email, Facebook, dan akun media sosial Anda lainnya untuk mempromosikan kegiatan tersebut. 5. Sedekah barang bekas layak pakai Ramadhan adalah waktu tepat untuk menyumbangkan barang-barang Anda yang masih layak pakai untuk saudara yang membutuhkan. Setiap orang pastinya memiliki banyak barang yang tidak bisa digunakan pribadi, namun masih bisa digunakan orang lain. Ini bukan hanya membantu orang lain, tapi juga membantu diri Anda terlepas dari timbunan barang. 6. Tersenyum Jangan meremehkan kekuatan senyuman, sebab senyum adalah komunikasi yang diterima secara universal. Tersenyumlah pada mereka yang tidak Anda kenal, karena kita tidak tahu efek senyum tersebut untuk orang lain. Mungkin saja orang yang Anda senyumi tengah mengalami masa sulit, berjuang, merasa sendiri, atau mengalami hari-hari buruk. Kebaikan yang Anda berikan lewat senyum bisa saja mencerahkan hari mereka dan membuat mereka bersuka cita. Sumber : http://republika.co.id

Peduli dan Berbagi, SDIT PB 2 Gandeng LAZDAI Lampung Santuni 300 orang Dhu’afa

Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Permata Bunda 2 (PB) mengadakan bakti sosial Ramadhan di kelurahan Sumur Putri, Teluk Betung Selatan, Sabtu (26/5). Sebanyak 300 dhuafa mendapatkan paket sembako dan alat tulis dari keluarga besar SDIT PB 2. Kepala Sekolah SDIT PB 2 Achmad Darmanto mengatakan, sudah menjadi kebiasaan rutin bagi SDIT Permata Bunda 2 saat Ramadhan berbagi dan peduli kepada masyarakat sekitar. Untuk tahun ini SDIT PB 2 menggandeng Lembaga Zakat LAZDAI Lampung sebagai mitra sosial. “Alhamdulillah tahun ini selain sembako juga ada alat tulis yang kami bagikan. Paket berupa sembako kami bagikan untuk warga sekitar dan paket alat tulis sekolah kami bagikan untuk murid SDN 2 Sumurputri. Ini sebagai salah satu bentuk empati kami sebagai bagian komponen masyarakat. Ada juga siraman rohani sebelum pembagian oleh ustadz Abdullah. Alhamdulillah semuanya dari hasil sumbangan siswa siswi SDIT PB 2. Moga bermanfaat di bulan Ramadhan mulia”, tutur Darmanto. Sementara itu, manager Lazdai Prihtioni mengucapkan terimakasih kepada SDIT PB 2 yang telah menggandeng Lazdai untuk kegiatan bakti sosial ini. “Ini tahun kedua, SDIT PB 2 bermitra dengan LAZDAI, sebagai bentuk kepercayaan institusi kepada LAZ, semoga bisa berdaya guna kepada penerima manfaat. Semoga berkah untuk semua, terimakasih SDIT PB 2”, ujar Prihtiono.

Jelang Ramadhan, LAZDAI Latih relawan Zakat

Way Jepara – Sebanyak  30 orang relawan zakat  dari kecamatan-kecamatan yang ada di Lampung Timur mengikuti pelatihan kelola zakat dan fiqh zakat, di Kantor Lazdai perwakilan Lampung Timur, Sabtu, 12 Mei 2018.  Acara ini diinisiasi oleh LEMBAGA Amil Zakat Dompet Amal Insani (LAZDAI) Unit Penghimpun Zakat (UPZ) Lampung Timur.  Sebagai pemateri adalah Prihtiono dari LAZDAI pusat dan ustadz M.Khumaidi.  Manajer LAZDAI Prihtiono mengatakan bahwa acara ini sengaja diadakan agar relawan penghimpun zakat paham tentang hukum dan fiqih zakat. “Kami sengaja membuat agenda ini agar relawan zakat LAZDAI siap dan berkompeten membantu kaum muslimin di Lampung Timur untuk menunaikan ibadah zakat nya. Dan ini adalah bagian dari trustment (kepercayaan). Alhamdulillah LAZDAI telah ditetapkan sebagai LAZ resmi sehingga kami tidak ragu dalam memasarkan produk ziswaf dengan cover LAZDAI”, tutur Prihtiono.